Yn menggeliat pelan dalam tidurnya, lalu perlahan membuka matanya. Ia menoleh ke arah jendela yang terbuka dan mengerutkan kening.
"Angin dari mana ini?" Gumamnya setengah sadar, lalu bangkit untuk menutup jendela.
Namun, sebelum tangannya sempat meraih gagang jendela, ia melihat sesuatu di luar sana.
Sepasang mata merah bersinar samar dalam gelap-menatap lurus ke arahnya dari balik pohon besar di luar rumah.
Tubuh Yn seketika membeku. Matanya melebar. Nafasnya tercekat. "Monster itu..." Bisiknya pelan.
Namun, berbeda dari ketakutan yang ia rasakan sebelumnya, kali ini ada sesuatu yang lain dalam tatapan itu. Bukan ancaman... tapi seperti sebuah panggilan-lembut, sunyi, tapi sangat kuat.
Seketika itu juga, mata merah itu menghilang, seolah hanya ilusi sesaat.
Yn menutup jendela perlahan, lalu memegangi dadanya yang berdegup kencang. Ia kembali ke ranjang, menarik selimutnya hingga menutupi hampir seluruh tubuhnya, namun matanya tetap terbuka menatap langit-langit kamar.
"Hoseok... siapa sebenarnya kau?"
.
Keesokan harinya, ketika matahari mulai menembus jendela, Yn bangun lebih dulu.
Tak berselang lama, Yn mengernyit bingung kala di meja kecil di dekat tempat tidurnya, ia menemukan sesuatu yang aneh - sebuah daun segar, dengan tetesan embun di atasnya, dan seutas benang merah yang terikat rapi.
"Lini, apa kau yang menaruh ini di sini?" Tanyanya pelan, membangunkan sahabatnya.
Lini menggeleng dengan setengah sadar. "Apa? Aku baru bangun."
Yn menatap kembali benda itu. Nalurinya berkata, itu bukan kebetulan.
.
Malamnya lagi, Yn dibuat terusik dengan dinginnya hembusan angin yang mulai menusuk ke tulangnya.
Gadis itu menggeliat kecil dalam tidurnya. Matanya perlahan terbuka, menatap langit-langit kamar yang remang, sebelum akhirnya terdengar suara gemericik lembut dari arah jendela.
Bruk.
Sesuatu seperti bayangan melintas cepat di luar jendela yang terbuka. Yn sontak duduk, menahan napas. Matanya membulat, menatap lekat ke arah luar, namun yang tampak hanya pohon-pohon gelap bergoyang diterpa angin malam.
"Angin saja... hanya angin." Gumamnya pelan, mencoba menenangkan diri. Ia bangkit perlahan dan berjalan menuju jendela, berniat menutupnya kembali.
Namun, sebelum tangannya sempat menyentuh bingkai jendela-sebuah suara berat dan dalam terdengar tepat di belakangnya.
"Kau tidak seharusnya sendirian saat malam begini."
Yn membeku. Suara itu... sangat familiar. Pelan-pelan, ia menoleh ke belakang, dan mendapati sesosok pria berdiri di pojok ruangan, samar oleh cahaya bulan. Mata merahnya tampak bercahaya, namun wajahnya tidak terlihat mengancam seperti sebelumnya.
"Ka-Kau." Suara Yn tercekat di tenggorokannya. "Bagaimana kau bisa masuk?"
Pria itu-Hoseok-tak menjawab. Ia hanya menatap Yn seolah hendak mengatakan sesuatu, namun ragu. Suasana menjadi hening beberapa saat sebelum akhirnya ia melangkah pelan ke arah jendela.
"Aku ingin memastikan kau baik-baik saja." katanya, lalu menatap langit malam. "Setelah kau pergi, aku merasa... tak biasa."
Yn masih berdiri mematung. "Kau bukan manusia kan?" Tanyanya pelan.
Hoseok mengangguk sekali. "Tidak sepenuhnya. Tapi malam itu... aku mendengar tangisanmu. Dan... aku tidak tahan membiarkanmu terluka."
Seketika, ketakutan di hati Yn berubah menjadi rasa penasaran. Ia tidak tahu harus berkata apa, hanya mampu berdiri terpaku, menatap makhluk yang pernah ia takutkan, namun kini menyelamatkannya dua kali.
KAMU SEDANG MEMBACA
7 Fantasy
FanfictionCast : • Jung Yn (Your name) • Park Jimin | The Devil Of Hell ✓ • Kim Seokjin | I Wish ✓ • Kim Namjoon | My Perfect Destiny ✓ • Jeon Jungkook | Orbit ✓ • Kim Taehyung | Wooden Doll ✓ • Min Yoongi | My Beloved Cat Girl ✓ • Jung Hoseok | Sweet Monster...
