⚠️⚠️
Mereka berdua sedang berendam bersama. Bisa dibilang mereka telanjang bulat. Zelvin menatap dada bidang Abian yang masih terbentuk seketika pipinya tiba tiba memanas, lagi dan lagi loh Zelvin.
"Kenapa natap kayak gitu? Aku ganteng ya?" Rasanya Zelvin ingin menenggelamkan muka Abian itu ke bathtub, andai saja dia tidak tau malu didepan Abian.
Abian terkekeh dengan kelakuan Zelvin, seperti pengantin baru saja. Padahal mereka sudah bertahun-tahun menikah, masih saja merasa malu.
"Kenapa malu-malu mbul? Kayak ga pernah desah aja" kekeh Abian.
Tolong jahit rapat-rapat mulut Abian itu, sekali bercanda kenapa frontal banget tuh mulut. Kasihan Zelvin menahan muka merahnya. Zelvin menenggelamkan sedikit kepalanya ke dalam bathtub.
Tuk
Apa ini? Lututnya tidak sengaja mengenai kejantanan Abian? Oh tidak matilah Zelvin. Rasanya Zelvin ingin lari dari sini tapi bagaimana, jika dirinya keluar dari bathtub Abian bisa saja melihat badan telanjangnya itu. Tidak tidak ia harus pura-pura tidak tau.
"Nghh . . ." Abian menggeram merasakan kejantanannya mengeras. Ia menatap Zelvin, seketika Zelvin pura pura tidak tau.
"Gerak dikit, gue bencana" guman Zelvin. Sayang sekali kali ini tidak ada yang bisa menolongnya.
"Sayang, kamu mau punggungnya aku gosok?" tanya Abian dengan lembut. Zelvin hanya mengangguk saja.
Abian menggosok punggung Zelvin dengan telaten dan lembut. Abian menarik tubuh istrinya untuk mendekat, alangkah terkejutnya Zelvin punggungnya mengenai kejantanan Abian. Apa itu sudah mengeras dari tadi? Pikiran Zelvin ini sudah kemana mana.
"Abian klo modelannya kyk gini misal tiba tiba gue kokop gitu gimana ya? Aduh jangan deh, lagi mode maung. Tapi pengen sekali kali langsung kokop"
Jujur saja Zelvin rasanya ingin menciun bibir Abian secara tiba-tiba, apakah dirinya harus menuruti kata hatinya ini? Klo belum dicoba ya belum puas.
Zelvin pun membalikkan badan, lalu menatap Abian. Suaminya itu tampan sekali, dirinya tidak menyangka jika orang yang menikahi dirinya setampan ini. Duh bukannya dia ama Abian udah nikah dari lama ya? Kok Zelvin baru nyadarnya sekarang?
Abian tersenyum kecil. Dalam hatinya Abian ingin mendengar desa- oh jangan dulu, mungkin keadaan Zelvin masih belum baik-baik saja? Abian tak tahan jika ditatap terus menerus oleh Zelvin, tatapan itu seperti kucing kecil yang ingin di elus oleh pemiliknya.
Tiba-tiba saja Zelvin naik di pangkuan Abian. "Ada apa say-" Zelvin menyambar bibir Abian. "Mmph . . ." yang desah malah Zelvin apalah.
"Binal banget kucingku ini" Abian meremas bokong Zelvin. Kemudian menjilati leher sang istri "Nghh . . . ugh . . ."
Abian merasa bersemangat, suara favoritnya itu sudah terdengar lagi di telinganya. Abian membalikkan tubuh Zelvin, ia menyandarkan kepala istrinya di pinggir bathtub.
"Arghh ianhh . . nghh . . ." Abian mengulum payudara istrinya seperti mengulum permen. Desahan demi desahan yang sudah Zelvin keluarkan itu saja, sudah membuat Abian bahagia.
"Kamu tau kan akibatnya menganggu harimau yang sedang kelaparan ini?" Zelvin hanya mengangguk.
Abian mulai memasukkan dua jarinya ke dalam lubang Zelvin. "emmh . . ." Zelvin mengigit bibirnya untuk menahan rasa sakitnya. Abian mengelus pelan kepala Zelvin.
"Jangan digigit mbul, nanti luka" Abian mengelus bibir Zelvin. "Buka mulutmu, gigit aja jariku" ia pun membuka mulutnya, kemudian Abian memasukkan dua jarinya kedalam mulut Zelvin.
Oh pemandangan yang sangat indah, wajahnya sangat cantik, dirinya tidak menyesal sempat mengejar-ngejar Zelvin. Pada akhirnya juga dirinya jodohnya Zelvin.
Abian menggerakkan dua jarinya yang sudah tertanam di lubang Zelvin. Ia mulai mempercepat pergerakannya.
"nghh ah . . ughh ianhh . . s-sakithh hiks" Abian tak tega melihat Zelvin yang sudah mengeluarkan air matanya gitu. Abian mengeluarkan tangannya, ia mengelus pelan rambut Zelvin.
"Tahan ya sayang" Zelvin mengangguk saja.
"Aku masukin ya?"
"iyaahh, keluarkan itu jarimu . . ugh" Abian menuruti kata Zelvin, ia mengeluarkan jarinya dari lubang Zelvin.
Abian mulai mengocok kejantanannya, kemudian ia arahkan ke lubang Zelvin. Sungguh kejantanannya Abian itu dua kali lipat dari milik Zelvin. Abian memasukkan kejantanannya perlahan-lahan.
"AH IANHH . . . SAKITHH" teriak Zelvin menahan rasa sakit pada lubangnya. Abian lagi lagi menenangkannya dengan mengelus kepalanya lagi.
"Tahan ya sayang, cuman sebentar doang" Zelvin menjawab dengan anggukan saja. Ia tidak kuat mengeluarkan suaranya.
"Kenapa masih sempithh? Bukannya kita udah punya tiga anak ya" ucap Abian.
Abian tak tahan klo memasukkannya perlahan lahan, ia pun membangunkan Zelvin lalu menaikkannya keatas pangkuannya.
Jleb
"UGHH IANHH" sungguh itu sakit, rasanya Zelvin ingin menangis. Jujur ia menyesal telah iseng menciun Abian secara tiba-tiba tadi.
Abian memeluk Zelvin, ia menenangkannya dengan mengelus punggungnya. "Cup cup cup jangan nangis dong, aku gerakin ya"
Abian menyandarkan Zelvin ke pinggir bathtub. Ia mulai menggerakkan kejantanannya yang sudah tertanam di dalam lubang Zelvin.
"nghh ah ah ianhh pelan pelan ajahh"
Bukannya Abian menuruti perkataan Zelvin, ia malah mempercepat gerakannya membuat Zelvin mendesah tidak karu karuan.
"ughh ianhh . . . ah ah nghh" dirinya sudah tidak karu-karuan sampai air liurnya menetes hingga lehernya
"mmphhh . . ." Abian langsung menjilat dan melahap bibir tebal favoritnya itu.
Desahan demi desahan yang mereka keluarkan, pada akhirnya mereka berdua sudah mencapai orgasmenya.
"AHH" desah mereka berdua.
Tubuh Zelvin rasanya sudah melemas, niatnya mandi berujung begini. Abian mengeluarkan kejantanannya dari lubang Zelvin.
Ia membersihkan badan mereka. Abian menyabuni badan Zelvin dengan telaten, dirinya tau jika Zelvin sudah lemas tak berdaya.
Setelah mandi, Abian mulai menghanduki badannya dan juga badan Zelvin. Kemudian ia menggendong badan mungin istrinya itu ke pinggir kasur.
Abian memilih baju yang akan ia pakai. Kemudian setelah dirinya memakai baju tersebut, ia memilih kemejanya untuk dipakai Zelvin. Mungkin jika dipakai Zelvin itu akan kebesaran.
"Sayang sekarang pakai baju ya" Zelvin mengangguk
Abian mulai menghampirinya. Ia melepaskan handuk Zelvin kemudian memakaikannya. Dugaannya benar setiap Zelvin memakai bajunya pasti kebesaran.
"hoamm!" Zelvin menguap, ia sangat mengantuk hari ini.
"Iann aku ngantuk" ucap Zelvin sambil mengucek matanya.
"Jangan di kucek mbul. Ayo tidur" Abian mengangkat tubuh Zelvin ke tengah-tengah kasur. Abian menarik selimut hingga ke bahu Zelvin.
Zelvin memeluk tubuh Abian sambil mendusel ke dadanya. Abian mencium kening Zelvin, kemudian mengelus rambut Zelvin.
Beberapa menit kemudian, Zelvin pun sudah memasuki ke dunia mimpinya. Abian terkekeh mendengar dengkuran kecil Zelvin.
"Kamu cape ya? Sekarang aku mau ke Supermarket ya" Abian melepaskan pelan pelan tangan Zelvin dari tubuhnya.
Kemudian ia berjalan keluar dari kamar dan berjalan menuruni tangga. Entah kenapa pikirannya sekarang amburadul, apa ia harus mencari Cakra Cakra itu?
"Awas aja klo gua ketemu Cakra, gua injek injek muka lo bangsat!"
TBC
jujur aja gue ga pandai bikin beginian T_T
KAMU SEDANG MEMBACA
Abizel Family (SoobJun)
FanfictionKehidupan keluarga Abian dan Zelvin beserta ketiga anaknya yang penuh dengan drama yang tidak jelas, bisa dibilang sepele tapi bagi mereka kecuali Zelvin itu ga sepele. Mau tau kelanjutannya? Yuk bisa yukk baca ceritanya. Ver AU ada di tiktok Socbn...
