Hoseok menyusup masuk ke dalam gua yang sempit, membiarkan matanya beradaptasi dengan gelap dan cahaya senter yang redup. Suara napas berat, dentingan logam, dan bau besi-semuanya memenuhi inderanya. Ia tidak butuh banyak waktu untuk melihatnya.
Yn.
Gadis itu terbaring lemah di atas meja kayu tua, tubuhnya penuh luka dan darah kering. Wajahnya pucat, nyaris tak bergerak. Hanya dada yang naik turun perlahan menandakan ia masih hidup. Hoseok mengepalkan rahangnya. Mata merahnya menyala samar dalam kegelapan.
Beberapa langkah dari sana, pria paruh baya itu tengah membungkuk, menyiapkan pisau dan alat-alat tajam dengan ketenangan mengerikan. Ia bahkan bersenandung pelan-sebuah ironi yang membuat darah Hoseok mendidih.
Tanpa suara, Hoseok melangkah maju, seperti bayangan yang dikirim oleh hutan itu sendiri. Dan dalam satu hentakan cepat, ia merebut pisau dari tangan si pria dan membanting tubuhnya ke dinding gua.
Pria paruh baya itu mengerang, jatuh terduduk dengan ekspresi terkejut. Hoseok berdiri di hadapannya, tubuhnya tegak, sorot matanya tajam seperti serigala yang siap menerkam.
"Siapa-!" Teriak pria itu, panik.
"Aku akan bertanya sekali," Ucap Hoseok dingin. "Kenapa kau menyentuh gadis ini?"
Pria paruh baya itu menyipitkan mata, napasnya terengah. Ia tersenyum miring meski darah merembes dari sudut bibirnya. "Aku tahu siapa kau... Kau bukan manusia. Kau penjaga hutan ini, bukan?"
Hoseok tidak menjawab. Ia menoleh ke arah Yn sebentar-masih tak sadarkan diri, tapi tubuhnya perlahan mulai bergerak.
Pria paruh baya itu melanjutkan, suaranya rendah dan bernada penuh kebencian, "Organ gadis itu... akan laku mahal. Dan kalau aku bisa menangkap kau juga-bayangkan berapa harga tubuh makhluk aneh sepertimu."
Itu cukup.
Tanpa peringatan, Hoseok menendang pria itu hingga terpental, menghantam dinding gua sekali lagi.
"Aku sudah beri kau kesempatan," Ucap Hoseok, mendekat ke arah pria paruh baya itu - bersiap untuk melenyapkannya sebelum ia kembali mengotori gunung Jirisan dengan darah
Namun sebelum ia bergerak lebih jauh, suara lirih terdengar di belakangnya. "...Hoseok...?"
Hoseok menoleh. Yn menggeliat lemah, matanya perlahan terbuka. Ia tampak bingung dan ketakutan, tapi tatapannya langsung menangkap Hoseok-dan di matanya, ada sedikit rasa lega yang muncul di tengah kekacauan.
Hoseok segera menghampiri Yn, berlutut dan menyentuh bahu gadis itu dengan hati-hati. "Aku di sini," Ucapnya lembut. "Kau aman sekarang."
Hoseok menatap Yn yang mulai sadar dengan pandangan penuh kekhawatiran. Meski luka-lukanya tampak parah, ia bersyukur melihat gadis itu masih hidup, masih bisa memanggil namanya meski dengan suara nyaris tak terdengar.
"Apa... yang terjadi?" Gumam Yn, suaranya gemetar.
Hoseok menggeleng pelan. "Jangan bicara dulu. Kau terluka. Aku akan membawamu keluar dari sini."
Sejenak Hoseok menoleh ke arah pria paruh baya yang kini tak sadarkan diri di lantai gua. Darah mengalir dari pelipisnya, tapi napasnya masih ada. Hoseok tahu, membunuhnya akan mudah. Tapi tidak. Hutan punya caranya sendiri untuk menghakimi orang seperti dia.
Dengan lembut, Hoseok mengangkat tubuh Yn ke pelukannya. Gadis itu meringis pelan, namun tidak menolak. Ia bersandar pada dada Hoseok, dan untuk pertama kalinya, ia merasa benar-benar aman-meskipun masih di tengah hutan yang hampir merenggut nyawanya.
Langkah demi langkah, Hoseok membawanya keluar dari gua. Cahaya siang menyambut mereka begitu mereka keluar dari celah batu itu, dan udara segar memenuhi paru-paru mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
7 Fantasy
FanfictionCast : • Jung Yn (Your name) • Park Jimin | The Devil Of Hell ✓ • Kim Seokjin | I Wish ✓ • Kim Namjoon | My Perfect Destiny ✓ • Jeon Jungkook | Orbit ✓ • Kim Taehyung | Wooden Doll ✓ • Min Yoongi | My Beloved Cat Girl ✓ • Jung Hoseok | Sweet Monster...
