Setelah berjam-jam didalam pesawat. Aisyah akhirnya sampai diindonesia. Naik taksi menuju rumahnya,dan akhirnya ia sampai didepan bangunan yang begitu ia rindukan. Aisyah tersenyum lebar,ia melangkah cepat kearah pintu rumahnya,membukanya dengan lebar dan berlari menuju ayah dan bundanya yang sedang asyik menonton sebuah acara televisi.
"Bundaaa!"Aisyah segera memeluk bundanya dari belakang. Membuat sang bunda terlonjak kaget. Begitu juga dengan Ayahnya.
"Kamu udah pulang? Kok ga ngabarin? Ayah kan bisa jemput dibandara.."Ujar sang ayah. Aisyah memberikan cengirannya lalu duduk ditengah-tengah sang ayah dan bunda.
"Gak perlu. Aku mau ngasih Suprise aja buat kalian. Dan hasilnya,taraa! Kalian kaget kann."Ia tertawa diikuti oleh bunda. Ayahnya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakukan Putrinya yang seperti anak kecil.
"Ohya,mana Zayn? Dia gak dateng sama kamu nak?"Tanya bunda. Sontak membuat Senyum diwajah aisyah hilang. Namun,aisyah segera mengganti ekspresinya ceria kembali agar ayah dan bundanya tak curiga.
"Bunda kan tahu,dia itu artis terkenal. Jadi sibuklah sama urusannya."jawab aisyah. Bunda menganggukkan kepalanya mengerti.
Mata sang ayah menyipit. "Kamu gak lagi kabur kan gara-gara berantem sama dia?"
"Enggaklah! Kita baik-baik aja kok yah. Everything is fine."jawab aisyah.
"Yaudah sana kamu istirahat! Nanti malem bunda masak makanan kesukaan kamu."Ujar sang Bunda. Aisyah bersorak lalu mencium pipi bunda dan ayahnya sebelum naik keatas dimana kamarnya berada.
*******
Zayn menatap ponselnya dengan pandangan kosong. Hingar bingar club tak membuatnya tersadar dari lamunanya. Beberapa wanita club mencoba untuk menggodanya,tapi ia hanya diam tak bergeming membuat wanita-wanita itu geram dan beranjak dari sana.
Entah sudah berapa lama ia selalu datang kesini. Semua sejak gadis itu meninggalkannya. Salahnya juga tidak mencoba untuk menahan gadis itu. Ia terlalu takut. Karirnya mulai menurun. Banyak fansnya yang kecewa padanya karena tak lagi muncul. Zayn terlalu sibuk dengan dunianya sendiri.
"Kau tak boleh terus seperti ini zayn."Ujar liam. Zayn diam tak membalas ucapan Liam. Liam menghela nafas. Entah sudah berapa kali ia menyuruh sahabatnya ini untuk melupakan semuanya dan kembali ke kehidupannya.
"Aku begitu bodoh,sudah membiarkannya pergi tanpa menjelaskan perasaanku padanya."gumam zayn.
"Ya,kau bodoh. Jika kau tahu itu,maka pergilah. Temui dia dan jelaskan semuanya. Bukan berada disini dan melamun."
"Aku takut.."
"Kau laki-laki kan? Jadi bersikaplah gentle."ujar liam yang mulai jengkel dengan zayn yang tiba-tiba menjadi bodoh.
Zayn mengangguk. Lalu bangkit dari duduknya."Aku harus pergi.terima kasih waktumu,Liam."ucapnya.
Liam tersenyum lalu mengangguk.
*********
Aisyah menatap layar tv didepannya dengan pandangan kosong. Entah sudah berapa kali ia menekan tombol remote tv demi mencari berita tentang Zayn. Namun,nihil. Berita tentang Zayn tak ada. Ia menghela nafas lalu meletakkan remote di Nakas. Ia menyadarkan kepalanya di kepala ranjang. Menatap kosong kearah langit-langit kamarnya.
Tadi saat makan malam,untung saja ibu ataupun ayahnya tidak membahas tentang pria itu. Jika saja mereka bertanya,mungkin Aisyah tidak akan menjawabnya dan akan menimbulkan kecurigaan,terutama Ayahnya. Sang ayah pasti akan marah jika mengetahui bahwa mereka dalam keadaan yang tidak baik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love You Because ALLAH [END]
Teen Fiction[Complete] Sinopsis : Zayn tak pernah membayangkan bertemu dengan seorang gadis berhijab dan berwajah Asia dihidupnya. Pertemuan pertama mereka yang begitu memalukan Membuat Zayn tak ingin lagi bertemu dengan Gadis itu. Tapi,setelah beberapa hari k...
![Love You Because ALLAH [END]](https://img.wattpad.com/cover/77547454-64-k306900.jpg)