part 43

4.3K 207 4
                                        

Jangan lupa vote dan comment nya yang sangat berharga buatku.
Follow more
Ig: iam.evollove
Tiktok: glova ryè
Karyakarsa: Am-ievollove

Happy reading

Setelah shalat subuh bersama haikal dan asya memasak Bersama di dapur. Mereka membuat masakan untuk sarapan pagi ini sekaligus bekal nanti untuk dibawa ke rumah sakit.

“Sayang. Udah siap?” Tanya haikal yang baru keluar dari kamar.

Asya yang tengah menata bekal ke dalam paper bag pun menoleh pada suaminya. “Udah. Tinggal nyiapin minum” jawab asya.

Mendekati haikal, tangannya terangkat spontan membenarkan kerah baju suaminya. Haikal menyunggingkan bibirnya, menatap wajah sang istri yang begitu dekat.

“Kamu cantik banget sayang” puji pria itu melelehkan hati yang mendengarnya.

bibir asya terlipat menahan senyum, matanya agak memelotot pada sang suami, pipi nya pun memerah tersipu.

“Udah ustadz haikal, jangan ngegombal pagi pagi” ucap asya mendorong wajah suaminya hingga tertoleh dengan jari telunjuk.

Haikal mengeratkan pelukannya pada pinggang sang istri, merendahkan wajahnya agar lebih dekat pada wajah sang istri.

Asya menangkup wajah suaminya dengan kedua tangan kecilnya, lalu menariknya dan menghadiadi sang suami dengan kecupan di seluruh wajahnya, terakhir di bibirnya.

“Udah” tandas asya melepaskan pria itu.

Tapi haikal belum mau melepaskan sang istri, balik mengecupi wajah istrinya. “Aku sangat mencintai kamu, sayang” bisik nya di depan wajah wanita itu.

“Aku juga sangat mencintai mas” balas asya yang membuat haikal berjingkrak kegirangan.

Puas mendapat balasan, baru haikal melepaskan asya. Keduanya sudah siap untuk pergi ke rumah sakit, menjenguk sang bunda.

Dua paper bag berisi makanan dan minum asya masukan ke dalam mobil. Haikal duduk di kursi pilot dan dia di co pilot.

“Mas? Boleh tanya gak?”

“Boleh.”

“Kakak kakak yang ngaku mantan kamu itu, dulu dia juga pembalap liar?” Celetuk asya membuat haikal menoleh.

Perasaan pria itu tiba tiba saja tak enak. “Nggak, dia bukan pembalap. Dia cuma adiknya teman mas yang sama pembalap liar dulu” jawab haikal hati hati.

Biasanya kalo urusan seperti ini rawan, bisa menggiring ke ujung penceraian.

Asya mengangguk dengan bibir membentuh huruf O, reaksinya biasa saja dan santai. Gadis itu menoleh pada sang suami.

“ceritain dong gimana kamu bisa suka sama dia sampe bisa putus” pinta asya dengan santai, masih dengan ekspresi yang sama.

Haikal melirik istrinya menggunakan ekor matanya, memastikan apakah itu benar asya.

“Mas? Kamu denger aku gak?” Asya menuntut karena haikal diam saja.

“Hm.”

“Kok gitu sih jawabnya? Kamu gak mau ceritain soal mantan kamu? Jangan bilang kamu masih cinta sama dia” tuduh asya langsung sewot.

Wajahnya yang tadi datar berubah kesal, bibirnya mengerucut karena sebal pada sang suami.

Tuh kan, apa haikal bilang. Firasatnya memang tak enak, padahal dia diam sebab tak ingin membuat asya salah paham. Tapi diamnya pun jadi kesalah pahaman, benar benar serba salah.

nyantri bareng suami Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang