Part 37

954 75 9
                                        

Zelvin terus menerus mendiami Abian, lagian salahnya sendiri pake gaya aneh-aneh. Punggungnya sekarang encok.

“Hamil ga?” tanya Abian sambil melihat Zelvin yang mulai melotot ke arahnya. Tadi pdahal baru aja selesai ngewe.

Zelvin langsung menendang tubuh Abian hingga terjatuh ke lantai. “GAK! Gue udah minum pil KB!” ucap Zelvin dengan nada bangganya.

“Aku kamu! Jangan dibiasakan lo gue gitu!” ucap Abian sambil berdiri, memegangi punggungnya yang kesakitan akibat tendangan Zelvin serta terjatuh.

“Ya!” Zelvin menjawab singkat, dengan wajah cemberut, lalu segera menyelimuti dirinya, seolah-olah ingin menutup seluruh dunia.

“Marah lagi nih?” tanya Abian, dengan nada lembut. Ia segera berbaring di samping Zelvin, kemudian memeluknya dengan erat.

Abian menyibakkan selimut yang menutupi Zelvin, kemudian melirik wajahnya yang sudah tertidur pulas. Ia pun ikut tertidur di samping Zelvin.

Abian terbangun dari tidurnya, ia menoleh ke arah alarm yang sudah menunjukkan jam 5 sore, kemudian ia tertidur lagi. Abian tak menyadari jika Zelvin sudah tak ada di sampingnya.

Abian terbangun sepertinya yang ia peluk ini terlalu empuk. Ia langsung menyibakkan selimutnya ternyata Zelvin sudah tak ada. Ia segera keluar dari kamarnya dan menuruni tangga.

"MBULL!" pekik Abian memanggil Zelvin itu.

Abian berjalan menelusuri tempat dan akhirnya ia menemukan Zelvin yang naik di atas kursi dengan bawahannya itu meja, ia hendak mengganti lampu yang mati itu. Abian segera menghampiri Zelvin, ia tak ingin mengejutkan Zelvin.

Abian terus menerus menatap Zelvin, ia siap menangkapnya jika sewaktu-waktu Zelvin terjatuh. Biar serasa di sinetron klo kata Abian sih.

Saat Zelvin hendak turun, tiba-tiba saja kakinya terasa nyeri akibat terjatuh sebelumnya. Kakinya terkilir, dan tubuhnya sudah tak dapat menahan keseimbangannya.

"IAN!" pekik Zelvin yang merasa panik itu. Abian segera meraih tubuh Zelvin dengan cepat, agar Zelvin tak terjatuh ke lantai.

"Aku di sini, Mbul" ucap Abian dengan lembut sebelum mendudukkan tubuh Zelvin ke atas meja.

Kemudian Abian mendudukkan tubuh Zelvin di atas meja. Lalu ia menurunkan kursi yang berada di atas meja itu.

"Kamu kenapa ga bangunin aku?" tanya Abian.

"Kamu tidur, terus aku tadi ke sini sambil ngangkang hehe. Sakit tauk!" jelas Zelvin dengan menggembungkan pipinya.

Abian langsung mencubit gemas pipi Zelvin. "Makanya bangunin aku dulu, udah tau pantatnya sakit masih aja nekat" ucap Soobin.

"Ya maap. Ian marah?" tanya Zelvin dengan wajah berbinar. Abian langsung mencium pipi Zelvin.

"Jangan gemas gemas, gula aja kalah sama kamu!" ucap Abian.

"Manis ya?" tanya Zelvin dengan wajah centilnya.

"Asin!" ejek Abian. Senyum Zelvin mendadak memudar, ia mencubit pinggang Abian sesekali dipelintir.

"ADUH ADUH! SAKIT!" pekik Abian.

Setelah acara bermesraan itu selesai. Tak terasa hari sudah malam, sepertinya ketiga anaknya ini memilih menginap di rumah teman mereka. Ya karena alasan kerkom dan kadang sekalian nginep.

Abian memangku tubuh Zelvin sambil dirinya disuapi oleh sang istri. "Udah gede minta disuapin" gerutu Zelvin. Lagipun ia juga nurut aja jika disuruh.

"Istri itu harus nurut sama suami. Cup!" Abian mengecup pipi gembil istrinya.

Abizel Family (SoobJun)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang