32. Plottwist

0 0 0
                                        

Keytaro terbangun sebelum alarm di ponselnya berbunyi.

Matanya menatap langit-langit kamar cukup lama. Tidak ada rasa kantuk yang tersisa, tetapi tubuhnya juga tidak ingin bangun. Perasaan hampa memenuhi dadanya sejak kejadian kemarin.

Pertengkaran di rumah ibunya masih terngiang-ngiang.

Ibunya ternyata telah bertunangan tanpa pernah memberitahunya.

Key masih belum mengerti mengapa semua orang seolah menyimpan sesuatu darinya. Bahkan orang-orang yang seharusnya paling dekat dengannya.

Ia meraih ponsel yang tergeletak di meja samping tempat tidur.

Ada satu pesan masuk.

Pesan itu berasal dari seseorang yang tidak ia kenal.

Key membukanya.

Seketika matanya menyipit.

Pesan itu berisi informasi yang selama beberapa hari terakhir ia cari mati-matian.

Nomor IP yang terlacak dari akun Instagram yang menyebarkan fitnah tentang Bulik Lidya dan Om Ariya.

Nama pemilik akun.

Alamat.

Dan satu informasi yang membuat Key langsung duduk tegak.

Pemiliknya adalah seorang siswi SMA.

"Raisa..."

Nama itu tidak asing.

Raisa adalah salah satu anggota geng Gof. Mereka tidak satu kelas, tetapi Key beberapa kali melihatnya di sekolah.

Key membaca pesan itu sekali lagi.

Kemarahannya yang sejak tadi tertahan perlahan berubah menjadi tekad.

Ia segera menelepon Fadlan.

"Lan."

"Kenapa?"

"Bangun. Kita punya alamat."

"Alamat siapa?"

"Pemilik akun yang gw ceritain."

Suara Fadlan langsung berubah serius.

"Lu serius?"

"Serius. Gue kirim sekarang."

Beberapa detik kemudian Key mengirimkan informasi tersebut.

Tak lama, Fadlan menghubungi Rama.

Mereka sepakat bertemu pagi itu.

****

Rumah Raisa berada di sebuah kompleks yang cukup besar.

Ketika Key, Fadlan, dan Rama tiba, mereka mengetuk pintu beberapa kali.

Seorang perempuan paruh baya akhirnya membukakan pintu.

"Raisa ada, Bu?" tanya Key.

Perempuan itu menggeleng.

"Raisa nggak ada."

"Ke mana?"

"Katanya ke rumah temennya, siapa ya.. Neng Bella kalau gak salah."

Key saling pandang dengan Fadlan.

"Kalau boleh tahu, Bu, kami bisa minta nomor Raisa?"

Perempuan itu sempat ragu.

Namun setelah Key menjelaskan bahwa mereka teman sekolah Raisa dan ada urusan sekolah yang cukup penting, akhirnya nomor tersebut diberikan.

Begitu keluar dari rumah itu, Rama langsung menghela napas.

SHENANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang