Song for this Chapter :
-Hands to my Self
*Selena Gomez
Happy reading^^
******
Sang Mentari mulai terbenam. Tergantikan dengan Sinar rembulan malam yang menyejukkan. Aisyah yang tengah bersiap-siap dikamarnya sedikit gugup. Pasalnya,Malam ini juga ia akan bertemu dengan Ibu Zayn. Seorang wanita yang dulu begitu ingin ia temui. Sekarang harapannya terkabul.
Aisyah memperbaiki penampilannya yang sedikit berantakan. Dan setelah itu ia telah siap untuk berangkat. Aisyah menutup pintu Hotelnya dan berjalan kearah Loby.
Disana,Zayn sudah menunggu dengan mobilnya. Aisyah mengangkat alis melihat Zayn yang tengah melamun ketika ia masuk kedalam mobil. Setelah ia duduk dengan nyaman,Sopir mobil segera melajukan Mobilnya menuju kediaman Zayn.
"Kau gugup?" Zayn membuka suaranya. Sepertinya ia telah menyadari Aisyah disampingnya. Aisyah mengangguk.
"Ya begitulah."Jawabnya.
Zayn kembali diam. Ia memalingkan wajahnya kearah jendela. Menatap kota London yang begitu ramai. Fikirannya menerawang tentang kesepakatan mereka berdua.
Besok,ia akan pergi ke Indonesia bersama Aisyah. Dan sebagai gantinya,Aisyah harus datang kerumahnya untuk bertemu sang Ibu. Zayn menghela nafas. Entah kenapa ia merasa Ragu.
Mobil mewah itu masuk ke lingkungan apartemen. Setelah terparkir dengan baik. Zayn keluar dari mobil diikuti oleh Aisyah dibelakangnya. Semakin dekat dengan Apartemen Zayn,jantungnya semakin berdegub kencang. Entah karena apa.
Zayn membuka pintunya perlahan lalu masuk membiarkan Aisyah juga ikut masuk kedalam Apartemennya.
"Ibu!?" Teriak Zayn. Ia memandang sekitarnya. Sepi sekali.
"Ibu disini!" Seorang wanita yang masih terlihat muda muncul dari arah dapur. Tangannya masih terbalut tepung sisa pembuatan masakannya.
"Oh tunggu sebentar." Ibunya berjalan kembali kearah dapur. Mencuci tangannya yang kotor.
Zayn mengajak Aisyah untuk duduk kesofa putih yang terletak diruang tengah. Aisyah mengangguk lalu mendudukan dirinya disofa putih yang terlihat nyaman itu.
"Maaf lama.."ibu zayn datang dengan Makanan kecil dan Sebuah Minuman yang di letakkan dinampan. Ia menaruh nampan itu dimeja depan sofa lalu ikut mendudukan diri didepan Zayn dan Aisyah.
"Ibu..Ini Aisyah. Kekasihku."Ujarnya. Ada Nada keraguan Ketika ia mengucapkan kata kekasih. Fix,sekarang mereka benar-benar memiliki banyak dosa karena terlalu banyak berbohong.
Ibu Zayn tersenyum lebar. Ia lalu berpindah tempat duduk disebelah aisyah. Sekarang Aisyah diapit oleh Ibu Zayn dan Zayn sendiri. Ibu Zayn menggengam Kedua tangannya erat. Tangan Hangat dari Tangan ibu Zayn membuatnya rindu pada Bundanya.
Bunda..Anakmu rindu..
"Hai. Aku ibunya Zayn. Kau pasti Tahu aku." Ibu Zayn Terkekeh Geli dengan Kalimatnya. Aisyah tersenyum simpul.
"Ya aku tahu." Aisyah tersenyum.
"Aku sangat bersyukur kau bisa menjalin hubungan dengan Putraku. Ku harap,kalian akan selalu bersama."
Zayn dan Aisyah saling menatap melalui ekor mata. Lalu Aisyah kembali menatap ibu Zayn. Dan tersenyum simpul. Ia juga berharap seperti itu, tapi sepertinya itu hanya tinggal harapan semu.
"Bagaimana kalian bisa bertemu?" Tanya Ibu Zayn. Aisyah membeku. Begitu juga dengan Zayn. Haruskah mereka menjelaskan kalau pertemuan mereka begitu Kacau?
"Ehm.." Zayn mencoba memikirkan kata-kata yang dapat dijabarkan dengann baik dan tentunya tak merusak suasana.
"Kami—"
"Kami bertemu di salah satu restoran." Potong Aisyah Cepat. Zayn melotot. Apa gadis itu akan berkata Jujur tentang pertemuan mereka itu?
