[Smut alert!]
"Aku senang Harry jadi lebih sering berkumpul dengan kita semua," Semua mata tertuju ke sumber suara ketika mendengar ucapan berupa sindiran dari pria yang berwajah tampan dan sedikit berparas ketimuran. Sial, ia tampan sekali.
Tanpa menoleh, aku dapat merasakan Harry mendengus jengkel. Lantas ia sedikit menegapkan tubuhnya sambil berujar, "Diamlah, Ed. Sudah kukatakan aku memiliki urusan penting belakangan ini."
Orang yang dipanggil Ed pun menyahut, "Begitu pentingnya kah sampai kau meninggalkan teman-temanmu ini, huh?"
"Astaga, ayolah, Ed. Kenapa kau jadi bertingkah seperti anak kecil?" Secara otomatis, suara Harry naik satu oktaf yang langsung membuat suasana berubah menjadi tegang.
"Well, kukira kau yang seperti anak kecil," Pria bernama Ed tersebut menunjukkan seringaian di wajahnya.
Aku memerhatikan satu per satu orang yang berada di lingkaran ini. Dan yang kutangkap, raut wajah Louis terlihat khawatir sekaligus bingung untuk mengatasi perbincangan mereka yang mungkin akan berubah menjadi perdebatan.
"Dengar, aku datang kesini bukan untuk mempermasalahkan hal bodoh itu, so shut your mouth." Tepat setelah bicara, Harry bangkit dari duduknya dan segera keluar dari lingkaran.
Kudengar beberapa orang termasuk Liam menyalahkan Ed yang sudah memancing emosi Harry hingga pria itu pergi begitu saja.
Lantas aku berdiri dan menyentuh pundak Louis, "Lou, aku harus pulang. Sampai jumpa."
Louis mendongak dan tersenyum, "Oh, baiklah. Hati-hati."
Pun aku mengangguk dan mengejar Harry yang sudah berjalan jauh di depanku. Kakiku mengantarku ke tengah ruangan yang merupakan pusat keramaian dari pesta ini. Lagi, aku harus menerobos kerumunan yang semakin ramai saja. Mengingat tubuhku yang tak terlalu besar, aku harus rela berdesakan untuk keluar dari kerumunan. Dan astaga, aroma alkohol bercampur keringat langsung masuk ke hidungku dan menyebabkan kepalaku pening.
Aku menyingkirkan beberapa orang dari pandanganku sampai akhirnya aku terbebas dari kerumunan yang tak pernah lelah untuk berjoget. Sontak, aku mengela napas lega.
Mataku mendapati Harry yang berjalan secara kaku mengarah ke mobil yang tadi ia parkir.
"Harry!" panggilku yang dihiraukan olehnya. Pun aku merubah cara jalanku menjadi setengah berlari agar dapat menyusulnya yang berada 15 meter di depanku.
Ketika keberadaanya sudah tak terlalu jauh lagi dariku, tiba-tiba saja ia berhenti melangkah yang langsung menyebabkan kepalaku terbentur keras dengan tubuhnya. Untung saja aku sempat menarik bajunya saat tubuhku hampir terjungkal ke belakang.
Kukira ia akan marah ketika aku menabrak sekaligus menarik bajunya. Nyatanya, perkiraanku salah. Ia malah terdiam kaku tanpa bergerak sama sekali sembari melihat sesuatu dengan begitu serius. Lantas aku mengikuti arah pandangnya dan disitulah aku melihat sepasang kekasih tengah berciuman tepat di bawah pohon rindang.
Aku mengernyit heran ketika Harry memberikan tatapan yang mana tak bisa kuanalisis lebih jauh. Tatapan yang aneh menurutku.
Sepersekian detik kemudian ia melanjutkan langkahnya menuju mobil yang jaraknya sudah tak terlalu jauh lagi.
"Hey, what is wrong with you?" tanyaku sembari mengikutinya berjalan dari belakang. Entah untuk keberapa kalinya, ia tak menggubris pertanyaanku.
Harry mengambil kunci mobil yang tersimpan di saku belakangnya kemudian menekan tombol yang tersedia di sana untuk membuka pintu mobil.
"Apa setelah ini kau akan memusuhi teman-temanmu?" Pertanyaan yang sepatutnya tak kutanyakan terlontar begitu saja tanpa kusadari.
KAMU SEDANG MEMBACA
Empty // HARBARA [Completed]
Fiksi Penggemar[18+ BEBERAPA PART MATURE CONTENT DI PRIVATE] Berawal dari pertemuannya di sebuah pesta, Queen Malik harus terus berhadapan dengan Harry Styles. Pria dingin, penuh misteri dan tak berhati. Tuntutan tugas membuat Queen harus lebih banyak menghabiskan...
![Empty // HARBARA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/86042881-64-k932827.jpg)