Zkkmesjk!
.
.
.
Happy reading
Bunda Nilam membalas pelukan erat putrinya. Dia merindukan asya setelah lebih dari enam bulan tak melihatnya.
"Kamu sehat sayang?" Tanya bunda nilam.
Kondisinya memang lemah, tapi melihat baterainya di depan kekuatan nya secara bertahap kembali.
Asya melepaskan pelukannya, menganggukan kepalanya sambil menghapus air mata. "Sehat kok bun. Bunda juga harus sehat lagi" imbuh nya memberikan harapan.
Bunda nilam mengangguk. Dia selalu berdoa untuk diberikan sedikit lagi waktu melihat keluarga kecil asya bahagia.
"Asya kangen sama bunda" ungkap gadis itu dihadiahi kekehan.
"bunda juga kangen sama asya" Balas nilam membuat asya melebarkan senyumnya.
Wanita paruh baya itu memperhatikan anaknya dengan teliti. putrinya kecilnya, kesayangannya, jiwanya, harapannya.
"Kamu tambah cantik sayang" puji bunda nilam. Asya tersenyum malu.
"Gimana ngajinya? Seru gak? Kamu pasti dapat banyak teman" bunda nilam menebak, mencoel dagu asya.
Asya mengangguk antusias, sangat excited. "iya bunda, seru. Asya juga dapet banyak teman teman baru" kata gadis itu.
Dia mulai bercerita, bagaimana kehidupannya setelah masuk pondok. Wajahnya berubah rubah seiring jalannya cerita, bagaimana dia mendapat banyak teman. Asya juga menceritakan kenakalannya sampai mendapay hukuman, lalu bagaimana haikal disana.
Bunda nilam tersenyum tulus, hatinya mencelos. melihat bagaimana cerianya asya bercerita, dia berharap waktunya hidup lebih lama.
Lalu saat wajah asya berubah sendu, bunda nilam meraih wajah putrinya. Dengan lembut bertanya, "kenapa?"
Asya menghembuskan nafasnya berat harus menceritakan masalah yang menimpanya. "Kemarin asya sempat kena masalah bunda, asya di fitnah sama santriwati lain. Mereka fitnah asya ngambil cincin bu nyai, untung aja ustadz haikal nolongin. Jadi Asya terbukti gak mencuri" lirih gadis itu.
Bunda nilam mengangguk, mengusap wajah asya. Menangkup kepalanya dan membelainya penuh sayang, dia juga membenarkan kerudung yang asya pakai.
"Bunda sangat bersyukur kamu mulai berubah sayang. Bunda jadi tenang karena bunda menitipkan kamu bukan ke orang yang salah. Bunda berdoa agar rumah tangga kamu dan haikal langgeng selamanya" ungkap bunda nilam.
Asya meraih tangan yang mulai berkeriput itu, lalu menggenggamnya erat. "Terima kasih bunda, buat segalanya. Asya bersyukur bunda kembali sadar, asya berharap bunda cepat sembuh dan kembali ke rumah lagi" balas Asya.
Bunda nilam mengangguk, memeluk sebentar kemudian melepaskan nya lagi.
"Bunda.." panggil asya kemudian.
"hm?" Bunda nilam menatap putrinya.
Asya mengeratkan genggaman tangannya, meminta pada sang bunda. "Bunda jangan kembali sama pria itu lagi ya?"
....
Di saat asya bersama bunda nilam di ruang rawat, haikal membawa ayah syarif ke taman rumah sakit. Mereka duduk di bawah pohon sambil melihat beberapa orang juga rumah sakit dari samping.
langit malam terlihat indah hari ini, banyak bintang dan bulan yang bulat sempurna. Haikal menoleh pada ayah mertuanya yang sedari tadi diam, tatapan pria itu lurus ke depan.
"Maafin asya yah. Semua yang gadis itu ucapkan, Dia mungkin terlalu syok" papar haikal meminta maaf atas ucapan istrinya.
Mau bagaimana pun, tak enak rasanya jika tak meminta maaf.
KAMU SEDANG MEMBACA
nyantri bareng suami
Teen FictionBagaimana jadinya jika kita menikah dan masuk ke pesantren bersama sang suami? Itulah yang di rasakan Anastasya Sabila. Gadis yang sering di panggil asya itu menerima perjodohan sebagai bukti baktinya pada orang tua. Haikal Zayyan Atharrazka. Pria b...
