Tak Menyangka.

5.5K 379 98
                                        

Hallo wakakaka, apa kabar kalian semua? ada yang kangen gak? gak ya :'( . Gara-gara libur nulis, saya jadi lupa sama jalan ceritanya wakakaka.

Author POV

Sejak kejadian Naomi menginginkan bukti bahwa Ve dan Kinal sudah menikah, Naomi sadar bahwa yang dilakukannya adalah hal paling bodoh. Hubungan mereka sekarang sudah tidak memanas seperti dulu, bahkan Sinka sekarang menjadi sering di rumah Kinal dengan alasan belajar kelompok.

1 Tahun Kemudian

Anak-anak semakin beranjak dewasa, Shanju kuliah semester 2; Shani telah selesai UN tinggal menunggu pengumuman kelulusan; Trio Wek-wek kelas 1 SMA.
Dan untuk Kinal Ve, semakin hari mereka makin lengket mirip upil dan hidung.

"Haaaaaaaaaloooooooooooo," salam Kinal usai dari kerja kantornya,

"Piiii... Titipan kita gak lupa kan Pi?" tanya Jojo dari tangga,

"tidak dong, nih." Kinal menyodorkan plastik hitam yang berisikan mainan Jojo, Gerry dan Nabilo.

"Pulang-pulang bawa mainan, sekali-kali bawain martabak keju buat istri," sindir Ve yang baru keluar dari dapur, Kinal terkekeh lalu menghampiri pasangannya,

"hahaha, jangan cemburu dong sayang, aku belikan kamu kok," Kinal merogoh saku celananya,

"Treng teng teng," ujar Kinal sambil menunjukan bungkus permen, "nih sayang." Kinal langsung melipir menaiki tangga dengan santai.

"Woiiiiii emangnya aku sampah?" teriak Ve dengan tidak terima, Kinal hanya acuh.

"Sepertinya Papi belum pernah dikutuk sama bidadari, Mami kok disamain sama sampah? Mami mah lebih dominan mirip penjual jamu," mulut Nabilo meluncur dengan bebas, Ve menatap tajam ke arah Nabilo.

"bilang apa kamu?" tanya Ve dengan judes,

"e-em aku bilang, bidadari secantik mami kok disamain sama sampah yaa gak mirip lah," Nabilo kewata kikuk, "kita duluan ya mi, bye!" Nabilo langsung mengajak Jojo dan Gerry ke atas.

Kinal POV

Akhir-akhir ini, aku merasa ada yang disembunyikan dari Shani. Tingkahnya semakin aneh, lebih sering mengurung diri di kamar. Rasa penasaranku sudah tidak bisa dibendung, aku sebagai orang tuanya harus mengetahui itu.

Setelah mandi aku menuju ke kamarnya,

Tok tok..

"Shan, kamu ada di dalam?" tanyaku, tetapi tidak ada jawaban. Aku memutar knob pintu, lalu melangkah masuk.

"Huekk huekk huek," suaranya seperti suara muntahan seseorang, aku mendekat ke kamar mandi, dan mendapati Shani sedang muntah.

"Shan, kamu kenapa?" aku mendekat, lalu sedikit memijat tengkuk leher Shani.

"Aku tidak apa-apa kok Pi, hanya sedikit pusing," Shani telah selesai,

"duduklah! Papi mau ngambil air putih dulu." aku keluar dari kamarnya.

"Sayang, kamu cari apa?" tanya bidadariku, saat di dapur.

"mau cari kecoa Ve," aku masih sibuk mengambil gelas dan air putih,

"aku tanya serius Kinal," aku memutar tubuh agar melihatnya,

"aku mengambilkan air putih untuk Shani. Sepertinya Shani masuk angin Ve." kataku lalu melangkah meninggalkan dirinya.

Otakku terus menanyakan, Shani sebenarnya kenapa? Tidak mungkin kalo dia hanya masuk angin saja. Nafsu makannya sekarang berkurang, bahkan dengan bau dia menjadi sensitif. Apa mungkin dia? Tidak mungkin! Anakku tidak mungkin hamil diluar nikah.

Rumah Tangga VeNalCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang