Pagi itu udara sekolah masih terasa sejuk ketika Shenan melangkah melewati gerbang. Tas ranselnya tergantung di satu bahu, sementara matanya masih sedikit mengantuk. Namun langkahnya langsung terhenti saat melihat seseorang berdiri di dekat parkiran motor.
Keytaro.
Cowok itu bersandar santai di motornya sambil memainkan ponsel. Seragam putih abu-abunya terlihat jauh lebih rapi dari biasanya. Kemejanya dimasukkan dengan sempurna, dasinya terpasang lurus, dan yang paling mencolok adalah potongan rambut barunya yang membuat wajahnya terlihat lebih dewasa.
Shenan mengangkat alis.
"Buset..." gumamnya sambil mendekat. "Siapa nih? Anak baru?"
Keytaro menoleh lalu tersenyum.
"Pagi", sapa Keytaro sambil meringis.
Shenan mengelilinginya sekali seperti sedang memeriksa barang pajangan.
"Widih, rambut baru?"
"Iya dong"
"Seragam rapi?"
"Tentu saja", sambil mengadahkan kedua telapak kesamping seolah menunjukkan penampilannya.
"Sepatunya juga mengkilap, demi apa?", Shenan tertawa geli tak percaya.
"Demi pacar aku dong!".
"Siapa pacarnya?", tanya Shenan bercanda.
Keytaro tidak menjawab hanya mengangkat kedua alisnya sembari memanyunkan bibirnya ke arah Shenan.
Shenan langsung melotot dan refleks menepuk lengannya.
"Ssst! Kalau diliat orang ih!"
Keytaro tertawa.
"Kenapa?"
"Aku kan bilang mau stay private."
"Emang ada yang lihat?"
"Kalau ada gimana?"
Keytaro menoleh ke sekitar parkiran yang masih belum terlalu ramai.
"Yaudah, rahasia."
"Bagus."
Meski begitu, Shenan tidak bisa menyembunyikan senyumnya. Mereka lalu berjalan berdampingan menuju gedung kelas.
Sayangnya, rahasia ternyata tidak semudah itu disimpan.
Begitu mereka masuk ke kelas, Putri yang sedang duduk bersama Jeje langsung memperhatikan keduanya. Tatapan mereka bergerak bergantian dari Shenan ke Keytaro lalu kembali lagi.
"Aneh," bisik Putri.
Jeje mengangguk.
"Aneh banget."
Shenan yang baru duduk langsung merasa tidak nyaman.
"Apa sih?"
Putri menyipitkan mata.
"Kalian kenapa?"
"Nggak kenapa-kenapa."
"Bohong."
"Ih, apaan sih?"
Jeje menunjuk Shenan.
"Sejak masuk kelas senyumnya beda."
"Lah?"
Lalu jari Jeje berpindah ke Keytaro yang sedang duduk sambil bersenandung pelan.
"Dan si Key juga kelihatan beda banget."
Putri tiba-tiba memukul meja pelan.
"ASTAGA."
Shenan langsung merasa firasat buruk.
KAMU SEDANG MEMBACA
SHENAN
Storie d'Amore"Iya, saya temenan sama siapa saja, mau dia nakal, baik, bodoh, pintar, kaya, miskin, gak akan ngerubah pandangan saya terhadap mereka sebagai manusia" Shenan, murid pindahan baru menemukan kehidupan barunya di ibu kota setelah kepergian kedua orang...
