Hoseok | Sweet Monster | Pt.7 End

148 18 3
                                        

Sebelum langit benar-benar berubah gelap, Hoseok berdiri di sisi jalan setapak, memandangi punggung Yn yang perlahan menjauh, setelah mengantar gadis itu hingga ke batas antara hutan Jirisan dan juga desa tempat nenek Yn tinggal.

Sebelum berpisah, Hoseok sempat berkata pada Yn. "Hati-hati. Dunia di luar hutan, kadang lebih liar dari hutan itu sendiri."

Yn hanya mengangguk dan tersenyum samar, lalu berjalan turun tanpa menoleh lagi. Tapi ia tahu, Hoseok masih memandanginya sampai punggungnya tak lagi terlihat.

.

Sesampainya di rumah, Lini hampir saja memarahi Yn karena menghilang seharian, tapi raut wajah Yn yang lelah dan luka di sudut pelipisnya membuat semua amarah menguap.

"Dari mana kau seharian ini?" Tanya neneknya yang khawatir, menghampiri Yn dengan langkah tergesa-gesa

Yn tidak menjawab langsung. Ia duduk di ruang tengah, menatap lantai sejenak, lalu menatap lurus ke arah sang nenek. "Aku tahu siapa yang menyebabkan semua orang hilang di Gunung Jirisan."

Nenek Yn tercengang. "Apa maksudmu?"

"Bukan roh hutan. Bukan makhluk gaib seperti yang mereka ceritakan. Tapi seorang pria paruh baya yang sering mendaki di gunung Jirisan. Dia melukai orang-orang sebelum akhirnya menyekap mereka di dalam sebuah gua dan mengambil organ dalam mereka." Jelas Yn dengan raut wajah seriusnya

Mendengar hal itu, Lini menutup mulutnya, terperangah. Sedangkan wajah nenek Yn, pucat seketika.

"Dia mendorongku hingga aku nyaris mati. Tapi aku diselamatkan." Lanjut Yn, suaranya tetap tenang walau matanya masih menyimpan bayang-bayang ketakutan

Neneknya berdiri tergesa, langsung mengambil ponsel dari atas meja. "Kita harus melaporkannya sekarang."

.

Beberapa jam kemudian, regu polisi dan petugas pencari dikerahkan menuju gua yang telah Yn tandai di peta sederhana. Dengan penerangan senter dan perlengkapan lengkap, mereka masuk menyusuri hutan yang mulai diliputi malam.

Dan di dalam gua itu-pria paruh baya itu masih ada. Duduk di sudut gelap, tertunduk diam. Ia tak melawan saat polisi memborgol tangannya. Di sekelilingnya, alat-alat tajam, plastik pembungkus, dan sisa-sisa tragis yang membungkam siapa pun yang melihatnya.

.

Berita cepat menyebar ke seluruh penjuru desa. Semua orang yang selama ini mengira hutan Jirisan penuh penunggu akhirnya tahu-yang paling menakutkan di hutan bukan roh, tapi manusia.

Dan di balik pengungkapan itu, hanya segelintir orang yang tahu bahwa penyelamat pertama bukanlah polisi, melainkan sosok sunyi yang tinggal di antara akar dan angin - Hoseok, penjaga hutan yang tak terlihat.

.

6 bulan telah berlalu sejak kejadian itu.

Kota kembali menyita keseharian Yn dan Lini dengan hiruk pikuknya. Kelas, tugas, dan jadwal yang tak pernah berhenti seolah menggiring mereka menjauh dari sunyi dan damai hutan Jirisan. Tapi meski jarak memisahkan, tak sedikit pun bayangan Hoseok menghilang dari hati Yn.

Setiap malam, saat memandang langit dari jendela kamarnya, Yn selalu mengingat tatapan tenang Hoseok, suaranya yang lembut, dan pelukan hangat di tengah gelapnya hutan. Bukan sekadar rasa terima kasih. Tapi sesuatu yang lebih dalam dari itu. Yang mengakar di relung yang tak ia pahami sepenuhnya.

"Masih memikirkannya?" Tanya Lini saat melihat sahabatnya memandangi langit malam dengan senyum tipisnya

Yn hanya tersenyum kecil. "Kau benar, aku memikirkannya sekaligus merindukannya."

7 FantasyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang