Part 40

960 86 13
                                        

Keesokan harinya dipastikan Zelvin sakit ya karena ia belum terbiasa mendaki gunung dan jalannya curam serta menanjak.

Saat ini Zelvin berada di ruang tamu sambil menonton ketiga anaknya bermain PS itu. Abian datang menghampiri mereka semua, ia menempelkan sebuah kompres penurun demam ke dahi Zelvin.

"Jangan naik gunung lagi klo endingnya kamu sakit gini" ucap Abian. Zelvin hanya tersenyum saja.

"Kan aku penasaran, temenku dulu udah pada naik ke gunung" ucap Zelvin.

"Temen kamu yang mana?" tanya Abian.

"Bukannya kamu udah tau ya?" tanyanya balik sambil memutar bola matanya.

"Ya siapa tau nambah lagi kan" ucap Abian sambil mengangkat kaki Zelvin ke atas pahanya. Lalu memijatnya.

"Engga, tetep si Maven, Jevan sama itu tuh. Tau kan?" jawab Zelvin.

" 'Itu tuh' yang kamu maksud siapa?" tanya Abian.

"Ih pura-pura gatau, yang aku pukulin waktu itu siapa klo bukan kamu sama dia" jawab Zelvin.

"Cak—" Zelvin langsung menarik bibir Abian.

"Jangan perjelas, aku ngantuk" ucap Zelvin sambil menyamankan posisinya di sofa.

Beberapa jam berlalu, tak terasa hari sudah mulai siang tetapi Zelvin masih tetap tertidur di sofa. "Dad, gamau pindahin papa ke kamar gitu?" tanya Bryan.

"Ini mau di pindahin, tadi baru aja tidur makanya gua ga berani angkat dulu. Nunggu dia nyenyak dulu" ucap Abian.

"Kasihan papa sampe demam gitu" ucap Kai sambil menatap Zelvin yang berwajah pucat dengan dahi yang sudah tertempel penurun demam.

"Kemarin kayak seneng gitu, pulangnya langsung tepar" ucap Terry.

Abian mengangkat tubuh Zelvin, ia menggendongnya menuju kamar. Sesampainya di kamar ia membaringkan tubuh Zelvin.

Sore pun tiba, Zelvin terbangun dari tidurnya. Ia menatap jan alarm yang menunjukkan pukul 4 sore. Ia segera keluar dari kamar.

Baru saja Zelvin menutup pintu kamarnya, tercium aroma aroma yang menyengat dan juga bau sesuatu yang hangus atau gosong. Perasaannya mulai tidak enak, ia segera turun dari tangga dan berlari menuju dapur.

Sudah ia duga jika itu kelakuan mereka berempat, Zelvin tak mau mengejutkan mereka jadi ia melihat mereka.

Dapurnya berserakan dengan beberapa tepung yang ada di lantai serta beberapa sayuran juga. Serasa ia berada di pasar yang banyak pembelinya.

Zelvin melotot saat Terry memasukkan sesuatu ke penggorengan mendadak api muncul dari wajan itu.

"HEH?! KALIAN INI NGAPAIN?!" pekik Zelvin.

"NJIR STREAK TIKTOK GUA BELUM NYALA!" pekik Kai saat melihat api yang membara di depannya.

"Goblok malah keinget streak tiktok" ucap Bryan.

Terry segera mematikan kompornya tetapi api terus menerus keluar dari atas wajan.

Abian yang sedang membuat kue itu segera mengambil air di baskom lalu menyiramkannya langsung. Bukannya api itu mereda tetapi muncul masalah, minyak itu muncrat kemana-mana karena Abian menyiramnya.

Zelvin hanya bisa menatap dapurnya yang sudah berkabut hitam karena kelakuan mereka, bukan hanya dapurnya ini juga bisa sampai ke satu rumah.

Mereka berempat menoleh ke arah Zelvin yang sedang menatap wajan itu. Rasanya Zelvin ingin memarahi mereka akan tetapi dirinya masih demam dan pusing. Ia juga tidak mood untuk memarahi mereka.

Abizel Family (SoobJun)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang