"AAAA! BALIKIN WOY!" teriak Kai.
"BALIKIN DULU PUNYA GUA!" teriak Byran. Terry pun berlari langsung merebut kedua hp abang dan adeknya.
Terry segera lari menjauhi mereka. "WOY!" teriak mereka berdua.
"BANG, BALIKIN!" teriak Kai.
"TER, LAST GAME ITU COK!" teriak Bryan.
Zelvin melihat mereka bertiga ribut kesana kemari. Ia sudah pusing, ia tak ingin membuang-buang energinya hanya untuk memarahi mereka bertiga. Untung saja Abian tak ikut-ikutan.
"Misal nih kursi gua lempar, kira-kira ekspresi mereka gimana ya?" gumam Zelvin. Ia berjalan menuju kursi kecil di depannya, bukan Zelvin jika tidak penasaran.
Ia mengambil kursi kecil di depannya, lalu melemparkannya dengan sekuat tenaga hingga kursi itu terpental. Ya sebenarnya ia ingin melemparkannya ke anaknya satu persatu, akan tetapi dirinya masih sayang sama mereka.
Suara kencang lemparan kursi itu membuat ketiga anaknya menoleh ke arahnya serta Abian yang baru saja dari kamar mandi langsung menghampirinya dengan menatap khawatir. Emang dia kenapa? Hanya penasaran untuk melempar sesuatu.
Suasana rumah begitu hening, ia terlalu menuruti perkataan hatinya. Abian memegang kedua bahu Zelvin dengan tatapan khawatirnya.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Abian. Zelvin hanya menatap Abian tanpa mengespresikan apa apa.
"Pa, Maafin kita!" ucap Bryan selaku anak sulung. Mungkin Zelvin membanting kursi itu karena tidak betah mendengar pertengkaran mereka bertiga.
Zelvin menatap wajah Abian yang terlihat khawatir serta wajah ketiga anaknya yang merasa bersalah itu. Zelvin menyungging senyumnya kemudian tertawa.
Tawa Zelvin membuat keempatnya kembali khawatir. Zelvin sedari tadi duduk di sofa tanpa ngapa-ngapain, takutnya jika Zelvin tiba-tiba kesurupan atau malah terkena sawan?
Abian menatap ketiga anaknya, seperti mengkode untuk membawa Zelvin ke tempat yang bisa menangani ini. Ia tanpa basa-basi langsung mengangkat tubuh Zelvin.
"HEH?! Mau ngapain?" tanya Zelvin.
"Papa ga kena sawan kan?" tanya Kai. Zelvin mendengar itu pun langsung menarik mulut Kai.
"Gak lah, ada-ada aja kalian" jawab Zelvin sambil turun dari gendongan Abian.
Mereka berempat pun bernapas lega. "Wah, sekarang gitu ya? Udah ngatain aku sawan" ucap Zelvin sambil memasang muka sebalnya itu.
Tak ada jawaban dari keempatnya, Zelvin segera pergi menjauh dari mereka berempat. Padahal ia tadi mau bercanda tetapi malah dikiranya sawan.
Abian segera berlari menghampiri Zelvin. Ketiga anaknya saling menyenggol dan mengejek Kai karena membuat papa mereka ngambek.
"Hayoloh, gua ga ikut-ikutan!" ucap Terry sambil mengangkat kedua tangannya.
"Bang, jangan gitu lah!" panik Kai.
"Minta maaf sono" ucap Bryan. Kai langsung berlari menyusul Abian.
Abian langsung mengangkat tubuh Zelvin secara tiba-tiba. Lagian istrinya itu klo ngambek bawaannya menjauh melulu. "Apa sih? Turunin!" ucap Zelvin sambil menggerakkan tubuhnya agar dilepas oleh Abian.
"Gamau!" ucap Abian. Zelvin langsung menggigit bahu Abian hingga meninggalkan bekas gigitan. Akhirnya Abian melepaskan tubuh Zelvin.
"Gigit sini coba!" ucap Abian sambil memoncongkan bibirnya. Zelvin pun menarik bibir Abian dengan tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Abizel Family (SoobJun)
Fiksi PenggemarKehidupan keluarga Abian dan Zelvin beserta ketiga anaknya yang penuh dengan drama yang tidak jelas, bisa dibilang sepele tapi bagi mereka kecuali Zelvin itu ga sepele. Mau tau kelanjutannya? Yuk bisa yukk baca ceritanya. Ver AU ada di tiktok Socbn...
