Libur panjang pun tiba, Zelvin heran klo anak-anaknya libur pasti Abian juga ikut meliburkan dirinya itu.
Hari libur adalah hari yang membosankan bagi Zelvin. Mereka berempat itu tak ada rasa peka klo sang ratu di rumah ini sedang bosan, mereka malah asik bermain. Kecuali Abian yang terus menerus menempelinya, bagaikan tanaman paku yang menempel di pohon kelapa.
Zelvin menekan-nekan pipi suaminya, berharap Abian menanyakan sesuatu kepadanya. "Apa, Sayang? Lagi bosen?" tanya Abian.
"Ih suamiku peka banget" ucap Zelvin sembari menarik-narik pipi Abian.
"Mau apa? Jalan-jalan? Piknik? Atau ke pantai?" tanya Abian.
"Ke gunung aja yuk" ajak Zelvin.
"Aku udah bosen" ucap Abian.
"Lah emang kamu pernah ke gunung?" tanya Zelvin dengan nada penasaran.
"Ini" ucap Abian sambil menekan nipple Zelvin.
Plak!
Zelvin menampar paha Abian dengan kuat. Padahal ia sudah ingin bertanya tentang rasanya naik ke gunung, eh ternyata pikirannya dan pikiran Abian itu berbeda jauh. Zelvin sudah serius malah Abian bersikap mesum.
"Sakit, Yang!" ucap Abian dengan nada mempoutkan bibirnya. Zelvin yang masih geram itu menarik bibirnya dengan tangannya.
"Makanya klo ada orang serius tuh jangan di jailin" protes Zelvin dengan menatap tajam ke arahnya.
"Iya iya maap, jadi ke gunung ga?" tanya Abian.
"Ayoo, besok jam 2 pagi muncak, jam 12 siang pulang" saran Zelvin. Pasti yang di pilih itu gunung yang tidak terlalu tinggi.
"Klo kamu ga kuat?" tanya Abian.
"Ya kamu gendong dong" jawabnya sambil manyun.
Cup!
Abian mengecup bibir Zelvin. Dipikirannya jika Zelvin manyun, pasti ia cipok. "Iya, Mbul" ucap Abian.
Aslinya sih Abian tidak yakin untuk menggendong Zelvin apalagi itu mendaki gunung. Walaupun nyari gunungnya yang tidak terlalu tinggi pasti klo ada kesalahan dikit langsung terjun.
Zelvin langsung berdiri di atas sofa. "AYO MENDAKI!" pekik Zelvin dengan rasa semangat. Klo Zelvin semangat semuanya juga ikutan.
Keesokan harinya di jam 2, mereka membawa persiapan ya tidak terlalu banyak karena cuman setengah hari terus pulang. Hanya yang perlu-perlu banget yang mereka bawa.
Zelvin niatnya mau membawa tas juga akan tetapi beberapa barangnya mendadak di pindah oleh Abian, katanya sih biar Abian atau anak-anaknya yang bawa. Jadi dirinya cuman membawa nyawa saja.
Sesampainya di gunung, Zelvin sudah membayangkan jika ini akan mudah. Abian membayar untuk masuknya.
Abian berjalan duluan memasuki hutan-hutan, intinya di depan sebenarnya ada orang cuman ga kelihatan. Zelvin di taruh di tengah-tengah, dengan alasan agar Zelvin tidak mendadak hilang.
Masih setengah perjalanan, Zelvin sudah kewalahan untuk menaiki jalan yang menanjak dan licin itu. Klo dia punya sayap pasti terbang mendahului mereka berempat.
Puk!
Bahunya di tepuk oleh Kai yang berada di belakangnya. Ia menyodorkan air minum ke Zelvin. "Minum dulu, Pa" ucapnya.
Anaknya yang paling terakhir ini peka sekali ya. Bryan dan Kai menunggu Zelvin yang sedang minum, lalu mereka melanjutkan perjalanannya.
Tak terasa sudah sekitar 4 jam mereka berjalan, tetapi belum sampai ke ujung gunung. "Ini ga ada jalur yang mudah gitu?" gerutu Zelvin sambil ngos-ngosan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Abizel Family (SoobJun)
RomansaKehidupan keluarga Abian dan Zelvin beserta ketiga anaknya yang penuh dengan drama yang tidak jelas, bisa dibilang sepele tapi bagi mereka kecuali Zelvin itu ga sepele. Mau tau kelanjutannya? Yuk bisa yukk baca ceritanya. Ver AU ada di tiktok Socbn...
