27. Bella

3 0 0
                                        

Bel istirahat pertama baru saja berbunyi ketika suasana kelas yang tadinya dipenuhi suara guru mendadak berubah menjadi riuh. Kursi-kursi bergeser, beberapa siswa berhamburan keluar menuju kantin, sementara yang lain memilih tetap berada di kelas. Shenan mengembuskan napas lega setelah pelajaran yang cukup melelahkan. Ia membuka kotak bekalnya perlahan dan meletakkannya di atas meja. Aroma ayam goreng dan tumis sayur langsung menyebar tipis di sekitarnya. Di saat yang sama, Keytaro muncul dari bangkunya sambil membawa bekal sendiri.

"Untung akhirnya istirahat," gumam Keytaro sambil menarik kursi dan duduk di samping meja Shenan.

"Kamu ya kelihatan lebih semangat lihat makanan daripada pelajaran," balas Shenan sambil tertawa kecil.

"Karena memang begitu."

Shenan menggeleng geli. Entah kenapa, makan siang sederhana seperti ini terasa menyenangkan jika dilakukan bersama Keytaro. Mereka mulai menikmati bekal masing-masing sambil membicarakan hal-hal ringan. Mulai dari tugas sekolah, guru yang memberi pekerjaan rumah terlalu banyak, sampai cerita-cerita tidak penting yang justru membuat mereka tertawa.

Namun suasana santai itu tidak berlangsung lama.

Tiba-tiba terdengar suara bentakan keras dari sudut kelas.

"Lo bilang apa tadi?"

Suara itu milik Bella.

Hampir seluruh siswa yang masih berada di kelas langsung menoleh. Shenan dan Keytaro ikut mengangkat kepala. Di bangku Bella, ia berdiri dengan wajah merah menahan amarah. Di hadapannya berdiri Gladis, salah satu anak buahnya yang selama ini selalu terlihat mengikuti Bella ke mana pun.

Gladis tampak pucat.

"Gue tanya sekali lagi!" bentak Bella. "Lu ngomongin gue di belakang?"

Gladis menunduk. Bahunya bergetar.

"Gu... gue nggak bermaksud begitu..."

"Bohong!"

Suara Bella menggema memenuhi ruangan.

Beberapa siswa saling berpandangan, tetapi tak ada yang berani mendekat.

Bella melangkah maju.

"Gue selalu baik sama lo. Tapi ternyata lo malah ngomongin gue di belakang? Ngejelekin gue?"

Gladis mulai menangis.

"Gue cuma cerita ke..."

"Cerita?" Bella tertawa sinis. "Lo bilang gue suka ngatur orang. Lo bilang gue seenaknya sendiri. Lo kira gue nggak bakal tahu?"

Air mata Gladis jatuh semakin deras.

"Maaf..."

"Maaf?" ulang Bella tajam. "Kalau ketahuan baru minta maaf?"

Shenan mengernyit. Ia merasa tidak nyaman melihat pemandangan itu. Bagaimanapun juga, Gladis tampak benar-benar ketakutan.

Namun di sampingnya, Keytaro masih fokus menghabiskan makanannya.

"Kamu nggak mau melakukan sesuatu?" bisik Shenan.

Keytaro mengangkat bahu.

"Cegil lagi marah. Kalau ada yang ikut campur sekarang malah tambah panjang."

"Tapi Gladis nangis."

"Aku tahu."

"Terus?"

Keytaro memasukkan suapan terakhir ke mulutnya.

"Dan aku belum selesai makan."

Shenan menatapnya tidak percaya.

"Kamu serius?"

SHENANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang