Keesokan harinya If memberitahu orang tuanya jika ia dan Jeslyn sudah berpacaran. Respon Sheira dan Bella penuh kekhawatiran, tapi mereka menutupi semua itu. Mereka sangat senang mengenai hal itu, tapi mereka juga khawatir mengenai keselamatan If.
"M--mommy bahagia kalian bersama, kalian harus saling jaga ya". Ujar Bella.
Sheira hanya tersenyum menatap istri dan anaknya.
"Makasih ya mom, dad. Oh ya If ijin ya nanti sore mau keluar. If mau main skate sama Griffin, Syanin, Lexis, Cia, dan Jeslyn". Ujar If.
"Kok Jeslyn ikut? Emang udah sembuh?". Tanya Bella.
"Kata dia udah mom. Jadi If bolehin". Jawab If.
"Jangan kecapean ya". Ujar Bella
"Jangan pulang kemaleman, besok sekolah". Ucap Sheira.
"Oteyy dad, mom. I love you". Ujar If yang diakhiri dengan mencium orang tuanya.
Setelah If pergi Bella menggenggam tangan Sheira. Ia sangat khawatir dengan keselamatan If ke depannya.
"Dad gimana sayang?". Ujar Bella khawatir.
"Kamu tenang aja ya, aku akan cari tahu info tentang Rio. Hari ini juga aku akan tugasin beberapa orang untuk mencari keberadaan Rio". Ucap Sheira.
Sheira memanggil beberapa anak buahnya yang terlatih untuk melakukan tugas itu. Mengingat saat menolong Jessi, ia melihat sendiri bagaimana bentuk anak buah Rio. Jadi ia tidak akan menugaskan orang sembarangan. Ia harus gerak cepat karena ini menyangkut keselamatan anaknya.
"Saya ada tugas untuk kalian. Cari seseorang yang bernama Rio Antonio. Dia pernah dipenjara di penjara kota. Cari info apapun tentang dia. Saya harap kalian dapat info secepatnya". Perintah Sheira.
"Baik miss". Jawab mereka serentak.
***
Pada sore hari mereka sudah berkumpul di skatepark. If, Griffin, Syanin, dan Lexis sedang mempersiapkan skateboard mereka.
"Anjayy skate baruu". Ujar Griffin setelah melihat skateboard yang baru saja Lexis keluarkan.
"Woii iyaa dongg, gimana cakep gak?". Tanya Lexis sambil menyombongkan skateboardnya.
"Cakep, cuma agak kurang gitu". Ucap Syanin.
"Iya keliatan masih standar". Lanjut If.
"Ini baru beli belum dimodif. Baru pertama dipake ini". Ucap Lexis.
"Pantesan kok kalem banget biasanya rame banget tuh skateboard warna-warni". Ucap Griffin membuat semua tertawa.
"Pada norak gak ngerti style". Sewot Lexis.
"Oke siap si paling style". Ledek If yang dibalas dengan tatapan malas oleh Lexis.
"Skateboard kamu yang kemaren mana?". Tanya Syanin.
"Skateboard dia itu patah jadi dua. Gatau gimana cara dia pakai padahal itu skateboard mahal". Bukan Lexis yang menjawab, tapi Cia.
"Semahal apapun barang dan seberkualitas apapun pasti rusak di tangan dia". Ledek Griffin.
"He'emm.. sama aja kek bubu. Mama aja sampe heran ngadepin bapak dan anak itu". Ujar Cia.
"Dah lah ayo main dari pada bully aku terus". Ajak Lexis.
"Iya-iya"
Mereka mulai bermain skate kecuali If karena ia mau bicara dengan Jeslyn dulu.
"Kamu sama Cia duduk di sini aja ya"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Happiness
General FictionSequel Choice of My Heart dan My Enemy is My Love.
