Masih sempatnya update😁
Padahal udah besok ulangannya. Yaudahlah, Happy reading!
Maapkan kalo ada typo atau kurang Nyambung ya? :v
.
.
.
.
.
.
-----–-----------+-------------------+----------
USA,November, 04th 2015
Aisyah mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan menghirup udara yang terasa sejuk memasuki lubang hidungnya. Zayn disebelahnya tersenyum tipis,melihat kelakuan Aisyah yang begitu kekanak-kanakan. Mungkin gadis itu baru menginjakkan kakinya disini. Dan zayn merasa senang mengingat dirinya yang pertama kali mengajak gadis itu kesini.
"Terima Kasih.. "Bisik Aisyah pelan. Zayn mengangkat alisnya bingung. Aisyah meliriknya sekilas,lalu kembali melihat kearah jalanan yang dilalui masyarakat amerika.
"Kau orang pertama yang mengajakku kesini. Dan aku berterima Kasih untuk itu."
Zayn tersenyum. Ia ikut memandang jalanan didepan sana. "Sama-sama."
Aisyah tersenyum. Tiba-tiba saja ia terlonjak kaget merasakan telapak tangannya yang digenggam. Aisyah menundukkan kepalanya melihat kearah tangannya yang dipegang oleh tangan kekar zayn. Aisyah lalu mendongakkan kepalanya menatap heran pada Zayn yang masih memandang jalanan dengan senyum merekah dibibirnya.
"Apa yang—"
"Ayo kita pergi.."ucap Zayn langsung memotong ucapan aisyah yang ingin protes. Aisyah mencebikkan bibirnya kesal dan pasrah mengikuti zayn yang menarik tangannya memasuki sebuah mobil hitam. Sepertinya itu jemputan untuk mereka.
Didalam mobil,walaupun zayn sudah melepaskan genggamannya namun rasa hangat dari tangan zayn masih berbekas ditelapak tangannya. Membuat aisyah memandang tangannya terus menerus. Ia tak percaya,pria itu akan langsung menyentuhnya seperti tadi. Dan sialnya,dirinya hanya bisa pasrah menerima semua itu.
Aisyah melirik pada Zayn yang sibuk dengan ponselnya. Pria itu begitu tampan dengan setelan santainya. Walaupun dagu pria itu ditumbuhi bulu-bulu yang membuatnya semakin dewasa. Aisyah lalu membuang wajahnya menatap keramaian kota dari jendela.
********
Mobil hitam itu berhenti didepan sebuah apartemen mewah. Aisyah turun dari mobil dan memandang kagum pada bangunan didepannya. Mulutnya sedikit terbuka akibat terlalu menganggumi keindahan apartemen itu. Zayn mendengus melihat Aisyah yang begitu intens memandangi apartemen ini. Padahal ini hanya apartemen biasa,tapi gadis itu sudah berlebihan.
"Tutup mulutmu kalau tidak ingin ada lalat yang masuk. Mulutmu itu Bagus sekali untuk tempat tinggal lalat tau."Ucap Zayn. Aisyah menatap Zayn jengkel. Bibirnya mengerucut kedepan. Membuat wajahnya yang terlapis make up tipis menjadi lucu.
"Memangnya kenapa? Aku kan hanya tidak percaya kalau saja kita akan tinggal di apartemen yang mewah dan Indah ini."
"Jangan berlebihan. Ayo masuk!"zayn berjalan duluan meninggalkan Aisyah yang masih kesal ditempatnya. Aisyah menghentakkan kakinya kesal lalu mengejar zayn yang sudah semakin jauh didepannya.
Mereka berhenti pada Pintu bercat putih,didepan pintu itu ada sebuah papan bertuliskan Malik's Room yang menandakan ini adalah ruangan pria menyebalkan bernama Zayn.
Setelah zayn membuka pintunya,Aisyah menahan mulutnya untuk tidak menjerit. Ternyata apartemen zayn begitu mewah. Dirinya bahkan tak bisa menahan kekagumannya barang sedikit saja. Tidak, ini terlalu Indah.
Aisyah berjalan mengelilingi apartemen ini. Mulutnya membuntuk kata 'wow' setiap kali melewati barang-barang mewah disetiap sudut apartemen. Zayn berdiri ditengah ruangan memperhatikan gerak-gerik aisyah yang begitu takjub dengan barang-barang diapartemennya. Zayn tersenyum tipis lalu menggeleng kepalanya.
Aisyah memandang Zayn yang berdiri ditengah ruangan sambil melipat tangannya didepan dada. "Oh astaga, ini sangat Indah!"
"Inilah aku Miss. Hardoyo."jawab zayn dengan nada angkuhnya. Aisyah mendengus lalu kembali melihat-lihat sekelilingnya.
Zayn menjauh dari sana,ia pergi kedapur menyediakan minuman untuk dirinya dan aisyah. Ia terpaksa membuat Cokelat panas karena bahan-bahan dikulkasnya sudah habis dan dia baru saja sampai. Ia meletakkan gelas milik aisyah di meja pantry. Sedangkan ia sudah meneguk setengah cokelat panasnya.
"Minum dulu. Nanti lanjutkan melihat-melihat. Lagipula, barang-barang itu tidak akan hilang jika kau meninggalkannya sebentar saja."
Aisyah cemberut, lalu berjalan pelan meninggalkan barang-barang tadi menuju pantry. Ia mengambil segelas cokelat panas dan kembali berbalik menuju barang-barang tadi. Lagipula ia tidak peduli Kalau saja zayn mengejeknya.
"Gadis itu benar-benar.. "Batin zayn menggeleng kepalanya.
********
TO BE CONTINUEDD>>
Hanya Update bagian yang pling pendek hehe..
Maafkan kependekannya 😁
Dilaxx
KAMU SEDANG MEMBACA
Love You Because ALLAH [END]
Genç Kurgu[Complete] Sinopsis : Zayn tak pernah membayangkan bertemu dengan seorang gadis berhijab dan berwajah Asia dihidupnya. Pertemuan pertama mereka yang begitu memalukan Membuat Zayn tak ingin lagi bertemu dengan Gadis itu. Tapi,setelah beberapa hari k...
![Love You Because ALLAH [END]](https://img.wattpad.com/cover/77547454-64-k306900.jpg)