SH-8

19.8K 971 9
                                        

Pertama saya ucapkan banyak terima kasih pada kalian yang sudah mau membaca terutama yang sudah memberi vote dan koment di cerita abal-abal ini. Tanpa kalian cerita ini bukan apa-apa.

Sekali lagi terima kasih 😊

Salam sayang untuk kaliann😙😙




Selamat membaca...!!!
.
.
.
.
.
Pintu Villa terbuka, tak lama Ethan dan juga Dane masuk. Cathrina sang ratu besar sudah menunggu mereka duduk berselonjor di sofa singgel berukurang panjang.

"Kalian dari mana?" Tanya wanita yang sedang duduk di ruang tamu.

Dane menatap Ethan memberi isyarat lewat tatapan nya agar Ethan tidak memberi tahu ibunya.

"Kami dari perkebunan mah memeriksa beberapa lahan yang belum terpakai" jawab Ethan.

"Oohh.. bagaimana apa kalian sudah menemukan nya?" Cathrina yang jelas sangat mengharapkan jawaban bahagia.

"Siapa mah?" Tanya Dane pura-pura tidak mengerti.

"Riana, mama ingin sekali bertemu dengannya" ucap Chatrina sedih

Ethan menatap Dane solah mengatakan _kau lihat kan mama bagaimana,kau membuatnya bersedih_.

Dane menatap tajam Ethan dan ia berjalan mendekati ibunya. "Kami belum menemukannya mah, anak buahku sedang berusaha mencarinya nanti jika kami sudah mendapat kan laporan kami akan membawa Riana" jawab Ethan beralibi.

"Kamu bener ya.. jujur saja Dane mama sangat menyayangi Riana meski dia bukan lah anak mama"ucap Cathrina sendu.

"Ethan janji, Ethan yang akan membawa Riana pulang dan bertemu dengan mama."ucap Ethan dengan bersungguh-sungguh.

"Ini sudah satu bulan lebih dia menghilang, mama masih penasaran kenapa dia pergi dari rumah."

"Dane sebenarnya apa yang terjadi? Karena selama dia tinggal di rumah mama, dia tidak pernah bersikap seperti ini jika pergi pun dia akan izin sama mama.."

Pertanyaan yang di ajukan Cathrina membuat Dane gelagapan.
"A-aku juga tidak tau mah" jawab Dane gugup.

"Hmm, ya sudah kalo begitu mama mau istirahat dulu, jika ada kabar cepat beri tahu mama ya."pinta Cathrina sambil berlalu meninggalkan ruang tengah itu.

Dane dan Ethan mengangguk bersama dan menatap punggung sang mama yang menjauh dan menghilang di balik pintu kamarnya.

"Kau lihat kan.. kau keterlaluan kak, aku tau ada yang tidak beres di antara kalian. Dan jangan salahkan aku jika akau membawa Riana kembali dengan atau tanpa persetujuanmu" ketus Ethan,

dia merasa kecewa atas sikap kaka nya yang telah membuat ibu mereka bersedih, Ethan memang sangat menyayangi ibunya baginya yang utama adalah kebahagian kedua orang tuanya dan dia akan marah pada orang yang telah membuat kedua orang tuanya bersedih sekalipun itu kakak kandung nya sendiri.

Ethan memang tipe orang yang penyayang, ramah, baik dan peduli.

Berbeda dengan Dane yang memiliki sikap keras kepala, dingin dan kaku. 

Dane mirip dengan sang ayah, tapi ayah nya tidak sedingin Dane, dan Ethan menuruni sikap ibunya.

Ethan berlalu meninggalkan dane sendiri di ruang tamu, sementara Dane menghempaskan bokongnya pada kursi empuk itu dan mengerang frustasi sambil mengacak rambut hitam pekatnya.

Dane harus segera menemui Riana dan meminta gadis itu agar merahasiakan ayah dari bayi nya jika nanti dia bertemu dengan ibunya. Tapi nyalinya selalu menciut ketika melihat wajah polos Riana.

Entah apa yang ia rasakan sebenarnya, tapi dia harus melakukan itu agar hubungan nya dengan Maura bisa mendapat restu dari sang mama.

***

Mobil Dane berhenti tepat di depan pekarangan rumah sederhana. Ia menatap keluar memperhatikan gadis yang kini tengah menyiram tanaman di depan rumah nya.

Dane membuka pintu mobil dan turun berjalan menghampiri gadis itu.

"Riana" panggil Dane

Dan seketika itu juga Riana tersentak mendengar suara yang ia kenal dan selama sebulan lebih ini tidak ia dengar.

Riana membalikan tubuh nya menghadap pria tadi yang memanggilnya. Dan benar saja apa yang dia dengar tadi tidak salah orang itu ya laki-laki yang telah membuntukan masa depannya. Ia adalah majikan nya sendiri.

Tubuh Riana gemetar melangkah mundur dan ketika kembali berbalik hendak berlari menghindar langkahnya terhenti karena Dane mencekal tangan nya kuat.

"Kau.. mau apa kemari?" Riana meberanikan diri berbicara meski dengan gemetar dan berusaha melepas tangan nya dari cekalan Dane.

"Ikut aku" ucap dane sambil membawa riana masuk ke dalam mobil nya.

Dane menjalankan mobil nya, menjauh dari rumah Riana dan menghentikan nya di tengah jalan perkebunan.

"Jawab dengan jujur Riana, apa benar kau hamil?"

"Tidak" jawab Riana singkat

"Jangan bohong aku tau kau hamil, iya.?"

"Kalau kau tau kenapa kau bertanya" ucap Riana sambil terisak.

"Gugurkan kandungan itu"

Bagai di sayat hati Riana menjerit sakit. Setega itu kah Dane?! Dia menyuruh Riana mengugurkan kandungan nya..

"Semudah itukah?" Tanya Riana lirih.

"Dengar aku Riana, semua yang aku lakukan padamu itu hanya sebuah kesalahn dan kau mengetahuinya aku juga mencintai gadis lain dan aku akan menikahinya dan yang terakhir aku belum siap untuk menjadi seorang ayah" jelas Dane

Ternyata benar apa yang selama ini ia fikirkan bahwa Dane tidak akan menerima kenyataan ini. Tapi untuk permintaan Dane dia tidak akan pernah mengugurkan kandungan nya meski nantinya dia akan mendapatkan cemoohan dari orang lain dia tidak akan perduli dan juga tentang rasa kecewa ibunya dia akan egois untuk satu hal ini.

"Aku tidak peduli dengan semua yang kau inginkan dan ingat satu hal tuan aku tidak akan mengugurkan darah dagingku sendiri meski ia hadir karena sebuah kesalahn dan aku tidak membutuhkan rasa tanggung jawabmu" ucap Riana sambil membuka pintu mobil dan ia keluar pergi meninggalkan segala ke sakitan di dalam hatinya.

Dane membeku mendengar penuturan Riana, gadis itu bener-benar membuat nya frustasi. Dane mengakui bahwa dirinya memang bajingan dan brengsek karena menyuruh Riana menggugurkan darah daging nya sendiri tapi tidak ada pilihan lain karena dia tidak ingin semua orang tau terutama Maura wanita yang sangat ia cintai.

Di sepanjang perjalanan Riana menangis melihat kenyataan hidpnya yang hancur seperti sekarang.

Hamil tanpa suami, menggantukan cita-citanya, melupakan hidup sederhana dan bahagia bersama orang yang mencintainya.

Tapi dia harus tetap kuat demi bayi yang kini tumbuh di dalam rahimnya. Dia akan berusaha membahagiakan bayinya meski hanya seorang diri.

Dia akan pergi dari sini dia akan melupakan semua yang terjadi dan dia kan memulai semua kehidupannya dari awal bersama anak nya nanti.







Tbc....

Haii... aku update lagi nih, buat kalian yang udah ngasih semangat dengan jejak dan dukungannya makasih banyak ya..  author tidak akan bosen meminta maaf untuk typo absurd dan sebagainya hehe

Miss u😙😙😙😙😙

Sekeping HatiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang