45

34 5 0
                                        

Sebelum liburan semester, sekolah selalu mengadakan classmeet. Semua kelas wajib mengikuti perlombaan yang diadakan. Saat ini mereka semua telah berkumpul di lapangan untuk bersiap mengikuti lomba.

"Kamu ikut lomba apa aja yang?". Tanya Cia.

"Kasti, basket, tarik tambang, lari estafet sama futsal. Kalau kamu?". Ujar Syanin.

"Aku ikut lari estafet aja". Ucap Cia.

"Kok cuma itu?". Tanya Syanin.

"Dia mah mager kak ikut gituan". Bukan Cia yang menjawab, tapi Griffin.

"Huuu.. dasar". Ucap Syanin sambil menangkup pipi Cia dengan satu tangan.

"Capek tauuk ikut lomba gitu, jadi aku ikut satu aja. Yang penting ikut". Ujar Cia.

"Jeslyn ikut apa aja?". Tanya If.

"Sama kayak Cia cuma Jeslyn ngalah sama temennya jadi dia gak ikut kasti". Lagi-lagi Griffin yang menjawab.

"Kamu ngalah bukan karena diintimidasi kan?". Tanya If was-was karena dia takut kejadian dulu terulang lagi.

"Ehh.. nggak kok kak. Aku ngalah karena dia pengen banget ikut". Jawab Jeslyn.

"Beneran?". Tanya If sedikit kurang percaya karena Jeslyn pandai sekali menyembunyikan sesuatu.

"Iya kak. Gak ada hal lain, semua aman". Ucap Jeslyn.

If mengangguk percaya dan tersenyum.

"Jangan sembunyiin apapun ya. Sekarang ada aku, kamu bisa cerita ke aku"

"Iya kak"

Mendengar If dan Jeslyn mengobrol, tiba-tiba Cia nyeletuk.

"Heran banget deh sama kalian. Udah pacaran, tapi manggilnya gitu gak romantis banget. Panggil sayang aja kali gapapa orang sama kita-kita gini"

"Mereka itu malu tahu sayang-sayangan di tempat umum atau banyak orang. Emang kamu yang gak punya malu". Ujar Griffin.

"Biar semua orang tahu kalau ada hubungan dan gak ada yang gangguin". Ucap Cia.

"Gak menjamin sih. Liat aja ntar pasti banyak cegilnya Kak Syanin. Ya gak kak?". Goda Griffin sambil menaik-turunkan alisnya.

Mendengar itu Syanin gelagapan karena Griffin tahu bagaimana cegil Syanin saat beraksi. Karena saat latihan basket pasti cegil Syanin selalu muncul dan Cia tidak tahu itu. Cia hanya tahu tingkah cegil Syanin pada saat ada event saja karena Cia tidak pernah ikut Syanin latihan.

Cia menatap curiga ke arah Syanin. Syanin yang melihat itu langsung membuang muka agar Cia tidak bisa melihat ekspresinya yang gelagapan.

"Kenapa buang muka gitu?". Tanya Cia.

"Siapa yang buang muka? orang aku mau lihat orang-orang". Jawab Syanin mencoba untuk tenang.

"Awas aja kalau kamu tebar pesona". Peringat Cia.

"Hmm.."

"Balik ke sana yuk Nin. Mau mulai kayaknya". Ajak If untuk kembali ke barisan kelas mereka.

"Emang kalian gak bisa di sini aja?". Tanya Cia.

"Bisa aja, cuma kan harus koordinasi sama tim. Ntar kalau udah selesai aku sama Syanin ke sini lagi". Jawab If.

"Atau kalau kalian mau ke sana juga boleh". Ucap Syanin.

"Sebenernya mau banget, tapi berhubung ada geng nenek lampir itu jadi gak dulu. Males banget liat mukanya". Ucap Cia seraya menatap malas Geng Cindy yang sejak tadi mencuri pandang ke arahnya.

The HappinessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang