Part 42

1K 76 20
                                        

Keluarga Abian dan Zelvin sekarang sudah seperti biasanya. Klo ribut ya kadang ribut terus, kadang klo ada yang manja ama Zelvin semuanya juga ikut. Sampe Zelvin heran ama mereka ini.

"Pa, klo Dad diilangin, Papa bakal nikah ama Bry gak?" tanya Bryan.

Pertanyaan Bryan ini terus menerus mengajak Zelvin untuk menikah, ya terkadang Zelvin muak dengan ucapannya itu. Tetapi lebih muaknya Abian menahan murka mendengar pertanyaan sialan Bryan itu.

"Enak aja, mending gua ilangin aja lo!" gerutu Abian sambil memeluk erat sang istri.

Mereka berdua saling beradu mulut memperebutkan Zelvin, suara televisi saja kalah dengan suara mereka. Untungnya Zelvin mempunyai dua anak yang ya dibilang kali ini kalem. Entah untuk beberapa menit kedepan bagaimana.

Apa yang Zelvin pikirkan itu terjadi, padahal baru saja ia bersyukur kedua anaknya itu kalem. Malah ngikut ngoceh bareng anak pertama dan suaminya ini.

"Kalian bisa diam ga?" tanya Zelvin sambil memijat pelipisnya. Seketika mereka langsung diam lalu kembali melihat tv.

Ting! Tong!

Bel itu berbunyi, padahal jam menunjukkan pukul 10 malam. Padahal satpam saja biasanya berada di gerbang, tetapi tumbenan di buka gerbangnya. Tanpa basa-basi Zelvin berdiri dan berjalan menuju pintu.

Ketiga anaknya serta suaminya itu langsung menahan Zelvin. Raut wajah mereka mendadak khawatir padahal tak ada yang di khawatirkan.

"Kalian kenapa sih?" tanya Zelvin sambil berusaha melepaskan tangan mereka dari tubuhnya.

"Klo Papa nekat ke sana, kita ikut!" ucap Kai.

"Ya udah terserah kalian aja" jawab Zelvin.

Mereka pun melepaskan tangannya dari tubuh Zelvin. Lalu Zelvin berdiri, baru saja ia hendak berjalan tiba-tiba saja mereka berempat langsung menempelinya seperti magnet saja.

Zelvin pun berjalan menuju pintu. Mereka awalnya bilang kepada Zelvin untuk jangan membukanya saja. Tetapi Zelvin kan tak enak ya.

Ceklek!

Zelvin membuka pintu itu, sayangnya tak ada siapa-siapa di luar. Sebenarnya siapa yang iseng seperti ini, padahal ini sudah malam.

Zelvin hendak mencari orang yang iseng itu tetapi tubuhnya tetap saja di tahan.

"Kalian kenapa sih? Lagi pula di rumah" heran Zelvin pada mereka.

"Mending di dalam aja, palingan orang iseng" ucap Abian sambil merangkul pinggangnya.

Sedangkan Terry dan Bryan memegang lengannya dan Kai berada di depan Papa nya. Zelvin pun menyuruh Kai untuk menyingkir. Tetapi Kai tak ingin menuruti perkataan Zelvin.

"Gini aja, kalian tali deh. Risih tau klo di giniin!" gerutu Zelvin. Kai pun segera mengambil tali.

Tali itu pun dililitkan ke pinggang Zelvin. Terkadang ia heran dengan kelakuan mereka ini, lagi pula di rumah loh apa yang harus di khawatirkan.

Zelvin berjalan ke depan ia hendak berlari, tetapi talinya malah di tarik oleh Abian.

"Apa?!" tanya Zelvin.

"Ya udah jalan hehe, cuman ngecek tali" ucap Abian.

Zelvin pun mulai berjalan, layaknya ia seperti kucing yang berjalan ke sana kemari dan diikui oleh sang keempat pemiliknya.

Tak!

Zelvin mendengar suara jendela rumahnya yang seakan-akan di bobol oleh seseorang. Zelvin pun segera berlari dan mereka berempat juga ikut berlari.

Abizel Family (SoobJun)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang