34. Mode akur
...
Setelah semua bubar haikal dan asya menemui keluarga pesantren lebih dulu untuk meminta maaf atas kejadian ini. Meski ada kecanggungan namun keluarga pesantren memaafkan keduanya.
Setelah selesai barulah mereka kembali ke asrama masing masing. Awalnya asya tak berani kembali ke asrama, namun haikal meyakinkan nya bahwa semua nya akan baik baik saja.
Haikal juga meminta kak fatim menjemputnya di depan aula besar.
Setelah berita pernikahan nya tersebar asya tak memiliki keberanian untuk kembali ke asrama. Pasti semua orang heboh dan dia akan semakin di bicarakan. Lebih dari sebelumnya.
“Kenapa sya?” Tanya kak fatim melihat wajah asya yang sendu.
Asya menoleh pada wanita itu, kemudian menghentikan langkah mereka yang menuju asrama. “Aku takut kak. Gimana kalau mereka benci sama aku?”
Kak fatim yang mendengar hal itu terkekeh kecil. “Benci kenapa? Kan kebenarannya sudah terungkap” ujarnya.
Asya menghembuskan napasnya pelan. Pandangannya turun pada jarinya yang tampak dingin dan basah berkeringat.
“Tapi tetap aja kan? Kemarin aja waktu kasus aku sama kak jena walau kebenarannya udah kebukti tetap aku yang di salahin. Apalagi ini?” Keluh nya mendesah berat.
“yang kayak gitu jangan dipeduliin sya, yang ada kamu sakit. Seharusnya kamu lega karena sekarang tidak ada lagi rahasia di antara kamu dan ustadz haikal. tidak perlu sembunyi sembunyi lagi dan terjadi kesalahpahaman” tutur kak fatim.
Asya membenarkan dalam hati, rasa lega memang dia rasakan begitu status mereka di umumkan. Namun tetap saja, ketakutan dirinya tak di terima di asrama masih ada.
“udah, gak usah banyak pikiran. Kita kembali ke asrama” kak fatim menarik tangan asya dan mereka kembali berjalan.
Asya tak berani menaikan pandangannya, kepalanya tetap tertunduk sampai mereka tiba di asrama satu. Asya menghembuskan nafasnya panjang, sepanjang perjalanan
Dia menahan napasnya.
“Asya” panggil hani dan dira bersamaan.
Keduanya sudah menunggu asya dari tadi mereka bubar, penasaran dengan kebenaran yang terjadi. Mereka menarik asya hingga duduk bersama di karpet.
asya yang tadi merasa canggung berubah malu, kenapa rasanya tiba tiba aneh. “Ada apa?” Tanya nya agak ambigu.
“Kok ada apa sih sya? Cepet ceritain yang tadi. Emang bener kamu udah nikah sama ustadz haikal?” Dira balik bertanya.
Asya menggigit bibirnya, menatap kedua teman nya dengan yang menyipit penuh tanya. Dia segera memalingkan wajahnya yang memerah karena malu.
Aish! Suasana nya kembali canggung.
“Sya ih! Malah bengong gak jelas. Kita nungguin kamu cerita” tegur dira menepuk pundak asya.
asya mengerjap sekilas sebelum Kembali menatap mereka. “cerita apa sih? Kan tadi juga udah di jelasin” asya berusaha mengelak.
“yang tadi gak jelas. Kita pengen denger versi kamu” segut hani cepat membuat asya tak bisa membantah lagi.
Gadis itu pun terpaksa kembali menceritakan hal yang sama persis seperti yang di ucapkan ustadz haikal di lapangan tadi. Tentu saja dira dan hani bereaksi, keduanya masih tak menyangka jika asya dan ustadz haikal sudah menikah.
“jadi kamu beneran udan nikah sama ustadz haikal? Kenapa di sembunyiin segala sih?”
Asya mengerdikan bahunya. “Aku kan gak tahu gimana kalau di pondok, ini kan pertama kalinya. Jadi aku gak mau kalau orang orang tahu aku udah nikah, malu lah” jelas asya.
KAMU SEDANG MEMBACA
nyantri bareng suami
Teen FictionBagaimana jadinya jika kita menikah dan masuk ke pesantren bersama sang suami? Itulah yang di rasakan Anastasya Sabila. Gadis yang sering di panggil asya itu menerima perjodohan sebagai bukti baktinya pada orang tua. Haikal Zayyan Atharrazka. Pria b...
