Part 34

997 88 14
                                        

Zelvin terbangun dari tidurnya kemudian ia melihat jam alarm yang berada di meja. Matanya mendadak melotot karena jam menunjukkan pukul 7 lebih. Bukannya hari ini hari Abian berkerja serta ketiga anaknya ini sekolah ya? Zelvin dengan rasa panik buru-buru beranjak dari kasur.

Bruk!

Dirinya terjatuh karena kakinya masih menyangkut di selimut yang masih menyelimuti Abian. Tanpa memperdulikan rasa sakit, ia segera berlari membangunka ketiga anaknya.

Zelvin memasuki kamar anak tertuanya. "Abang!!! Bangun!" pekik Zelvin. Beomgyu masih saja tertidur pulas.

Yeonjun menghampiri Beomgyu yang tertidur itu kemudian ia goyang-goyangkan tubuh anaknya itu. "Bang bangun! Bukannya sekolah kok malah tidur!" gerutu Zelvin.

"5 menit lagi, Pa! Bry masih ngantuk" ucap Bryan sambil memeluk guling. Zelvin langsung menarik guling Bryan tetapi tetap saja tidak berpengaruh pada anak tertuanya.

Zelvin pun segera pergi ke kamar anak terakhirnya. "Adek!! Ayo bangun!" pekik Zelvin. Lagi-lagi Kai sedikit terbangun.

"Kai masih ngantuk, Pa!" Kai langsung menutupi tubuhnya dengan selimut. Segala cara Zelvin untuk membangunkan anak terakhirnya ini sia-sia.

Pada akhirnya ia berpindah pada anak tengahnya. "Abang! Bangun udah pagi ini!" pekik Zelvin. Terry terbangun dari tidurnya kemudian melihat jam.

"Nanti aja ya Pa! Biasanya dibangunin jam 8 an" ucap Terry kemudian tertidur lagi. Udah lah Zelvin badmood mendadak, padahal hari ini itu hari mereka ke sekolah.

Zelvin tak ada pilihan lagi selain membawa panci beserta sendok yang ia ambil dari dapur guna untuk membangunkan ketiga anaknya beserta suaminya itu.

Tong!

Tong!

Tong!

Zelvin memukul panci tersebut menggunakan sendok, suaranya terdengar nyaring hingga mereka semua terbangun tetapi mungkin tertidur lagi.

"BANGUN!! UDAH PAGI KALIAN YA SEKOLAH? MAU BOLOS GITU?! TERUS ABIAN HARI INI GA KERJA LAGI?!" pekik Zelvin.

Mereka semua langsung keluar dari kamar masing-masing. Zelvin berkacak pinggan sambil menatap mereka berempat.

"Hari ini hari Jumat loh!" ucap Zelvin. Mereka semua menatap bingung ke Zelvin, bukannya hari ini hari Sabtu ya? Mereka bertiga kan libur. Klo Abian mungkin meliburkan dirinya sendiri.

Abian mendekat ke Zelvin kemudian memperlihatkan wallpaper hpnya yang terdapat jam serta tanggal dan hari. Jangan lupakan wallpaper Abian itu fotonya Zelvin.

Zelvin langsung terduduk ke lantai sambil melamun sungguh dirinya jadi tak enak karena membangunkan mereka. Tau gitu dirinya tidur aja tadi. Mereka langsung jongkok di depan Zelvin, mereka takut jika Zelvin kenapa-kenapa karena tatapannya mendadak kosong.

"Pa? Gapapa kan?" tanya Bryan sambil menggoyangkan tangannya.

"Pa, jangan bikin kita khawatir!" ucap Terry.

"Papa ada sakit kah?" tanya Kai.

"Sayang, kamu tadi abis jatuh?" tanya Abian yang sempat melihat lutut Zelvin yang sedikit memar itu.

"Ya emang abis jatuh" jawab Zelvin. Mereka langsung lega akhirnya Zelvin buka suara.

"Papa abis jatuh darimana?" tanya Bryan.

Bukan hanya Bryan yang bertanya tetapi Terry dan juga Kai memberikan banyak pertanyaan ke Zelvin. Padahal ia hanya jatuh dan sedikit memar di lututnya, ini juga tidak terlalu sakit. Terutama Abian yang juga ikut-ikutan bertanya melulu.

Abizel Family (SoobJun)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang