Pagi pun telah tiba, keluarga yang kadang cemara kadang waras klo inget sedang berkumpul di meja makan.
"Dad, hari ini kerja?" tanya Terry. Abian heran tumben sekali anaknya ini bertanya, biasanya juga bodo amat.
"Bonyok gitu yakali kerja" cetus Bryan.
"Mending ga usah aja!" pinta Kai.
Mereka bertiga ini kenapa? Biasanya klo dia ingin berduaan ama Zelvin aja selalu dikasih tatapan tajam. Lah ini tumben sekali?
"Gua ga kerja, grandpa kalian yang sementara gantiin" jawab Abian. Ayahnya itu ga bisanya menggantikan dirinya, tapi ya sudah lah ia tak menaruh rasa penasaran. Intinya ia seharian bisa bermesraan dengan Zelvin.
"Oh, ya udah" ucap Terry.
"Kalian tumben banget nanya begitu?" tanya Zelvin pada ketiga anaknya.
"Kita cuman nanya aja kok, Pa. Ya syukurlah klo kalian udah baikan" jawaban Bryan membuat Zelvin tersenyum kecil.
Zelvin bersyukur jika keluarga kecilnya ini kembali utuh seperti biasanya. Ia sudah muak dengan berbagai masalah yang terus datang di kehidupannya ini.
Zelvin merasa ada tangan lain yang berada di atas tangannya. Ia menoleh ke arah suaminya. Abian tersenyum kecil.
"Aelah malah bucin di sini!" gerutu Bryan. Abian langsung mencium pipi Zelvin, ia senang sekali menganggu ketiga anaknya itu.
"AAA MAU CIUM PAPA JUGA!" teriak Kai.
Abian langsung menarik tangan Zelvin untuk menjauh dari ketiga anaknya itu. Zelvin hanya menggelengkan kepalanya, hal yang ia rindukan saat ini terulang kembali.
"BALIKIN PAPA!" teriak Kai yang mengejar mereka berdua, disusul kedua abangnya. Bukan hanya Kai yang ingin mencium pipi Zelvin, tetapi kedua abangnya juga ingin.
Abian berhenti di tengah tangga bersama dengan Zelvin. "Berhenti dulu!" pinta Abian. Mereka bertiga pun berhenti.
"Emang kalian bisa gini?" Abian menarik dagu istrinya, kemudian menciumnya. Ketiga anaknya menatap dengan tatapan tajam. Abian dengan tertawa kencang, ia langsung berlari meninggalkan istrinya serta ketiga anaknya yang berada di tangga.
"HEY!" teriak Zelvin pada Abian. Wajahnya mendadak memanas karena kelakuan Abian yang tiba-tiba menciumnya di depan ketiga anaknya itu.
"Kalian ga berangkat?" tanya Zelvin sambil menatap wajah ketiga anaknya yang secara mendadak mengerucutkan bibirnya.
"Sini cium Papa! Abis itu berangkat ya!" ucap Zelvin. Mereka langsung menghampiri papanya itu. Ya seperti biasa mencium kedua pipinya, kemudian mengucapkan kata pamit.
Ketiga anaknya itu pun berangkat ke sekolah. Zelvin berjalan menuju kamar, tempat persembunyiannya Abian tadi.
Ceklek!
Zelvin heran kenapa kamarnya gelap? Perasaan tadi udah ia buka gordennya, pasti Abian yang menutup gorden itu. Tanpa banyak berpikir Zelvin berjalan menuju jendela itu.
Grep!
Abian memeluk erat tubuh Zelvin. "Apa sih?" tanya Zelvin. Abian langsung menggendong tubuh istrinya ke kasur. Abian mengukung tubuh Zelvin.
"Apa?" tanya Zelvin. Sebenarnya pikirannya ini sudah kemana-mana, takut mendadak Abian membuka bajunya secara brutal. Sayang sekali baju yang ia pake hari ini masih baru.
Abian menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Zelvin. "Minggir, kamu berat!" gerutu Zelvin. Bukannya menuruti kata istrinya, justru Abian memeluknya dengan erat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Abizel Family (SoobJun)
RomanceKehidupan keluarga Abian dan Zelvin beserta ketiga anaknya yang penuh dengan drama yang tidak jelas, bisa dibilang sepele tapi bagi mereka kecuali Zelvin itu ga sepele. Mau tau kelanjutannya? Yuk bisa yukk baca ceritanya. Ver AU ada di tiktok Socbn...
