Im sorry guys. Ive been so busy with my thesis and homework. Maaf kalau ceritanya makin gaje...
Thankyou for reading my story and dont forget to vote and comment.
***
Kylie's Pov
Ini sudah hampir tengah malam dan Justin belum balik juga. Kini, aku sedang duduk melamun berusaha membuang pikiran-pikiran buruk yang menimpanya. Ia pria yang kuat dan tangguh, ia pasti baik-baik saja dan akan segera kembali, batinku.
Tidak lama kemudian, bel rumahku berbunyi. Aku mengintip ke luar jendela dan membuka pintu. Pria itu...ia balik. Ia ada disini dan ia baik-baik saja. Aku langsung memeluknya erat dan membuang nafas lega. Usai mengunci pintu, kami menuju kamarku.
"Aku senang kau balik dengan selamat. Aku takkan mampu membayangkan apa yang akan terjadi padamu. Aku sangat takut..." ujarku memeluknya lagi.
"You dont have to. I promise I'll be fine. Because i have a reason to go home in one piece. Anyway, I miss my princess alot" aku tersenyum mendengar kata-katanya.
Bunyi ketukan jendela yang keras membuat kami terkejut. Siapa malam-malam yang datang.. Justin memutuskan untuk melihat lewat jendela lalu membuka jendelanya dan membiarkan Cam masuk ke kamarku lewat jendela.
"You fuckin' scared us Cam!" Omel Justin.
"Im just worried about you. Kau seharusnya ketemu dulu denganku tadi, bukannya langsung pulang" omel Cam balik kepada Justin.
"But since you go back safely, alright. I'll leave u guys... see ya guys" ujar Cam lalu pamit keluar melalui jendela kamarku.
***
Sinar matahari pagi yang membus sela-sela gorden jendela kamarku membuatku terbangun di pelukan hangat Justin. Aku tersenyum dan mengeratkan pelukannya menghirup aroma khas tubuhnya yang membuatku tenang.
"Good morning sweetheart" panggil Justin dengar suara seraknya karena baru bangun tidur.
"Hmm..." jawabku ingin melanjutkan tidurku. Tapi kemudian pria itu langsung beranjak dari kasur dan meraih ponselnya.
"Oh shit.. i shouldnt have slept" kutuknya. Karena penasaran, aku melihat layar ponsel Justin dari sampingnya. Dan ya. Ada belasan bahkan puluhan panggilan tidak terjawab juga pesan singkat dari sahabat-sahabatnya.
Ini pertanda buruk!
"Im sorry. I fell asleep. Any important news?" Tanya Justin berusaha untuk tenang.
"You said important news? Cam is fuckin hit by someone last night. And we're at the hospital now!" Teriak Nash.
"I'll be there in 5"
Justin's Pov
Apa lagi yang sedang di rencanakan the scorpion? Entahlah. Tapi yang pasti apa yang menimpa Cam itu pasti rencana mereka.
Kylie sedang memeluk gulingnya erat tertidur sangat lelap. Ku raih selembar kertas lalu meninggalkannya di samping kekasihku setelah terisi dengan beberapa kalimat. Setelah itu, aku langsung mengambil kunci mobil, dompet dan ponsel menuju rumah sakit.
Nash, Lautner, dan Josh terlihat cemas dan gelisah berdiri di depan ruangan sahabat yang sudah mereka anggap seperti saudara sendiri.
"Where the hell are you?!" Bentak Nash kepadaku. Lautner yang melihat adegan tersebut langsung menghampiri diriku dan menjauhiku dari Nash karena ia tau emosiku sedang tidak stabil sekarang.
Aku melangkah memasuki ruangan Cam. "Hi man, how are you?" Tanyaku. Pria itu melihatku sambil tersenyum tipis. "Im alive" he joked.
"Do you know who did this to you?" Tanyaku to the point. Ia hanya menatapi dinding putih dengan kosong. Shawn. It must be him.
KAMU SEDANG MEMBACA
bad boy
FanfictionKylie akhirnya bertemu dengan sahabat kecilnya lagi tidak mengetahui kalau semuanya telah berubah. gadis itu tidak mengetahui kalau sahabatnya, Justin merupakan seorang kriminal. dan diam-diam gadis itu ternyata menyimpan sebuah perasaan yang lebih...
