Part 33 - cupid or match-maker?
Kylie's POV
Saat mom memberitau bibi kalau mereka akan pulang hari ini, bibi mulai memasak beberapa makanan mewah. Ada acara apa? Kenapa tiba-tiba masak seolah-olah akan ada tamu istimewa? Padahal biasanya tidak pernah begitu.
Bel rumah tiba-tiba saja berbunyi. Aku bergegas untuk membuka pintunya. "Mom! Dad!" Seruku memeluk mereka bersamaan.
"We miss you so much honey!" Ujar mom memelukku sekali lagi. Lalu aku merasakan kehadiran seorang pria yang tak ku kenal. Pria itu terlihat memakai kemeja formal. Sepertinya pria itu datang dengan kedua orangtuaku. Tapi siapa dia?
"Honey, kau siap-siap ya.. nanti kita akan dinner bersama.. oh ya. Kenalkan, ini Edward Hamilton. Anaknya temen mom" aku mengangguk pelan. Pria itu mengulurkan tangannya untuk berkenalan.
Usai berkenalan dan membantu kedua orangtuaku memindahkan barang-barang mereka ke rumah, aku pun siap-siap untuk dinner. Tapi siapa pria itu? Ada apa ia kesini? Kenapa mom mengenalinya kepadaku? Beribu pertanyaan terlintas begitu saja...
Aku memakai sleveless dress selutut berwarna biru gelap. Memakai sedikit make-up agar tidak terlihat pucat dan membuat rambutku sedikit bergelombang. It's simple, but I like it. Aku lalu bergegas untuk turun ke bawah menemui kedua orangtuaku juga pria itu.
Saat aku menuruni tangga, pria bernama Edward itu terus melihatku kagum sambil tersenyum. Aku hanya memberikan senyuman tipisku.
"Karena Kylie sudah datang, mari kita makan malam bersama" ujar ayahku sambil berjalan menuju meja makan yang telah di sediakan beberapa makanan lezat.
Ayahku duduk di sisi meja menghadap kami semua. Aku mengambil tempat di samping ibuku, sedangkan pria itu duduk di depan ibuku. Makan malam kali ini sepertinya sangat awkward sekali, batinku.
Saat makan malam, kedua orangtuaku terus menanyakan kehidupan pribadi pria itu dan membandingkannya denganku. Pria itu sesekali melihatku dan tersenyum kepadaku. Tak mau di bilang sombong, aku pun membalas senyumannya.
Usai makan malam, kedua orangtuaku kembali ke ruang tamu. Sedangkan aku duduk di dekat kolam renang sambil menatap tenangnya air itu. Tapi Edward tiba-tiba saja duduk di sampingku.
"Kau suka pemandangan malam?" Tanyanya. Aku melihatnya sekilas dan mengalihkan pandanganku ke arah kolam.
"Yep. Itu membuatku merasa tenang" jawabku seadanya.
"Apa kau sudah punya pacar?" Aku terkejut mendengar pertanyaannya. Bagaimana aku bisa menjawabnya? Kalau aku jujur kepadanya, apa ia akan kasih tau kedua orangtuaku?
Hening dan awkward. Itulah yang kami rasakan. Aku tak berani menjawab pertanyaannya.
"You look beautiful by the way" pujinya. Aku tersenyum kepadanya dan mengucapkan terima kasih.
Kami berbincang-bincang selama beberapa saat.. hingga ia pamit pulang karena hari sudah sangat malam. Aku tersenyum kepadanya untuk terakhir kalinya hari ini..mungkin.
Saat ia sudah pulang, ibuku terus bertanya kepadaku bagaimana pria itu. Aku hanya menjawab seadanya karena aku baru mengenalnya hari ini. Lagi pula, aku sudah punya pacar.
"Kami mau menjodohkanmu dengan dia. Sebelum melahirkanmu, mom pernah janji dengan temen mom kalau kami melahirkan anak berjenis kelamin berbeda, kami akan menjodohkannya" ujar ibuku sambil menyeruput secangkir teh panas.
"Seriously mom? Aku bukan anak kecil yang bisa di jodoh-jodohkan dengan siapa pun. Aku berhak untuk memilih siapa yang ku cintai. Tapi yang jelas, bukan dia! Jadi aku ga mau di jodohkan dengannya!" Bentakku lalu pergi ke kamarku dan mengunci diriku.
KAMU SEDANG MEMBACA
bad boy
FanfictionKylie akhirnya bertemu dengan sahabat kecilnya lagi tidak mengetahui kalau semuanya telah berubah. gadis itu tidak mengetahui kalau sahabatnya, Justin merupakan seorang kriminal. dan diam-diam gadis itu ternyata menyimpan sebuah perasaan yang lebih...
