Part 35

960 69 10
                                        

"Dad, geseran dikit!" pinta Kai.

"Ga pas njir!" jawab Abian.

Saat ini mereka berlima berada di kamar Abian dan Zelvin, mereka menonton tv serta merebahkan diri mereka di atas kasur yang lumayan lebar itu.

Zelvin berada di tengah-tengah Terry dan Bryan. Sedangkan Kai, ia di tengah tengah antara Terry dan Abian. Wajah Abian mendadak masam karena Zelvin begitu jauh dari jangkauannya, padahal berjarak dua orang doang. Apalagi itu Bryan memeluk manja Zelvin.

"Andai kalian bukan anak gua, paling udah gua lelang" gerutu Abian.

"Heh! Ini aku yang susah-susah ngelahirin mereka, malah kamu seenaknya aja dilelang" ucap Zelvin yang mendengar gerutuan Abian.

"Mampus!" ucap Bryan.

"Udah-udah jangan ribut! Klo ribut kalian berempat keluar sana!" ujar Zelvin.

Mereka semua langsung terdiam setelah mendengar ucapan maung itu tadi. Mereka menonton tv dengan tenang tanpa ada keributan, ya sebenarnya ada sedikit cuman Zelvin hampir pergi meninggalkan mereka tetapi langsung ditahan oleh Bryan.

Sekian lama menonton, pada akhirnya Zelvin tertidur dipelukan anak pertamanya itu. Bryan menyadari jika papanya tertidur itupun tersenyum kemenangan, akhirnya papanya nyaman tertidur dipelukannya.

"Uhuy gua udah siap gantiin Dad!" guman Bryan.

Abian yang baru saja kembali dari kamar mandi itu pun menatap Bryan dengan tatapan kesal. Pasti Bryan tersenyum-senyum gitu karena Zelvin tertidur di dalam pelukan Bryan, padahal yang sebenarnya Zelvin emang sering mengantuk saat menonton film di tv.

"Wleee!" ejek Bryan sambil menjulurkan lidahnya.

"Kurang ajar!" guman Soobin.

Sore pun tiba, Zelvin merasa kasurnya sudah tak sempit lagi sepertinya mereka sudah keluar dari kamar ini. Tetapi tubuhnya juga sedikit terasa berat. Zelvin membuka matanya ternyata sebagian tubuh Abian itu berada di atas tubuhnya.

Zelvin langsung mendorong tubuh Abian agar tak berada di atasnya. Abian langsung memeluk Zelvin, tetapi Zelvin terus menerus mendorong tubuh Abian hingga dirinya pasrah.

Abian memeluk manja istrinya, kemudian mengecup bibirnya. "Ih Ian bau! Mandi sana!" ucap Zelvin.

"Kamu aja belum mandi kok" jawab Abian dengan suara seraknya.

"Kemana mereka?" tanya Zelvin. Tiba-tiba sekali ketiga anaknya ini menghilang, biasanya juga ikut tidur.

"Mereka katanya mau kerkom" jawab Abian. Padahal yang sebenarnya itu Abian memberi uang ke ketiga anaknya untuk tak mengganggunya. Ya untung saja mereka mau menerima sogokan uang itu.

"Ouh. Mandi sana!" gerutu Zelvin saat Abian mencium pipi Zelvin.

"Ya udah ayo!" Abian langsung menggendong tubuh Zelvin ala bridal style.

"Mau ngapain?" tanya Zelvin.

"Mandi bareng lah, kamu kan belum mandi" jawab Soobin.

"Aku udah mandi ya, abis berenang tuh!" ucap Zelvin.

"Halah! Sorenya kan belum, sekarang kita mandi" ajak Abian dengan nada semangatnya.

"GAMAU!" Zelvin memberontak dan badannya terus menerus ia gerakkan hampir saja tubuhnya terjatuh jika saja Abian tak memegangnya dengan erat.

"Udah diam aja!" tegas Abian. Pada akhirnya Zelvin pun terdiam.

Sesampainya di kamar mandi, Abian menurunkan tubuh istrinya. Zelvin hendak berlari pergi dengan cepat Abian menangkap tubuh Zelvin.

Abizel Family (SoobJun)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang