SH-7

20.2K 906 17
                                        

Selamat membaca!!!
.
.
.
.
.
Mata Dane tak berkedip memandang jauh di balik kaca mobilnya.

Di sana dua manusia berbeda jenis sedang berbincang dan sesekali tertawa seolah apa yang mereka bicarakan begitu asyik dan lucu.

Hatinya terenyuh ketika menatap wajah wanita yang sudah ia hancurkan masa depannya. Tapi dia tidak pernah peduli atas apa yang ia perbuat seolah ia tidak melakukan sebuah tindak kejahatan padahal sebaliknya.

Setelah pembicaraan nya dengan Ethan adiknya dua hari yang lalu Dane merasa bersalah tapi dia juga tidak tau harus berbuat apa karena Riana sama sekali tidak meminta pertanggung jawaban atas apa yang ia lakukan dan atas janin yang kini bersemayam di dalam rahim nya.

Sementara ia sendiri mencintai gadis lain, memang bukan cinta pertamanya tapi ia adalah orang yang membuat Dane kembali bangkit dari keterpurukan nya, meski sekarang mereka hanya terpisahkan jarak dan waktu saja tapi hubungan mereka tetap berlanjut.

trilolet..trilolet..trileolet..!!

Lamunan Dane buyar ketika ponselnya berbunyi..

Mom calling....

"Halo mah"..

"..."

"Mama udah sampe?"

"...."

"Iya Dane pulang sekarang"

"..."

"Iya Ethan sedang bersamaku mah"

"..."

Tututu...

Panggilan di tutup oleh Dane.
Dan ia pun kembali menoleh kearah luar sana Ethan dan Riana masih asik berbincang.

sepertinya Ethan lupa kalau dia datang bersama Dane, Riana memang tipe wanita yang mudah bergaul jadi dia tidak kesulitan untuk menyesuaikan dengan orang lain.

Tapi Dane juga tidak bisa berlama-lama di sini karena sang ratu sudah menunggu ia dan Ethan di Villa mereka.
Dane pun membunyikan klakson mobil nya memberi kode pada Ethan agar segera mengakhiri dunianya.

Ya dia memang ikut ke rumah Riana tapi dia tidak menampakan batang hidungnya, karena dia merasa takut untuk menemui Riana, dia memang pengecut tapi untuk saat ini dia tidak ingin membuat Riana takut atau pun terluka kembali dia akan mencari waktu yang tepat untuk bertemu dengan Riana dan entah kapan yang jelas pasti.

Tinn tinn..!!!

Untuk ke sekiam kalinya Dane membunyikan klakson dan sekarang barulah Ethan beranjak dari duduk nyaman nya bersama Riana.

Dane melihat Ethan sangat akrab dengan Riana mereka seperti sudah saling mengenal lama sekali. Sementara dengan Dane sendiri Riana sangat canggung meski dia dan Riana tinggal di atap yang sama dan sering berinteraksi.

Bughh..!!

suara pintu mobil yang di tutup keras membuat Dane sedikit terlonjak dari segala pemikirannya.

"Kenapa sih kak? kok pulang nya buru-buru banget padahal aku masih senang ngobrol sama Riana" protes Ethan.

"Mamah sudah sampai ke Villa kita di suruh pulang" jawab Dane datar

"Apa?... alhamdulillah akhirnya,pasti mama senang kalau bertemu Riana"

Dane menoleh.
"Sebaiknya kita jangan beritau mama dulu, nanti saja nunggu waktu yang tepat" tolak Dane

"Loh kenapa emang kak? Ini juga keinginan mama kan, aku cari Riana juga buat mama. " ucap Ethan heran dengan sikap kaka nya.

"Tidak Ethan kita tidak akan memberi tahu mama tentang Riana sampai waktu yang tepat. Aku yang memutuska atau kau ingin di kirim kembali ke New York." tolak Dan sambil sedikit mengretak Etan karena dengan cara itu saja adiknya bisa menurut.

"Kau aneh sekali kak, seharusnya kau senang Riana bisa ketemu dan lagi kalau mama sampe tau kita menyembunyikan Riana kan bisa brabe, kau tau kan mama seperti apa??.."

"Mama tidak akan tau jika kamu tidak memberi tahu nya."

"Ya sudah lah terserah kakak saja."

Ethan merasa aneh dengan sikap kaka nya, sepertinya ada yang tidak beres..batin Ethan.

Tidak ini bukan waktu yang tepat, Eiana tidak boleh bertemu dengan mamanya dulu sebelum ia menemui Riana dan meminta Riana agar tidak menceritakan apa yang terjadi.

Dane belum siap untuk menjadi seorang ayah apa lagi sekarang dia sudah berencana untuk melamar kekasihnya beberapa bulan lagi. Menunggu kepulangan Maura setelah itu ia akan bertunangan dengannya.






Tbc..

segini dulu aja ya...

Maaf typo jelek dan absurd
Soalnya aku lagi mentok ide juga ngantuk banget ini aku usahain update solanya udah lama aku menelantarkan wkwkwk

Maaf kan authir yang tidak bisa memenuhi keinginan readers ya. Maklumin aj

Makasih yang udah mau vote dan komentarnya 😊😊

Jejak kalian adalah dukungan untuk saya😙😙😙

Sekeping HatiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang