Sore menjelang malam pun tiba. Abian mengajak Zelvin beserta ketiga anaknya pergi ke suatu tempat. Ia ingin mereka merasakan rasa bahagia itu, ia tak ingin jika mereka mengingat kejadian bodohnya kemarin.
Mereka berangkat menggunakan mobil dan dikemudi oleh Abian. Mereka sampai disuatu tempat bisa dibilang pasar malam. Pasar malam itu setiap hari buka setiap sore hingga tengah malam serta ada banyak wahana. Klo diinget-inget mereka sudah lama tak pergi satu sekeluarga biasanya sih Abian lebih ngajak Zelvin.
Setelah Abian memarkirkan mobil. Zelvin lebih dulu keluar dari mobil itu, kemudian disusul ketiga anaknya dan juga Abian.
"Papa kelihatan seneng banget" ucap Terry pada Abian. Mereka menatap wajah Zelvin yang sedang tersenyum cerah itu.
"Syukurlah" lirih Abian sambil menyunggingkan senyumannya. Hatinya menghangat melihat istrinya kembali tersenyum seperti biasa.
Zelvin merasa dirinya terlalu jauh hingga ia hampir tak bisa melihat suaminya beserta ketiga anaknya yang berdiri sambil menatapnya. Zelvin langsung berlari menghampiri mereka.
Zelvin langsung berkacak pinggang. "Kenapa diam aja?" tanya Zelvin dengan memasang muka garangnya itu. Abian terkekeh kecil, ia menghampiri istrinya itu kemudian menggandeng tangannya.
"Ayo!" ajak Abian. Kemudian disusul ketiga anaknya di belakang mereka.
Zelvin berhenti di depan penjual telur gulung. Ia pun segera memesan. Setelah pesanannya sudah jadi, tak lupa ia membayarnya dan ga mungkin ngutang dong. Abian se kaya itu masa ngutang.
"Aaa dong! Aku suapin ini!" pinta Zelvin sambil menyodorkan telur gulung itu.
"Ga sehat itu!" ujar Abian. Kemudian ia langsung melahap suapan Zelvin.
"Katanya gamau, kok dimakan?" tanya Zelvin. Abian cuman nyengir doang, sebenarnya ia tadi juga pengen sih cuman malu.
Zelvin pun menyuapi ketiga anaknya juga, beli sebungkus dimakan berlima, tapi yang keempatnya cuman dapet 2 tusuk telur gulung. Selebihnya dihabiskan oleh Zelvin, padahal Zelvin udah menyuruh mereka untuk beli sendiri, tetapi malah ingin disuapin Zelvin.
Zelvin berkeliling sambil membeli beberapa jajanan dan ditemani oleh keempat pengawalnya, walaupun ending kebanyakan jajannya ga habis intinya mereka berempat siap.
"Mau cari apa Baginda Ratu?" tanya Abian pada Zelvin yang sedari tadi celingak-celinguk.
"Engga tau. Kalian gamau beli jajan gitu? Abang sama adek masa ga beli?" tanya Zelvin. Mereka bertiga menggelengkan kepalanya.
"Kenapa? Kalian klo mau cari jajan atau minuman mencar aja" lanjut Zelvin.
"Terus papa gimana klo ditinggalin?" tanya Bryan dengan wajah khawatir.
"Papa gapapa klo ditinggalin, lagian masih satu tempat kan" jawab Zelvin.
"Jangan gitu dong! Kita khawatir sama papa" ucap Bryan. Kedua adeknya itu pun mengangguk.
"Kan ada Dad yang jagain" ucap Abian dengan rasa kepedeannya itu.
"Kamu gamau nyari jajan gitu?" tanya Zelvin. Abian pun menggelengkan kepalanya kemudian mendekatkan bibirnya pada telinga Zelvin.
"Lihat kamu aja udah kenyang" bisik Abian. Zelvin langsung menginjak kakinya.
Pada akhirnya Bryan beserta kedua adeknya menuruti perkataan Zelvin. Padahal mereka ingin ikut Zelvin terus menerus, sayangnya Zelvin terus terusan menyuruh mereka untuk membeli jajan dengan alasan ia tak ingin ketiga anaknya tidak merasakan kesenangan di tempat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Abizel Family (SoobJun)
FanfictionKehidupan keluarga Abian dan Zelvin beserta ketiga anaknya yang penuh dengan drama yang tidak jelas, bisa dibilang sepele tapi bagi mereka kecuali Zelvin itu ga sepele. Mau tau kelanjutannya? Yuk bisa yukk baca ceritanya. Ver AU ada di tiktok Socbn...