"Saat itu aku bekerja direstoran itu. Zayn datang bersama Gigi. aku tak sengaja menumpahkan Minumannya dijaket milik Zayn. Aku mencoba meminta maaf,tapi Zayn Bersikeras agar aku menukar Jaketnya itu." Lanjut Aisyah. Zayn membuang nafas lega dalam hati. Setidaknya Gadis Itu tidak membocorkan yang sesungguhnya.
"Zayn..." ibunya menatap zayn sambil geleng-geleng kepala. Menyadari sikap anaknya yang tak terpuji itu.
"Gigi benar-benar merubahmu Zayn. Ibu harap kau tak lagi berhubungan lagi dengannya." ujar Ibu Zayn. Zayn memutar bola matanya.
"Kau jangan khawatir,Kupastikan Zayn tak akan pernah berdekatan dengan Gigi lagi." Tanpa sadar Aisyah mengucapkan Hal itu. Zayn melotot tajam. Apa-apaan gadis ini!?
Ibu zayn tersenyum lebar lalu memeluk Aisyah.
"aku percayakan Zayn padamu."
"Hey,aku bukan anak kecil!" Zayn berdecak. Ibunya memperlakukannya seperti anak kecil yang dititip dipanti asuhan. "Lagipula,Gigi itu hanya Masa lalu. ibu tenang saja."
Ibu Zayn tertawa lalu melepaskan pelukannya pada Aisyah.
"Yasudah. ayo kita makan malam,ibu sudah menyiapkan Masakan Kesukaan Zayn dan berbagai makanan lainnya." Ibu Zayn membawa Aisyah menuju ruang makan meninggalkan Zayn yang menatap mereka tanpa arti.
*******
mobil Zayn meninggalkan pekarangan Apartemen. setelah makan malam,Zayn mengajak Aisyah untuk pulang. Didalam mobil,Aisyah tak berhenti tersenyum. Membuat Zayn bingung dengan Tingkah gadis itu.
"Kenapa kau senyum-senyum seperti orang gila seperti itu? Kau membuatku takut." Ujar Zayn. Senyum diwajah Aisyah hilang.
"Memangnya kenapa? kenapa kau suka sekali merusak suasana sih!?" Cibir aisyah.
"Kau tersenyum seperti seorang Psikopat yang merencakan sesuatu."
"Dasar kau ini!" Aisyah memukul Bahu Zayn membuat Zayn meringis.
"Kenapa kau memukulku hah?! Dasar gadis aneh!"
Aisyah tak membalas,Dengan bibir yang mengerucut kedepan ia memalingkan wajahnya ke Jendela mobil. Mengabaikan Zayn yang terkekeh geli disampingnya.
Beberapa menit kemudian,Mobil Zayn berhenti didepan Hotel. Aisyah membuka pintu mobil lalu keluar. Langsung berjalan tanpa mengucapkan satu katapun. Zayn membuka Kaca Mobilnya.
"Hey! Kau ini tidak tahu terima kasih ya? Sudah untung kau ku antar pulang!" Teriak Zayn. Aisyah berhenti berjalan lalu memutar badannya.
"Terima kasih! Dan aku harap kau bisa sedikit Ikhlas dalam Mengantar seseorang!" Aisyah menjulurkan Lidahnya lalu kembali berjalan. Zayn menutup Kaca mobilnya lalu menyuruh supir untuk Menjalankan Mobilnya kembali ke Apartemen.
Dalam Mobil,Zayn tak henti-hentinya Terkekeh geli. Mengingat Kejadian Lucu tadi. Ia suka ketika ia menganggu gadis itu sampai gadis itu merajuk padanya. zayn merasa ia juga ikut-ikutan Gila kalau berdekatan dengan Gadis itu.
Ia juga menyadari satu Hal.
Kenapa Jantungnya Selalu berdetak kencang ketika Gadis itu disampingnya ataupun Tersenyum padanya?
******
TO BE CONTINUED>>>
Part Pendek Coming!!
Maaf yak pendek-,- Lgi gak ada Ide-,-
Maaf kalau typ+kalimat gak nyambung+Telat update. Udah dijelaskan Kalau cerita saya semua SLOW UPDATE. Jadi jangan pada Protes yak;))
Ada part yang disukai???
Dilaxx
KAMU SEDANG MEMBACA
Love You Because ALLAH [END]
Teen Fiction[Complete] Sinopsis : Zayn tak pernah membayangkan bertemu dengan seorang gadis berhijab dan berwajah Asia dihidupnya. Pertemuan pertama mereka yang begitu memalukan Membuat Zayn tak ingin lagi bertemu dengan Gadis itu. Tapi,setelah beberapa hari k...
![Love You Because ALLAH [END]](https://img.wattpad.com/cover/77547454-64-k306900.jpg)