38. Still Got Time

2.4K 124 0
                                        

Play : Still Got Time (feat.  Partynextdoor) - Zayn malik
.
.
.
.
.
A

isyah mengeratkan Jaketnya dengan erat ketika Angin malam London menyelimutinya. Memasuki Bulan Desember cuaca Di London meningkat drastis. Salju bahkan sudah mulai turun. Aisyah menyesali bahwa kedatangannya ke London lebih baik di undur sampai Bulan januari nanti.

Matanya memandang kagum setiap sudut jalan kota London yang sudah dilapisi oleh Salju dan dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang terlihat Indah. Aisyah tersenyum tipis. Ingin rasanya ia merayakan tahun baru di Negara ini. Tapi,ia sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan pulang ke Indonesia secepat mungkin.

Mungkin kalian bingung kenapa ia bisa berada disini. Ia disini karena ingin bertemu dengan Jean dan mengambil beberapa barang-barangnya. Ia akan menyerahkan surat pindahnya pada Jean dan kembali pulang.

Tiba tiba ia teringat dengan Zayn. Entah bagaimana kabar pria itu. Zayn pasti sudah akan menikah sekarang. Itu bagus. Ia sudah membuktikan pada aisyah bahwa ia benar-benar orang yang bertanggung jawab.

Walaupun merasakan sakit direlung hatinya,Aisyah cukup senang dengan kabar itu. Zayn akan menjadi ayah. Sebagai Fansnya,Aisyah bersyukur akan hal itu.

Tak terasa taksi sudah tiba didepan pintu gerbang rumah Jean. Aisyah memberikan uangnya pada supir dan keluar dari taksi. Ia menghampiri pos satpam di ujung gerbang.

"Excusme,apa Jean ada dirumahnya?"tanya Aisyah. Satpam itu mengamatinya dari atas sampai bawah. Membuat Aisyah risih dipandangi sebegitu intens.

"Ya. Dia ada di dalam. Kau bisa masuk."jawab satpam itu. Aisyah mengangguk lalu membuka sedikit pagar itu dan masuk kedalam.

Walaupun sudah pernah datang kesini sebelumnya,aisyah tak henti-hentinya menatap kagum arsitektur bangunan ini. Masih Indah sama seperti terakhir kali ia datang kesini.

Ting nong~

Aisyah memencet bel,tak lama kemudian muncul Mike dengan pakaian kasualnya. Menatap Aisyah dengan terkejut.

"Ai? Ada apa kau kesini? Kau bersama siapa?"tanya Mike.

"Aku ingin bertemu Jean. Aku sendiri."jawab Aisyah. Mike mengangguk lalu membuka pintu agar lebar.

"Masuklah. Jean ada dikamarnya. Kau bisa langsung kesana."

Aisyah mengangguk lalu berjalan menuju kamar Jean yang berada di lantai 2. Setelah menaiki beberapa anak tangga. Aisyah sampai didepan kamar bercat putih. Ia mengetuknya dengan pelan. Terdengar sahutan dari dalam, aisyah segera membuka pintunya dan masuk ke dalam.

"Ai,kau—"

Aisyah berjalan cepat kearah Jean dan memeluknya erat. Air matanya yang sedari tadi ditahannya tak dapat di bendung lagi. Sudah cukup,ia tak dapat menahan rasa sakit ini lebih lama lagi.

"Astaga,kau kenapa!? Apa yang terjadi!?"pekik Jean panik. Ia begitu terkejut dengan kedatangan Aisyah yang tiba-tiba dan menangis cecegukan dipelukannya saat ini.

"Ak-aku sudah tidak kuat Jean.. Kenapa rasanya begitu sakit!? Dan kenapa wanita itu harus datang disaat Zayn sudah bahagia bersamaku!? Mengaku bahwa ia hamil anaknya Zayn. Kau bisa bayangkan bagaimana sakitnya Je. Ini terlalu menyakitkan.."Jawab Aisyah. Jean menghela nafas. Ia melepaskan pelukannya. Menatap wajah Aisyah yang kacau. Kedua matanya memerah dan kerudungnya yang sedikit miring. Jean memperbaiki letak kerudung itu dan menghapus air mata dipipi sahabatnya itu.

"Kau tahu,Ai. Memang rasanya menyakitkan. Aku pernah merasakannya. Tapi,kita harus kuat dan menjalaninya dengan ikhlas. Tuhan selalu bersama kita. Kau hanya perlu berdoa dan Tuhan akan memudahkan segalanya."bisik Jean. Aisyah masih menangis walau tidak sekeras tadi.

"Apa kau yakin,bahwa yang menghamili Gigi adalah Zayn?"

"Ya. Gigi yang mengatakannya."

"Kau hanya percaya pada perkataannya,tanpa mendengarkan penjelasan Zayn. Bagaimana kau menuduhnya tanpa tahu cerita yang sebenarnya."Jean menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Tapi,aku harus bagaimana Je. Semua sudah terjadi. Cepat atau lambat,Zayn akan menikahi Gigi. Walaupun itu bukan Anaknya."

"Aku kenal Zayn,Ai. Dia bukan orang seperti itu. Apalagi,ia sudah membenci Gigi. Jadi,ia akan berusaha untuk melakukan semua itu agar pernikahan tidak akan terjadi diantara mereka berdua. Aku yakin itu."jelas Jean.

"Kau hanya perlu menunggu,Ai." tambahnya.

-----------------

Buat part ini sampe sini dlu yak. Masih sibuk sama Uas besok lusa. ^^ maafkan ada typo or Ga nyambung :D

Vommentnya pls

Dilaxx

Love You Because ALLAH [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang