Sudah semingguan Zelvin mendiami suami dan juga ketiga anaknya. Mereka selalu mengikuti Zelvin kemanapun sambil berucap pemintaan maaf mereka karena sudah membuat dapur hampir terbakar.
Ya Zelvin melihat dapurnya yang sekarang sudah di renovasi oleh mereka berempat tanpa campur tangan tukang. Zelvin menghargai ke effort an mereka, akan tetapi Zelvin berusaha untuk diam dan tidak merespon apa-apa.
Zelvin berbaring di sofa sambil memandang hpnya, sekalian ia menunggu paketnya datang makanya ia berada di ruang tamu. Ia menoleh sedikit ke arah keempat dominant itu. Bisa dibilang mereka duduk di dekat Zelvin sambil menundukkan kepala mereka.
"Pa... Udah seminggu loh, papa gamau maafin kita?" tanya Abian dengan nada lesu. Zelvin hanya menghiraukannya.
Mereka berempat sangat rindu dengan masakan Zelvin, akan tetapi Zelvin terus menerus memesankan mereka makanan dan beralasan jika ia membelinya kebanyakan jadi diberikan kepada suami dan ketiga anaknya.
Ting! Tong!
Zelvin beranjak dari sofa tanpa melihat mereka berempat yang sedang menatapnya. Ia membuka pintu itu dan segera mengambil paket pesanannya.
Setelah itu, ia pergi menuju kamar. Zelvin pikir mungkin mereka tak akan mengikutinya lagi, lagipula ia sudah mendiami mereka selama semingguan ini.
Tapi hal tak terduga terjadi, ternyata mereka mengikuti Zelvin hingga masuk ke kamar. Biasanya juga cuman sampai di depan pintu doang.
Zelvin meletakkan paketnya di atas meja lalu berbaring dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Papa jangan ngambekin kita lagi. Kita kangen sama Papa" ucap Bryan.
"Papa udah ga sayang sama kita lagi ya?" tanya Kai dengan nada lesunya.
"Papa mau nikah lagi terus ninggalin Dad kah?" tanya Terry.
Abian mendengar ucapan Terry itu hatinya langsung tergores. Bisa-bisanya anak kurang ajar itu mengucapkan kata seperti itu. Untungnya Abian masih sabar ya karena mereka masih dingambekin oleh sang Ratu Zelvin ini.
Zelvin mendengar ucapan Terry itu menahan tawa, pasti raut wajah Abian langsung lesu saat mendengar ucapan Terry itu.
"Jaga omongan lo, bocah!" gerutu Abian dengan nada lirih.
"Aman, nanti gua jadi calon bapak kalian" ucap Bryan dengan nada lirih.
Ini mereka aslinya berniat mau meminta maaf serta memohon agar Zelvin tidak ngambek lagi atau ngelawak sih? Zelvin hanya bisa menggelengkan kepalanya di dalam selimut.
"Berisik, keluar sana!" teriak Zelvin.
Mereka berempat langsung terdiam dan tak beranjak keluar dari pintu kamar.
"Kai kangen di peluk sama papa" ucap Kai sambil mengerucutkan bibirnya.
"Papa ga sayang sama anak papa ini kah?" tanya Terry.
Zelvin juga merasa kasihan dengan suami dan ketiga anaknya. Ia juga tak tega mendiami mereka. Tanpa pikir panjang Zelvin menyibakkan selimutnya dan menatap mereka.
"Sini Papa peluk" ucap Zelvin sambil merentangkan tangannya. Ketiga anaknya langsung naik ke kasur dan memeluknya.
"Papa sayang kita kan?" tanya Bryan.
"Sayang dong, masa engga" ucap Zelvin.
"Aku engga di sayang nih?" tanya Abian sambil mengerucutkan bibirnya.
"Udah ga pas, sana-sana" usir Bryan sambil memeluk erat Zelvin sesekali mencium pipinya juga.
Zelvin mengkode Abian untuk menunggunya nanti saja. Ia juga akan mendapat jatah lebih banyak daripada anak-anaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Abizel Family (SoobJun)
FanfictionKehidupan keluarga Abian dan Zelvin beserta ketiga anaknya yang penuh dengan drama yang tidak jelas, bisa dibilang sepele tapi bagi mereka kecuali Zelvin itu ga sepele. Mau tau kelanjutannya? Yuk bisa yukk baca ceritanya. Ver AU ada di tiktok Socbn...
