Home Jean

5.2K 208 8
                                        

Panasnya musim panas yang melanda London tak membuat Aisyah Malas untuk keluar rumah. Bahkan,Ia lebih memilih untuk jalan-jalan keluar daripada terus-terusan berada didalam Hotel. Bisa-bisa,ia mati kebosanan disana.

Pagi ini,Aisyah memutuskan untuk Jogging. Tapi,hari ini ia ingin membuka Hijabnya sementara. Dikarenakan Panasnya matahari yang bersinar,Ia tak tahan jika memakai Hijab diwaktu ini. Aisyah memakai Topi Adidas dan Jaket berwarna putih. Ia juga memakai Masker. Setelah bersiap dengan pakaiannya,Aisyah berjalan keluar hotel.

Oh astaga,apakah tidak ada yang lebih panas dari ini? Dewi Batin Aisyah melap keringatnya yang jatuh didahinya.

Aisyah terus berjalan hingga sampai ke taman Hyde. Sesampainya disana,Ia melihat sudah banyak masyarakat-walaupun tak sebanyak Bulan lalu- tapi tetap ada yang berjalan-jalan disini. Aisyah berjalan mengelilingi Taman dengan earphone ditelinganya. Sesekali ia bersenandung mengikuti Aliran lagu yang diputarnya.

Would he say he's in L-O-V-E?
Well if it was me then I would (I would)
Would he hold you when you're feeling low
Baby you should know that I would

Back in my head we were kissing
I thought things were going alright
With a sign on my back saying 'kick me'
Reality ruined my life

Puk!

"Ai!?"

Aisyah menoleh kebelakang ketika bahunya ditepuk seseorang. Ia terkejut mendapati Jean yang berdiri dihadapannya dengan Sebuah Payung dipegang gadis itu.

"Jean? Kau..kenapa kau disini..?" Tanya aisyah. Ia melepaskan Earphone dan menggantungnya dilehernya.

"Kau..tak memakai Hijabmu Ai?" Tanpa menjawab pertanyaan Aisyah,Jean malah bertanya kembali. Aisyah mengigit bibir bawahnya dimana kebiasaannya ketika sedang gugup.

"Err..begini,Hari ini adalah Musim Panas,Dan aku tak tahan jika memakai Hijabku terlalu lama. Jadi,aku melepas Hijabku sementara. Besok,aku akan kembali memakainya." Jawab Aisyah. Jean mengangguk mengerti.

"Jadi,sekarang jawab pertanyaanku. Kenapa,kau ada disini? Maksudku,Ini Musim panas,aku kira kau tidak akan mau keluar rumah."

"Tentu saja! Tapi,karena tugas yang diberikan Mr.Hill aku harus rela berjalan di tengah panasnya matahari demi mendapat Bahan Tugasku. Menyusahkan saja!" Jean berkata sambil Menggerutu. Aisyah tertawa pelan.

"Apa aku bisa menemanimu mencari bahan itu Je?"

Jean tampak berfikir,mungkin tidak ada salahnya ia pergi dengan aisyah. Selain,karena ia malas pergi sendiri ia juga ingin punya teman untuk diajak jalan seperti ini. Jean akhirnya mengangguk.

Mereka berduapun menuju toko tempat menjual bahan-bahan yang dibutuhkan Jean. Karena tempatnya hanya dekat,mereka memilih untuk jalan kaki seraya berbincang tentang Kuliah.

Sesampainya disana,Jean segera melipat Payungnya dan meletakkan Ditempat payung sebelah pintu. Bunyi nyaring berbunyi ketika Jean menepuk Bel Gantung dipintu itu.

"Good Morning !" Ujar Jean ketika ia sampai didepan Meja kasir. Dibalik kasir,Berdiri seorang pemuda berumur sekitar 21 tahun tengah tersenyum lebar pada jean. Lesung pipitnya tampak begitu ia tersenyum,Membuat Pemuda itu terlihat Manis.

"Morning Too Jey! Apa yang bisa ku bantu Kali ini!?" Ujar Pemuda itu. Dilihat dari name tagnya,Ia bernama Dave Wilson.

Jean berfikir sejenak. "Hm..Aku membutuhkan Sebuah Kertas Karton dan Lem. Oh,dan juga..Sebuah tali berwarna merah." Jawab Jean seraya menunjuk benda-benda tadi. Dave mengangguk lalu bergegas mengambil Barang-barang yang sudah ditunjuk oleh Jean.

Aisyah hanya bisa diam,Sembari melihat-lihat barang ditoko ini.
Dave kembali dengan beberapa Barang ditangannya. Ia kemudian memasukkan semuanya kedalam Tas plastik berukuran jumbo. Jari-jari tangannya juga Menekan tombol-tombol dari kalkulator.

"Semuanya 50 Dollar." Ujar Dave singkat. Jean mengangguk lalu mengeluarkan Beberapa Uang dan diberikan pada Dave.

"Done. Apa ada lagi?" Dave memberikan sisa uang kembalian pada Jean.

"Tak ada. Thanks a Lot Dave! Aku harus pergi sekarang sebelum hari semakin panas!" Ujar Jean. Dave mengangguk sembari tersenyum lebar. Ia juga memandang Aisyah dan tersenyum.

Aisyah dan Jean pun Keluar dari toko itu dan berjalan pulang.

******

"Ai,apa kau ingin mampir kerumahku dulu?" Tanya Jean begitu mereka berjalan melewati taman tadi.

"Boleh.  Sekalian aku ingin melihat-lihat bagaimana rumahmu Je." Jawab Aisyah.

Jean dan Aisyah pun kembali berjalan menuju Rumah Jean.

*****

Aisyah berdecak kagum ketika matanya melihat sebuah bangunan yang begitu besar dan Megah. Interior rumah ini begitu indah. Jika dari luarnya saja begitu mewah begini,Bagaimana jika didalamnya?

"Hey Ai,Apa kau akan terus-terusan berada disana Huh?" Ucapan Jean membuat Aisyah mengalihkan pandangannya pada Jean yang sedang bersidekap didepan pintu. Oh,bahkan pintu itu juga terlihat berkelas.

"Ok-oke.."

Aisyah mengikuti Jean memasuki rumah itu. Aisyah tak bisa menyembunyikann kekagumannya dalam Hati. Ia kembali Berdecak kagum melihat Isi Dalam rumah ini. Ternyata perkiraannya tepat,bahwa isi rumah ini lebih terlihat mewah daripada diluarnya saja.

"Astaga Ai,kau begitu mengaggumi rumahku ya? justru aku merasa sangat bosan. Rumah sebesar ini hanya ditinggali oleh aku dan kakakku saja. Itupun,Kak Mike lebih jarang dirumah." Ujar Jean. Aisyah tersadar,dan mengalihkan pandangannya pada Jean dengan alis terangkat.

Rumah sebesar ini hanya ditinggali oleh 2 orang saja? Yang benar saja!

"Lalu..Apa disini tidak ada semacam pembantu atau Pelayan?" Tanya Aisyah. Matanya kembali memandang langit-langit rumah.

"Mereka hanya seminggu sekali disini. Mereka kan juga punya Kehidupan lain. Jadi,aku memutuskan jadwal mereka hanya sekali dalam seminggu." Jawab Jean. Ia meletakkan barang bawaannya dimeja depan Sofa. Dan mendudukan diri disofa putih yang terlihat lembut itu.

"Jika aku menjadi dirimu,Aku akan betah berada dirumah ini Je." Aisyah ikut mendudukan dirinya disamping Jean. Jean menghela nafas.

"Tidak mudah menjadi diriku Ai. Jika kau berlama-lama dalam kehidupan Mewah ini,Kau pasti akan bosan. Untuk apa rumah sebesar ini jika penghuninya Hanya 2 orang?"

Aisyah memandang iba pada Jean. Itu benar. Jean adalah Anak yang ditinggal kerja Oleh orang tuanya. Kehidupan bisnis yang dimiliki orang tuanya membuat mereka tak sempat mengurus Jean dan mike.

Aisyah mengelus Punggung Jean. "Bersabarlah jean. Mungkin,Tuhan sedang mempersiapkan Hal yang indah untukmu."

Jean tersenyum. Dan memeluk aisyah.

"Thanks ai,Aku senang memiliki Teman sepertimu!"

"Sama-sama.." balas Aisyah.

"Oke. Berhenti bersedihnya. Sekarang,Kau harus membantuku mengerjakan tugas merepotkan ini. Oke!?" Ujar Jean setelah melepaskan pelukannya. Aisyah mengangguk.


"Oke."

****

Sekitar 2 Jam mereka mengerjakan tugas. Akhirnya tugas itupun selesai. Jean dan Aisyah memandang Lega pada Tugas dihadapan mereka dengan bangga. Aisyah melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya.

"Oh astaga..aku tidak menyangka Ini sudah begitu malam. Aku harus segera pulang Jean." Ujar Aisyah. Ia berlari turun kebawah mengambil Tasnya yang ditinggal disofa. Jean mengikuti aisyah yang begitu terburu-buru.

"Kau bisa menginap disini ai."

"Tidak Jean. Aku harus pergi sekarang. Selamat Malam." Jawab aisyah sembari Berlalu dari sana.

Ia menahan keinginannya untuk tinggal dirumah mewah itu.


Love You Because ALLAH [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang