Part 28 : this cant be happening....
Justin's POV
Keesokkan paginya, seluruh tv heboh dengan berita seorang kriminal tertangkap. Aku tersenyum puas melihat berita tsb. Eric akan di kenakan hukuman di sel selama 5 tahun karena ia telah terbukti menangkap seseorang dan menyiksanya sebelum ia datang ke New York.
"Woah guys! I think we need to throw a party!" Seruku bersemangat.
"Nope. The scorpions pasti akan membalas dendam akan hal ini. Kita harus siap-siap untuk menghadapi mereka" timpal Lautner bijak.
Semuanya melihat ke arah Lautner sambil memikirkan sesuatu sedangkan Kylie mengurangi jarakku dengannya. Tiba-tiba ponsel Kylie berbunyi. Aku melihat expresi wajahnya yang tengah gugup dan meminta salah satu dari mereka mematikan tv nya.
"Hi mom" sapanya berusaha menghilangkan gugupnya.
"Mm... okay. Safe flight mom. love you" ujarnya lalu mengakhiri pembicaraannya. Semuanya bernafas lega.
"Justin.. can you drive me home now? Ibuku akan segera pulang" aku mengangguk pelan.
"Okay. Lets go babe" aku mengambil ponsel, dompet, juga kunci mobilku bersiap untuk pergi. Tapi kemudian, aku berlari di basement untuk mengambil sebuah pistol dan beberapa anak pistolnya. Kylie yang melihatku tengah menggenggam sebuah pistol itu terkejut.
"W-what for?" Tanyanya berjalan mundur menjauh dariku.
"Safety. Lets go babe. Dont be scared, I wont hurt you" aku mengambil tangannya dan menggenggamya erat dan masuk kedalam mobil.
Tak ada yang berusaha untuk mencairkan es yang dingin ini. Aku melirik kekasihku. Tangannya gemetaran dan ia tampak gugup. Aku tersenyum tipis dan menggenggam tangannya hangat tapi ia malah menariknya menjauh dariku.
"Whats wrong babe?" Tanyaku sambil berkonsentrasi pada jalanan.
"No-nothing..." ujarnya ketakutan.
"Anything you want to tell me?" Tanyaku lagi. Kali ini ia memilih untuk menggelengkan kepalanya.
"Alright then.. let me know if you want to tell me, so I'll listen" ia mengangguk lagi.
Beberapa menit kemudian, kami sudah sampai di depan rumah Kylie. Gadis itu tampak aneh. Ia tidak mungkin ketakutan begini kan gara-gara aku membawa pistol? Ia bahkan sudah pernah melihatku menembakkan pistol tersebut. Tapi kalau bukan gara-gara itu, apa? Kenapa ia seperti ini? Apa yang akan terjadi?
Kylie langsung masuk ke dalam rumahnya tanpa bilang apa-apa..
Kylie's POV
Seseorang mengirimkanku sebuah pesan singkat tadi pagi. Ia bilang padaku bahwa ia adalah teman masa kecilku yang sudah lama tak bertemu. Laura. Nama itu terdengar asing kepadaku dan gadis itu memintaku untuk bertemu dengannya di Starbucks sore ini.
Pukul 3 sore, aku mengambil kunci mobilku dan pergi ke starbucks terdekat. Aku bohong sama Justin kalau orangtuaku pulang hari ini. Mereka baru pulang besok sore. Aku melakukan ini karena Laura tidak memperbolehkanku memberitahu siapapun kalau aku akan bertemu dengannya dengan alasan ia sedang kabur dari rumah.
Setelah memesan segelas green tea kesukaanku, aku mencari tempat duduk dan menunggu kedatangan gadis itu. Sudah 15menit tapi ia tak kunjung datang...
Tak lama kemudian seorang pria bertubuh besar datang menghampiriku.
"Laura memintaku untuk membawamu ke dalam mobil. Ia ingin berbicara denganmu" ujarnya. Aku berpikir untuk beberapa kali karena pria ini sangatlah menakutkan. Beberapa menit kemudian, aku mengangguk dan mengikuti mereka memasukki sebuah mobil sedan berwarna hitam.
KAMU SEDANG MEMBACA
bad boy
FanfictionKylie akhirnya bertemu dengan sahabat kecilnya lagi tidak mengetahui kalau semuanya telah berubah. gadis itu tidak mengetahui kalau sahabatnya, Justin merupakan seorang kriminal. dan diam-diam gadis itu ternyata menyimpan sebuah perasaan yang lebih...
