42

5.4K 132 2
                                        


Alika tampak sibuk dengan tumbukan buku ditangannya saat keluar dari perpustakaan sekolah,sepasang mata yang sejak tadi mengawasinya tersenyum melihat tingkah alika,dengan langkah cepat dia menghampiri gadis itu

"Apa perlu bantuan?"

Alika pun langsung menoleh kearah sumber suara,

"Kak gio,aku kira in siapa?"jawab alika sambil tersenyum,gio pun langsung merebut tumpukan buku yang dibawa alika"nggak usah kak,ini nggak berat kok"

"Udah nurut aja,masa iya gue biarin cewek secantik ini bawa tumpukan buku segini banyaknya"ucap gio dengan seringai nakalnya"kan kasian tangan lo yang lembut dan halus itu kalau jadi kasar"

Alika pun hanya nyengir menanggapi gombalan gio,

"Makasih ya kak"

"Tak perlu terima kasih!nanti pulang sekolah ada acara nggak?"tanya gio yang membuat alika tersentak kaget.

"Nggak sih,kenapa kak?"

"Mau nganterin lo pulang,itu sih kalau boleh?"

"Hmmmm,,gimana ya kak"alika tampak bingung"kayaknya nggak bisa deh,maaf ya kak"

"Nggak papa,"ucapnya dengan nada sedikit kecewa"lo masih pacaran sama adek lo,kan diharamkan agama pacaran sama saudara kandung al?"

"Gimana dia bisa tahu,gue jadian sama bian?"batin alika heran

"Al.."panggil gio pelan"ini bukunya,atau mau aku antar sampai kedalam kelas?"

"Eh,nggak usah kak,makasih ya kak"ucap alika nyengir dan kemudian mengambil bukunya dari tangan gio

"Al,lo masih punya hutang penjelasan sama gue"kata gio dan kemudian meninggalkan alika dengan wajah bingung.

Alika bergegas masuk kedalam kelas,dan meletakkan buku buku tersebut ditempat meja guru.

Alika segera merogoh ponselnya karena bergetar

Line

bian:

Alika : suka bian limauuuuuuuuu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Alika : suka bian limauuuuuuuuu...!
Bian. : mahal tapii,
Alika  : patungan deh...😳
Bian  : bisa dipertimbangkan😝,dah aku masuk kelas dulu muuuuuuach...nanti aku jemput..

alika kemudian kembali memasukan ponselnya kesaku seragamnya,sambil tersenyum senang,dari kejauhan dari tadi riri memperhatikan alika diam diam.

"kenapa gue nggak seberuntung lo,al?"

"ri...?"riri pun segera menoleh kearah sumber suara,dan ternyata alika sudah berdiri disampingnya."gue tahu,dari tadi lo memperhatikan gue,sebenarnya gue juga tersiksa dengan situasi seperti ini"

" kita temenan dah lama ri,gue cuma nggak abis fikir aja,lo bisa lakuin hal sekeji itu sama gue,hanya karena cowok"tambah alika

"maafin gue al,gue emang jahat"isak riri"gue khilaf al,gue iri sama lo"

"lo iri sama gue?apa yang lo iri dari gue ri,mestinya gue yang iri sama lo,lo punya keluarga lengkap,papa mama yang sayang sama lo,serta dito yang selalu mendukung lo,sedangkan gue,gue hanya anak yatim piatu yang beruntung mendapatkan keluarga sebaik keluarga bian,"ucap alika sambil berlinang air mata,"mestinya lo bersyukur ri,bukan malah iri sama gue"

"maafin gue al,maafin gue"ucap riri sambil mengenggam tangan alika erat

"gue udah maafin lo,dan gue harap kita bisa seperti dulu lagi,dan lo tidak ulangi lagi perbuatan lo,"

"gue janji al"riri mengangguk dan kemudian merengkuh tubuh alika dan memeluknya erat,mereka tidak sadar bahwa mereka jadi tontonan anak satu kelas.dan tidak lama kemudian bel masuk kelas pun berbunyi.

My Brother ComplexTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang