Maaf telat Update plus php :v
gpp lah yg pntg bisa update:v
WARNING!
TYPO BERTEBARAN!
.
.
.
.
.
.
.
Aisyah berjalan pelan menjauhi kediaman Jean. Ia diam memikirkan perkataan Jean. Haruskah ia melakukannya? Haruskah ia pergi menemui Zayn Dan meminta pria itu untuk menjelaskan semuanya? Tapi,bukankah semuanya sudah jelas? Zayn benar-benar menghamili Gigi. Semua itu didukung oleh cara percintaan Zayn dan Gigi dulu. Mereka pasti sering melakukannya.
Tapi,hati kecilnya berkata untuk segera menghubungi pria itu dan mengajaknya bertemu. Mendengarkan dengan baik penjelasannya dan setelah itu putuskan sesuatu.
Aisyah merogoh ponselnya di Tas. Ia mencari kontak Zayn dan menekan tombol hijau.
"Halo? Aisyah? Syukurlah akhirnya kau menghubungiku. Tolong dengarkan penjelasanku dulu! "Suara Zayn nampak begitu frustasi disebrang sana. Aisyah menggigit bibirnya. Ia bingung.
"Halo? Ai,kau masih disana kan? Apa kau baik-baik saja? "Suara Frustasi Zayn tergantikan dengan suara cemas. Aisyah menggelengkan kepalanya walau Zayn tak dapat melihatnya sama sekali.
"Ak-aku.."Aisyah mencoba untuk membuka mulutnya. Terdengar helaan nafas dari Zayn.
"Aku akan menjemputmu sekarang. Dimana kau? Dan kita akan bicara!"
Aisyah menyebutkan dimana ia berdiri sekarang. Zayn segera mematikan sambungan telepon dan bergegas kearah Tempat dimana Aisyah berdiri.
London Eye.
Sekitar 30 menit,Zayn akhirnya sampai. Ia memperhatikan sekeliling. Mata coklatnya terpaku pada sosok Gadis berhijab biru tengah duduk sendirian di kursi taman. Zayn menghampiri Aisyah dan menepuk pundaknya.
"Maaf menunggu lama."ujar Zayn. Aisyah mengangguk. Zayn mendudukan dirinya disebelah Aisyah.
Keheningan melanda mereka berdua. Keindahan pemandangan London Eye dari kursi Taman ini membuat Aisyah lupa kalau ia bersama Zayn. Zayn memperhatikan dengan seksama wajah Tirus khas asia didepannya.
Merasa dipandangi,Aisyah melihat ke samping dimana Zayn begitu intens memperhatikannya. Aisyah membuang muka dengan wajah yang sudah semerah tomat.
Aisyah berdehem. "Ak-aku.. Akan memberikan kesempatan padamu untuk membuktikan semuanya. Aku memberikan waktu 3 hari untukmu. Ku harap,kau memanfaatkannya dengan baik."
Zayn mengangguk. "Baiklah.tapi sebelum itu,aku akan menjelaskan semuanya padamu. Aku—"
"Tidak! Sudah cukup. Kau tak perlu menjelaskannya padaku. Aku..aku percaya padamu."ujar Aisyah. Ia menundukan kepalanya.
Zayn terdiam. Hatinya menghangat mengetahui bawa Aisyah percaya padanya. Ia berdehem pelan. "Baiklah. Aku akan menjaga kepercayaanmu padaku. Aku akan membuktikannya padamu bahwa Anak itu bukanlah anakku."
"Baiklah. Ku rasa tak ada yang harus dibicarakan lagi. Aku harus pergi. Dan jika kau sudah bisa membuktikan sesuatu,temui Aku diindonesia."ujar Aisyah. Ia bangkit dari duduknya. Masih tak menatap wajah Zayn. Ia takut,saat ia menatap wajah pria itu,pertahanannya akan goyah. Jadi ia memutuskan untuk segera pergi dari sini sebelum pria itu melihatnya menangis.
"Jaga dirimu. Aku mencintaimu.."bisik Zayn. Aisyah tak menjawab dan segera meninggalkan Zayn. Zayn mengusap wajahnya kasar. Ia merogoh ponselnya disaku. Mendiall seseorang yang dapat membantunya untuk membuktikan sesuatu.
"Halo? Liam? Aku butuh bantuanmu."
****************************
Liam memarkirkan mobilnya diparkiran Club. Ia memasuki Club dengan tergesa gesa. Sesampainya didalam,ia segera menuju private Room dimana Zayn telah menunggunya. Ia membuka pintu yang tidak terkunci itu dengan pelan dan masuk kedalamnya. Terlihat Zayn yang begitu intens memperhatikan. Layar laptop didepannya.
"Ada apa? Kenapa kau menyuruhku untuk datang kesini dengan cepat? Apa terjadi sesuatu?"tanya Liam. Ia menghampiri sahabatnya itu dan duduk disampingnya.
"Aku membutuhkan kemampuanmu yang ahli dalam memecahkan kode CCTV disebuah hotel. Apa kau bisa?"tanya Zayn tanpa mengalihkan wajahnya dari laptop.
"Memangnya untuk apa?"tanya Liam.
"Aisyah memberiku waktu 3 hari untuk membuktikan semuanya. Dan pertama-tama hal yang harus ku lakukan adalah memeriksa CCTV hotel ini. Kata Bella,Gigi ada pemotretan di hotel ini."jelas Zayn. Ia melirik Liam yang memperhatikan layar laptop.
"Ini mudah. Serahkan saja padaku."liam mengambil Ahli zayn mengotak atik laptop itu. Tangannya dengan lincah menekan tombol keyboard.
"Nah! Selesai. Kau bisa memeriksanya."ujar liam tersenyum puas. Ia meletakkan kembali laptop itu di atas meja.
"Tidak sia-sia aku bersahabat denganmu,bung!"ujar Zayn. Liam mengacungkan jempolnya.
"Tentu saja! Ohya,sembari mencari bukti,apa kau tidak ingin meminum sesuatu?"tawar Liam.
"Boleh. Aku pesan Vodka."liam menganggukkan kepalanya lalu keluar dari private room menuju Bar. Ia bisa saja memanggil pelayan,tapi ia tak berselera untuk menyuruh siapapun saat ini.
****************
TO BE CONTINUED>>>
Makasih;) jan lupa Vomment :D
KAMU SEDANG MEMBACA
Love You Because ALLAH [END]
Fiksi Remaja[Complete] Sinopsis : Zayn tak pernah membayangkan bertemu dengan seorang gadis berhijab dan berwajah Asia dihidupnya. Pertemuan pertama mereka yang begitu memalukan Membuat Zayn tak ingin lagi bertemu dengan Gadis itu. Tapi,setelah beberapa hari k...
![Love You Because ALLAH [END]](https://img.wattpad.com/cover/77547454-64-k306900.jpg)