Kantin masih sepi. Baru ada beberapa mahasiswa yang ngopi sambil membaca bahan kuliah.
Tania menyesap teh hangatnya, sambil sesekali menggigit pisang goreng yang masih mengepul.
BRUKKK.
Tania mendongakkan kepala dengan mata melotot karena kaget.
Keyra meletakkan tas nya dengan kasar di meja tempat Tania menikmati teh hangatnya.
"Kamu kenapa sih Key? Tumben uring-uringan? Lagi dapet ya?" tanya Tania heran. Sahabatnya yang satu ini biasanya tenang dan lembut. Tapi kenapa hari ini wajahnya muram dan ditekuk begitu?
"Key? Cerita dong sama aku. Kata orang dan menurut buku pintar, kalau kita membagi beban kita pada orang lain, pasti beban itu akan terasa lebih ringan," ujar Tania memberikan nasehatnya.
"Kamu mau aku membagi bebanku?" tanya Keyra masih dengan wajah muramnya.
Tania memamerkan gigi putihnya, lalu mengangguk antusias.
"Tuh bawain tas aku!" Keyra menunjuk dengan dagunya, lalu duduk di sebelah Tania.
"Maksudnya bawain tas kamu itu apa ya?"
"Lah kata kamu tadi minta bebanku? Ya itu, tas aku berat. Kamu bawain aja," sahut Keyra cuek. Sebelah tangannya menopang dagunya.
"Bukan beban itu maksud aku, Keyraaaa..." ujar Tania gemas.
"Lalu apa? Udah ah, berisik tau!" sahut Keyra tanpa memandang Tania. Posisinya masih sama.
"Key..." panggil Tania mengusik sahabatnya.
Tidak ada jawaban.
"Key," panggilnya lagi.
Keyra tetap diam.
"KEYRAAA....KAMU GAK TULI KAAANNN???" teriak Tania tepat di telinga Keyra.
Keyra melonjak sambil menutup telinganya.
"Kampret! Kuping aku sakit tau, Tan!" gerutu Keyra kesal. Diusap-usapnya telinganya yang berdengung karena teriakan sahabat sintingnya.
"Salah sendiri, kenapa kamu mendadak punya penyakit tuli?" cibir Tania.
Keyra melotot. Lalu dengan cuek ia kembali ke posisi awalnya, bertopang dagu dan menatap kosong.
"Hei...Keyra..." Tania melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Keyra, namun gadis itu tidak bergeming.
"Key? Keyra? KEYRAAA!!!"
"TANIA!! Bisa nggak sih kalau nggak teriak?" Keyra kembali meloncat dari duduknya dan mengusap-usap daun telinganya.
"Dari tadi aku sudah panggil-panggil kamu, eh aku dikacangin!" sahut Tania cemberut.
"Memang kenapa sih? Kepo amat?" sungut Keyra.
"Karena aku gak suka melihat kamu seperti ini. Melamun, cuek, murung, emosian. Aku suka Keyra yang dulu," cetus Tania serius.
"Oke...oke... Kemarin pas aku dan Theo makan siang, kami bertemu Kak Vienno dan gadis cantik," kata Keyra sendu.
Tania menaikkan kedua alisnya.
"Lalu?"
"Lalu apa?"
"Ya lalu apa hubungannya kamu ketemu Kak Vienno dengan tingkahmu hari ini?"
"Hmm... Tapi jangan ketawa ya! Awas kalau kamu ketawain aku!" ancam Keyra galak.
Tania mengulum senyum dan mengangguk. Ini bukan sifat Keyra.
"Aku... Aku... Aku menyukai Kak Vienno. Kata Theo, Kak Vienno itu...eummm... Playboy... Tapi aku sayang padanya," Keyra menunduk. Wajahnya merona.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE YOU EVER AFTER
RomanceNext Generation Sequel dari : A Wedding Story Sincerity of Love Sense for You
