42

88 9 0
                                        

Keesokan harinya Syanin menuruti permintaan Cia untuk menjemputnya. Ia sudah menunggu di ruang tamu karena Cia sedang menyiapkan bekal. Tak lama kemudian Lexa dan Sheril menampakan dirinya.

"Pagi bubu, pagi tante". Sapa Syanin.

"Pagi//pagi Syanin"

"Jangan lupa PJnya, traktir kopi sama brownies yang kemaren". Ujar Lexa.

Cia sudah menceritakan kejadian semalam dan memberitahu kepada orang yang ada di rumah kalau ia dan Syanin berpacaran. Semua orang senang karena mereka tau Syanin anak yang baik dan cocok untuk Cia.

"Siap bubu"

"Ya udah bubu mau berangkat dulu. Kamu jangan ngebut, hati-hati bawa anak gadis bubu. Kalau sampe dia lecet dikit aja, ilang satu kuping kamu". Ucap Lexa.

"Lebay!". Ujar Sheril sambil melirik Lexa.

"Iya bubu, hati-hati di jalan". Ujar Syanin.

Lexa dan Sheril melangkah keluar rumah sedangkan Syanin duduk lagi di sofa dan berniat membuka aplikasi game di hpnya.

"Sayang maaf nunggu lama". Ujar Cia yang baru saja menampakan dirinya.

Syanin menutup hpnya dan memasukannya ke dalam saku blazer.

"Gapapa sayang". Ujar Syanin yang membuat Cia salah tingkah.

Cia tersenyum malu dengan pipi yang memerah.

"Kamu manggil aku apa?". Tanya Cia.

Syanin yang baru sadar dengan ucapannya pun berusaha untuk mengelak karena ia masih malu memanggil Cia seperti itu.

"Udah diem. Ayo berangkat keburu telat". Ujar Syanin.

Ia menggandeng tangan Cia untuk membawanya keluar.

"Ihh.. jawab duluu". Goda Cia.

"Gak mau, udah diem"

"Sering-sering aja manggil gitu. Biasain ya sayang". Goda Cia lagi.

Ia sangat senang menggoda Syanin karena wajah malu-malu Syanin sangat lucu. Syanin menahan senyumnya dan berbicara ketus. Menurut Cia itu lucu.

Mereka berpapasan dengan Sheril dan berpamitan. Kemudian mereka segera berangkat ke sekolah dengan mengendarai motor Syanin. Cia sudah bilang ke If kalau ia akan berangkat bersama Syanin. Cia juga menceritakan pada If, Griffin, dan Jeslyn jika ia dan Syanin sudah berpacaran.

Sesampainya di sekolah mereka berjalan keluar meninggalkan area parkir dengan bergandengan tangan. Mereka saling bercanda dan tertawa. Sikap dingin Syanin terhadap Cia sudah hilang seketika. Cia berhasil meluluhkan manusia dingin itu.

"Kamu tadi udah sarapan belum?". Tanya Cia.

"Udah". Jawab Syanin.

"Sarapan apa?". Tanya Cia.

"Roti tawar sama susu". Jawab Syanin.

"Okeeyy, ntar istirahatnya makan bekal sama aku aja ya. Tinggal beli minumnya aja". Ujar Cia.

"Iya sayang". Jawab Syanin membuat Cia tersenyum.

"Cieee yang udah punya pacar cieeee!". Teriak Griffin tiba-tiba sambil menarik pipi Cia dari samping kemudian ia berlari kencang sebelum mendapat pukulan dari Cia.

"IPIINN!!". Teriak Cia sambil memegangi pipinya.

"Awas aja ntar di kelas! Gak akan aku berhenti mukul sebelum aku puas meskipun dia minta ampun!". Kesal Cia.

"Ayaangg sakiitt". Rengek Cia pada Syanin.

Syanin mengusap pipi Cia yang sedikit memerah.

"Udah?". Tanya Syanin yang dijawab anggukan oleh Cia.

The HappinessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang