Lockdown dan mematikan daya yang dilakukan Marlina melalui perintah di implannya membuat seluruh Stasiun-001 menjadi gelap gulita. Lydia tahu Marlina sudah sadar ketika melihat denyut jantungnya di alat EKG, Marlina hanya pura-pura pingsan, dan Lydia harus mencari keterangan dengan keadaan terpasung. Hanya dengan cara seperti itu Robert mau mengeluarkan banyak informasi.
Setelah lima menit, daya di seluruh Stasiun-001 kembali hidup, dan ruangan itu kembali diterangi dua buah lampu gantung yang bergerak akibat perkelahian yang terjadi. Di bawah cahaya lampu yang bergerak, Lydia dan Marlina berdiri. Lydia mengalami luka tembak baru di lengan dan perutnya. Sementara tubuh Robert tergeletak dengan mata terbuka. Kepalanya berada di atas kubangan darahnya sendiri. Sementara tubuh Monewa terbaring di meja besi, pingsan. Marlina memerintahkan melalui implannya untuk memasang borgol besi ke tubuh Monewa.
"Kita akan menyerahkan Monewa ke orang-orang Botswana. Biarkan mereka yang akan menghukum orang ini." Kata Lydia. "Kau merekam semuanya?"
"Ya, semua terekam di sistem Stasiun-001." Jawab Marlina sambil memegang bagian pinggangnya yang terasa sakit akibat aksi lima menit yang mereka lakukan.
"Kunci mereka di ruangan ini, dan kita perlu memberi tahu kepada semua orang di Stasiun-128 mengenai kejadian hari ini." Kata Lydia.
Marlina dan Lydia memasuki sebuah ruangan yang mirip dengan ruang kendali utama di Stasiun-171.
"Selamat datang di Stasiun-001, dr. Marlina Kusumawardhani dan dr. Lydia Sunaryo. Saya adalah asisten di Stasun ini. Saat ini adalah sepuluh Juni dua ribu empat ratus tujuh puluh satu Masehi, jam 20.23" Kata sebuah suara robot laki-laki yang berasal dari pengeras suara.
"Kita namakan siapa dia?" Tanya Marlina sambil nyengir ke arah Lydia, setelah mereka mengenakkan kembali pakaian mereka.
"Oi. Kau kuberi nama panggilan 'Oi'." Jawab Lydia. "Kau bisa sinkronisasi data dengan Iji dan Pablo sekarang."
"Baik." Jawab Oi. "Sinkronisasi selesai," lanjutnya setelah beberapa detik kemudian.
Oi memberi keterangan singkat mengenai kapasitas dan kemampuan Stasiun-001 kepada Marlina dan Lydia. Dengan kemampuan yang jauh di bawah jika dibandingkan dengan Stasiun-171 atau 128. Cukup masuk akal karena Stasiun ini adalah fasilitas yang paling awal dibangun dalam jaringan UniCare. Tidak ada armada darat atau udara di fasilitas ini. Dengan sistem jaringan yang terhubung secara daring dengan Stasiun-Stasiun lainnya.
"Tempat ini sepertinya hanya berfungsi sebagai bunker. Persediaan makanannya pun hanya berasal dari makanan kalengan yang diawetkan, tanpa kemampuan untuk menyediakan nutrisi seperti 171 dan 128." Kata Lydia setelah membaca layout dan data teknis Stasiun-001 dari tablet di tangannya. "Walaupun energi utama masih berasal dari reaktor nuklir tunggal dengan kemampuan bertahan kira-kira 750 tahun."
"Oi, ada berapa orang yang masuk ke Stasiun-001 sejak tahun 2000 Masehi?" Tanya Marlina.
"Tujuh orang."
"Siapa saja?" Tanya Marlina.
"Tuan Tonny Bruno, Nyonya Andrea Bruno, Tuan Lukman Aryawinata, Tuan Robert Aryawinata, Tuan Monewa, dan Anda berdua."
"Oke," jawab Marlina. Mereka berdua cukup terguncang dengan informasi-informasi yang mereka dapatkan hari ini.
"Dr. Lydia, anda memiliki dua pesan."
Lydia mengangkat kedua alisnya, "dua? Dari siapa?" Hari ini tampaknya belum selesai memberi mereka kejutan-kejutan.
"Tuan Tonny Bruno & Tuan Lukman Aryawinata." Lydia melongo dengan wajah ingin tahu.
KAMU SEDANG MEMBACA
2471
Science FictionSeorang dokter wanita mendapati dirinya berada di dalam sebuah tabung kapsul dengan populasi dunia berkurang 99.91% dan permukaan air laut naik 100m. Sebuah kejahatan yang berumur lebih dari empat setengah abad menunggu untuk diselesaikan di tengah...
