Epilogue

4.9K 169 0
                                        

Vote dulu baru baca 🙏
.
.
.
.

Minggu pagi yang cerah di kota London,Inggris. Membut Aisyah tak segan-segan menginjakkan kakinya keliling kota itu. Tapi,kini dirinya sudah tak sebebas dulu. Ia harus membatasi dirinya dalam beraktifitas. Tak boleh terlalu lelah dan tak boleh terlalu stress.

Ia tengah mengandung anak pertamanya yang berusia 5 Bulan. Usia yang masih rentan terhadap apapun,jadi Aisyah takut jika dirinya sampai melukai bayinya.

Beberapa bulan lalu dimana pernikahannya terjadi adalah moment yang tak akan Aisyah lupakan. Setelah menikah,Zayn memutuskan untuk mengajak Aisyah tinggal di Apartemennya. Dan hidup Aisyah benar-benar berubah. Dari Aisyah yang sedikit manja dan kekanak-kanakan kini berubah menjadi Aisyah yang mandiri dan begitu dewasa. Ia memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya begitu ia sesudah melahirkan,Zaynpun menyetujuinya.

Ia menatap pemandangan di luar sana dari arah balkon kamarnya. Ia mengusap perut besarnya. Ia tersenyum haru,tak menyangka hidupnya akan seindah ini.

Tiba-tiba sepasang lengan kekar memeluk tubuhnya dari belakang. Aisyah tersenyum mengusap lengan yang melingkar diperutnya itu.

Zayn mengusap perut besar Aisyah. Hatinya menghangat melihat istri dan Anaknya baik-baik saja. Ia mencium pipi Aisyah pelan lalu ke kening wanita itu.

"Terima Kasih.."bisik Zayn. Aisyah mendongak menatap zayn dengan alis bertaut.

Menyadari ekspresi heran dari Aisyah,Zayn melanjutkan, "terima Kasih sudah membuat hidupku menjadi Indah. Dan terima Kasih sudah mau menjadi istriku."

Aisyah tersenyum. "Ya,aku juga berterima Kasih padamu. Sudah mau menerimaku yang tidak sempurna ini."

"Sstt..bagiku kau adalah wanita yang hebat. Aku sangat beruntung memilikimu."

"Ya,aku juga."balas Aisyah. Zayn tersenyum.

"Aku mencintaimu.."bisik Zayn.

"Aku juga mencintaimu.."balas Aisyah.

Zayn mengecup kening Aisyah dengan lama. Membuat kupu-kupu seakan terbang diperutnya. Dadanya menghangat melihat sikap Zayn yang benar-benar berubah seperti ini. Zayn menjadi lebih Romantis dan begitu hangat. Tidak menyebalkan seperti dulu,yang selalu membuat Aisyah jengkel dan marah.

Tapi sekarang semua telah berubah. Begitupun dengan hidup mereka.

********

4 Bulan kemudian...

Oeekk.. Oeekk...

Tangisan seorang Bayi begitu keras didalam ruang operasi itu. Zayn menghembuskan nafasnya dengan lega. Akhirnya setelah menunggu beberapa jam,Anaknya telah lahir kedunia! Astaga,betapa bahagianya ia sekarang!

Seorang dokter keluar dari dalam ruangan seraya menggendong bayinya. Ia menyerahkan bayi itu pada Zayn dan Zayn menggendongnya dengan hati-hati.

"Congratulation,Zayn! Kau mendapatkan bayi Laki-laki! Aku turut bahagia denganmu. Istrimu sudah dibersihkan dan kau sudah bisa menemuinya."ucap dokter itu. Tanpa membalas ucapan dokter,Zayn segera masuk kedalam ruang persalinan itu.

Disana,ia melihat Aisyah yang tengah menatap mereka dengan air mata mengalir dari matanya. Hatinya bergejolak melihat putranya dipeluk oleh Zayn. Zayn segera membawa anaknya dan menidurkan disebelah Aisyah.

Aisyah mengamati wajah Anaknya yang begitu tampan,wajahnya begitu mirip dengannya. Hanya matanya saja yang mirip dengan Zayn. Dan aisyah tertawa kecil menyadari itu.

"Ia mirip denganku."gumam Aisyah. Zayn mengangguk,ia mencium kening putranya dan kening Aisyah.

"Terima Kasih..aku sangat berterima Kasih padamu,sayang. Akhirnya kau bisa melahirkannya didunia."bisik Zayn. Aisyah mengangguk,air mata kembali turun dari pelupuk matanya. Zayn segera menghapus air mata itu dengan ibu jarinya.

"Aku akan memberinya nama Keenan javadd malik."bisik Zayn pada telinga putranya. Bayi itu tersenyum tipis seakan menyukai nama pemberian ayahnya itu.

Zayn dan Aisyah tertawa pelan melihat reaksi anaknya itu. Aisyah menggendong putranya dan memberinya ASI.

Zayn berjalan kearah Jendela,memberikan ruang bagi Aisyah untuk menyusui Putra mereka. Zayn menatap langit biru yang nampak cerah. Ia bersyukur anaknya lahir dengan selamat dan sehat,begitu juga dengan istrinya.

Zayn bersyukur atas semua nikmat yang diberikan olehNya. Ia mengucapkan banyak terima Kasih dalam hatinya pada Allah SWT.

Setelah menyusui,Aisyah meminta Zayn agar segera meng-Adzan-kan Keenan. Zayn meraih Keenan ke gendongannya dan mulai Adzan ditelinga putranya itu.

Aisyah melihat itu semua terharu,ia meneteskan air mata kebahagiaan dari pelupuk matanya. Namun,ia segera menghapusnya karena Zayn takkan suka ia menangis. Aisyah sangat bersyukur dikaruniai seorang anak.

Bahagia hanya milik mereka bertiga. Berkumpul dan tertawa bersama keluarga kecil adalah hal terindah yang Aisyah idam-idamkan selama ini,dan akhirnya terwujud sudah. Ia sangat bersyukur.

"I love you.." bisik Zayn. Aisyah tersenyum.

"I love you too.."balas Aisyah. Mereka bertatapan sambil tersenyum,namun tangisan Keenan membuat mereka berdua menghentikan acara tatap-tatapan mereka.

Mereka berdua tertawa menyadari bahwa anak mereka bisa cemburu juga.

*******

kebahagiaan akan menghampiri siapa saja. Seperti Zayn dan Aisyah yang akhirnya mendapatkan kebahagiaan mereka dengan hadirnya Keenan ditengah-tengah mereka. Walaupun mereka yakin,bahwa kebahagiaan tidaklah bertahan lama,namun mereka cukup menikmati kebahagiaan yang diberikan Allah pada mereka. Memanfaatkan moment kebahagiaan sebelum Kesedihan kembali menerpa.

********

END

Ok! Cukup sampai sini guys^^  untuk extra part nanti dipertimbangkan dulu gimana yak ^^ dan YOSH! Cerita ini benar-benar selesai^^ terima Kasih yang sudah menambahkan cerita gaje ini ke reading list,dan yg untuk vote dan comment juga terima Kasih banyak 😍😘 tanpa kalian cerita ini ga mungkin ampe 5k  😂🙏

Maafkan bila ada typo atau Ga nyambung 🙏

Dilaxx

Love You Because ALLAH [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang