Hoseok | Sweet Monster | Pt.2

139 21 12
                                        

"Apa dia belum pulang juga?" Tanya Lini pada dirinya sendiri, setelah pulang dari berjalan-jalan di sekitar rumah nenek Yn, namun tak menemukan Yn di kamar mereka

Sontak, pikiran buruk pun mulai terlintas di benaknya. Seperti, Yn tersesat di gunung jirisan atau lebih buruknya, temannya itu dibunuh oleh monster penunggu gunung tersebut.

"Bagaimana ini? Aku harus beritahu nenek Yn kalau ia belum juga pulang dari sana." Sambungnya khawatir mengingat hari sudah sore namun temannya itu tak kunjung pulang juga

Tanpa menunggu waktu lagi, Lini berlari keluar untuk mencari nenek Yn. Ia berlari ke rumah salah satu warga yang sempat di lewatinya tadi, dimana ia tak sengaja melihat nenek temannya itu sedang berada di sana.

Dan benar saja, nenek Yn masih berada di sana bersama beberapa teman sebayanya - bergosip sembari memakan cemilan khas desa tersebut.

"Nenek, gawat." Teriak Lini, menghampiri nenek temannya itu

"Gawat kenapa?" Tanya nenek Yn yang mulai di liputi perasaan khawatir setelah melihat raut wajah teman cucunya

"Yn belum pulang juga dari gunung Jirisan." Terang Lini hingga sontak membuat nenek Yn, terjatuh - terkejut

.

Jung Hoseok, pria yang muncul dan mengagetkan Yn dengan darah di sekitar bibirnya - terdiam sembari menatap gadis di depannya dengan tatapan matanya yang datar.

Bukannya melukai Yn, Hoseok tiba-tiba saja menarik tubuh gadis itu lalu mengangkutnya di pundaknya, kemudian melompat ke atas tanpa kesulitan sedikit pun.

Sesudahnya, Hoseok menurunkan Yn dari pundaknya. Membaringkannya di bawah pohon beringin berakar besar, lalu pergi dari sana.

Tak lama, Hoseok kembali dengan beberapa tanaman obat di tangannya dan dengan hati-hati mulai menaruh tanaman obat tersebut di beberapa titik pada tubuh Yn yang terluka karena terjatuh dari jurang tadi.

"Aaaaw." Yn meringis di bawah alam sadarnya, tanpa menyadari bahwa pria yang mengagetkannya tadi, telah menyelamatkan dirinya

"Hiks hiks, sakit." Sambung Yn, sembari menangis dan membuka pejaman matanya

"Aaaaaaaaa. Menjauh dariku. Ku mohon. Dagingku rasanya tidak enak. Pahit pahit pahit." Ucap Yn setelah berteriak ketakutan saat pertama kali membuka pejaman matanya dan mendapati wajah pria dengan darah di sekitar bibirnya, telah berada tepat di depan wajahnya

Dengan takut, Yn menutupi wajahnya dengan lengannya, berharap pria di depannya itu sudah pergi meninggalkannya.

Namun bukannya pergi, Hoseok malah memandang Yn tanpa henti sembari melap darah di sekitar bibirnya dengan punggung tangannya.

.

Kini, para warga di kerahkan untuk mencari keberadaan Yn di hutan Jirisan. Namun setelah beberapa jam mencari, yang di caripun tak kunjung ketemu juga.

"YN! JUNG YN, KAU ADA DI MANA?" Teriak Lini yang ikut mencari keberadaan Yn dan masih berusaha untuk menemukannya walau lelah mulai melandanya

"Nek, sebaiknya nenek pulang saja. Biar aku dan yang lainnya yang mencari Yn." Ucap Lini pada nenek Yn yang ikut bersamanya, mencari cucunya itu

Nenek Yn menggeleng sembari memegang tongkat kayunya yang ia gunakan untuk naik ke gunung jirisan. "Aku harus mencari Yn. Jangan sampai penunggu itu menemukannya lebih dulu."

"Benar apa kata teman cucu nenek. Sebaiknya nenek pulang saja, biar kami yang mencarinya." Sahut salah satu warga yang mencari Yn sejak tadi

Nenek Yn kembali menggeleng, kemudian melanjutkan perjalanannya untuk mencari Yn, tanpa kenal lelah dan sakit.

.

"Apa dia sudah pergi?" Batin Yn penasaran, saat keheningan mulai melandanya

Yn ingin memastikan bahwa pria itu sudah pergi, namun rasa takut membuatnya enggan untuk menjauhkan tangannya dari wajahnya hingga ia memilih menunggu beberapa saat dengan posisi yang sama seperti sebelumnya.

"Sepertinya dia sudah per... Aaaaaaaa."

Yn kembali berteriak saat Hoseok tiba-tiba saja mengangkat tubuhnya ke bahunya, kemudian melompat ke atas pohon.

"Turunkan aku. Turunkan aku." Pinta Yn saat Hoseok membawanya, melompati tiap dahan pohon yang ada di hutan tersebut

"Jika kau takut, pejamkan saja matamu." Suruh Hoseok

Seketika itu juga, Yn pun memejamkan matanya sembari berdoa dalam hati. Berdoa agar ia di berikan keselamatan dan terlepas dari pria misterius dan menyeramkan itu.

Beberapa saat kemudian, Hoseok menurunkan Yn dari pundaknya. Menurunkan gadis itu di perbatasan hutan, kemudian meninggalkannya begitu saja sebelum Yn sempat membuka matanya.

Saat Yn membuka matanya, ia pun bernapas lega setelah mengetahui bahwa pria tadi sudah pergi meninggalkannya. Dan dengan sisa tenaganya, ia lantas berjalan pergi dari sana - pulang ke rumah neneknya dengan susah payah.

Bertepatan saat Yn kembali ke desa, orang-orang yang mencarinya juga telah kembali mengingat hari sudah gelap.

Nenek Yn yang tengah dipapah oleh Lini, sontak membulatkan matanya saat melihat dari kejauhan, sang cucu sudah pulang.

Lupa akan lelah dan sakit di kakinya, sang nenek lantas berlari menghampiri Yn, kemudian memeluknya dengan erat.

.

"Jung Yn. Jujurlah padaku. Sebenarnya, apa yang terjadi padamu? Apa kau bertemu dengan monster jirisan?" Tanya Lini saat ia dan Yn tengah berbaring di kamar setelah membersihkan diri dan melewati hari yang melelahkan

Yn yang sejak tadi diam, kemudian mulai buka suara. "Kau benar. Di gunung jirisan memang ada monsternya."

"APA?"

"Hus, pelankan suaramu. Nanti nenekku terbangun." Suruh Yn setelah Lini berteriak kaget

Lini mengangguk lalu mendudukkan dirinya di samping Yn yang sudah lebih dulu bangun dari pembaringannya. "Jadi apa monster itu melakukan apa padamu? Apa dia yang menyebabkanmu terluka seperti itu?"

Yn menggeleng. "Tidak. Bukan dia tapi karena aku terjatuh dari jurang setelah merasa di ikuti oleh seseorang. Sebaliknya, ia yang mengobatiku dan mengantarkan ku keluar dari hutan."

"Benarkah? Mungkin kau salah orang. Yang kau temui mungkin bukan monster jirisan, tapi orang yang juga sedang mendaki di sana." Sahut Lini, tak percaya

"Aku serius. Dia memang monster itu. Buktinya ia berhasil membawaku keluar dari jurang lalu mengangkat tubuhku di bahunya dan melompat di antara dahan-dahan pohon yang tinggi. Sungguh, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri." Jelas Yn yang mulai kesal setelah Lini tak mempercayainya

Lini masih sulit untuk mempercayai cerita Yn. Apalagi cerita temannya itu berbeda dengan cerita yang ia baca di media sosial yang beredar akhir-akhir ini. "Benarkah? Tapi kenapa monster itu menyelamatkanmu. Harusnya kan dia melukaimu seperti cerita-cerita yang beredar."

Yn seketika terdiam. "Tunggu. Jadi kau berharap aku dilukai oleh monster itu?"

"Tidak. Bukan begitu maksudku. Hanya saja kan, cerita yang kau alami dan cerita yang beredar cukup berbeda. Jadi aku bingung untuk mempercayai yang mana." Jawab Lini sembari menggeleng

Yn pun menghela napas berat, kemudian menatap temannya dengan tatapan meyakinkan. "Cukup percayai aku saja. Lagi pula aku sudah mengalaminya sendiri. Tak mungkin kan aku bohong. Buktinya sekarang, aku kembali dengan selamat."

.

Di dalam hutan Jirisan yang dingin, gelap dan juga lembab, Hoseok tengah duduk di atas dahan pohon yang besar sembari ditemani suara para jangkrik dan juga binatang malam lainnya.















Tbc

Kemarin yang nanyain kapan lanjut. Nih, author lanjut.

Gimana? Kalian udah gak penasaran lagi kan 🤭

Dan seperti biasa, setelah baca cerita ini, jangan lupa like dan komen sebanyak-banyaknya ya 😗😗😗 soalnya, like dan komen kalian sangat penting buat author serta berpengaruh untuk kelanjutan dan keberlangsungan cerita ini 😉😉😉

7 FantasyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang