[18+ BEBERAPA PART MATURE CONTENT DI PRIVATE]
Berawal dari pertemuannya di sebuah pesta, Queen Malik harus terus berhadapan dengan Harry Styles. Pria dingin, penuh misteri dan tak berhati. Tuntutan tugas membuat Queen harus lebih banyak menghabiskan...
"Kau dengar apa kata dokter itu? Kau harus meminum obat itu setiap 6 jam sekali,"
Aku memutar bola mata. Lihat siapa yang berlebihan? Harry.
Aku hanya mendapati luka gores di wajah dan lengan yang mana tak terlalu besar, sedangkan Harry, ia mendapat luka parah di lengan dan kakinya akibat peluru yang hampir menembusnya. Dan sekarang ia terus memaksaku untuk minum obat sedangkan ia sendiri tak meminumnya. Jadi pertanyaannya, siapa yang sebenarnya sakit?
Setelah kejadian mengerikan tadi, pihak medis membawa Harry, Ed, dan aku ke rumah sakit. Aku tidak terlalu mengenal siapa itu Ed, well, aku pernah bertemu dengannya sekali di pesta Louis pada waktu itu. Tetapi terima kasih Ed, karena telah banyak menolong Harry dalam membunuh para bajingan itu.
Dan kalian tahu, Harry menyelinap masuk ke dalam ruang rawatku. Sebenarnya tidak menyelinap, ia kabur dari ruang rawatnya yang mana berbeda 2 lantai denganku, masih membawa selang beserta tiang infusnya dan kuyakini para perawatnya akan mencarinya setelah ini. And there he is, sitting in my bed with his duck face.
"Ayolah, aku baik-baik saja. Tidak meminum obat itu pun tidak akan membuatku mati, Harry."
"Kau pingsan tadi,"
"Setelah melihat banyaknya darah dan orang yang tewas, ya tentu saja."
"Dan kekurangan asupan. Minum obatmu," katanya tegas. Ada apa dengan pria ini?
"Kau bahkan tidak meminum obatmu juga,"
"Queen, akan kuhitung sampai tiga,"
"Aku malas Harry,"
"Satu..."
"Ayolah, kau sungguh tak asik."
"Dua..."
"..."
"Ti--"
"Okay, fine! Happy now?" Ia tertawa puas dan segera menyodorkan obat yang sedari tadi ia paksa untuk masuk ke dalam mulutku. Aku menelannya susah payah dan meneguk setengah botol air mineral.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Butuh satu botol air untuk meneguk satu butir obat?"
"Hell, obat ini sebesar koin 20 sen. Aku payah dalam bidang ini," sahutku malas yang kemudian menghempaskan tubuhku di kasur kecil rumah sakit.
Bicara soal uang, aku jadi teringat dengan Zayn. Well, memang tak ada hubungannya sama sekali, namun kakakku itu pasti sedang susah payah mencari uang, bukan? Setelah 6 jam berada di sini, aku terus memikirkan Zayn. Pria itu sama sekali tidak menjengukku. Sebesar itukah rasa marahnya terhadapku?
Maksudku, 6 jam yang lalu nyawaku berada di tangan seseorang. Aku hampir mati. Dan itu tak cukup menggetarkan hatinya untuk sekedar melihat adiknya? Ya, walaupun yang mengunjungiku baru Bella dan Calum. Oh, dan Mr. Chris dan Gwyneth. Dan juga Liam dan Louis. Dan juga Niall(jujur saja, aku tak tahu siapa itu Niall tapi dia manis). Pihak rumah sakit mengatakan kalau mereka sudah menghubungi keluargaku. Dan itu pasti Zayn, tetapi dimana pria itu?