Hae Joo beralasan menginap ditempat Gayeon. Setelah kejadian kemarin Hae Joo tinggal di tempat Daehyun. Begitu bangun Hae Joo tidak menemukan Daehyun di sampingnya. Hae Joo membuka pintu balkon, Daehyun tengah memandang hutan dibelakang kamarnya itu.
"Kau sudah bangun?" Daehyun tersenyum. Kemudian meraih tangan Hae Joo dan mencium permukaan tangan yeoja itu.
"Kemarin," Hae Joo memulai. "Seharusnya kau tidak melakukan itu. Itu tidak seperti Daehyun biasanya."
Sekali lagi Daehyun tersenyum, "Mianhae."
Mereka turun ke dapur. Disana sudah ada BAP yang lainnya. Seperti biasa Hwayeon tengah mempersiapkan sarapan sementara yang lain sibuk dengan kegiatan masing-masing. Seolah-olah kejadian kemarin tidak pernah ada sama sekali. Hae Joo menyapa mereka semua dan membantu Hwayeon menyiapkan makanan.
"Apa tidurmu nyenyak?" Tanya yeoja tertua itu.
"Ne, apa tidurmu nyenyak?" Hwayeon terkejut menerima pertanyaan itu. "Oh, mianhae. Maksudku, apa malammu menyenangkan?"
Hae Joo lupa jika mereka tidak tidur. Hwayeon berhasil tertawa, bahkan Yongguk dan Himchan masing-masing melempar senyum. "Tentu, terima kasih." Jawab Hwayeon.
Hanya Hae Joo dan Daehyun yang mengambil sarapan mereka. Hae Joo memandang Daehyun yang menikmati sarapannya dengan tenang. Dia yakin namja itu mendengar apa yang ada dalam pikirannya tapi berpura-pura tidak mendengarnya.
"Uhm," Hae Joo berdeham cukup keras memastikan semua BAP mendengarnya. Daehyun menatap Hae Joo, "Aku minta maaf soal kejadian kemarin." Tidak ada yang menanggapi perkataan Hae Joo.
"Bukan salahmu sepenuhnya, ada yang menimbulkan kekacauan lebih besarnya." Ujar Himchan. Hae Joo berterima kasih karena BAP menolongnya kemarin.
"Kau bagian dari kami sejak Daehyun membawamu kemari." Hwayeon memeluk Hae Joo.
Daehyun tidak menemukan Krystal selama beberapa hari ini. Zelo mengatakan yeoja itu juga tidak masuk kelas. Jongin juga menghilang setelah insiden itu. Tidak ada yang bersuara saat jam makan siang.
"They are coming," kalimat Jongup menarik perhatian "to us."
"Siapa?"
"The defender."
Semuanya terkejut. "Kenapa mereka mau bertemu dengan kita?"
"Sepertinya ini karena pertarurang kemarin." Youngjae menduga, tidak mungkin mereka tidak menyadari pertarurang itu terlebih Krystal hampir terlibat didalamya.
"Aku akan mengatasinya, Hae Joo..." Daehyun memandang Hae Joo dengan tatapan lembut. "Aku tidak dapat meninggalkanmu sendiri tapi..."
"Gwenchana. I'll be fine, don't worry."
Meski Hae Joo mengatakan hal itu Daehyun tetap tidak dapat tenang. The Denfender atau saudaranya itu tidak akan tinggal diam. Mereka tidak akan membiarkan Hae Joo begitu saja tanpa proteksi apapun.
"Kapan mereka datang?"
"Sepertinya mereka tengah menyelidiki sesuatu, aku melihat hutan itu di sore hari."
"Aku akan berjaga dengan Yoorin." Youngjae mengusulkan. Pasangan itu pergi tanpa kentara.
Daehyun memandang jendela kamar Hae Joo, dalam beberapa minggu terakhir banyak sekali hal yang terjadi. Dia belum mengetahui dengan pasti alasan dibalik kedatangan saudaranya itu. Selain itu ada Jongin pula, Daehyun yakin namja itu mengincarnya namun melihat dia bertarung kemarin Daehyun menjadi agak ragu tujuan utama the half blood prince itu.
Jika memang tujuan kedua saudaranya itu membawa Daehyun pergi mungkin mereka akan menggunakan kesempatan ini untuk membawa Daehyun. Scythe yang digunakan Jongin kemarin akan menarik perhatian, jika Matto mengetahuinya namja itu akan menjadi incaran mereka.
"Sedang apa kau disana?" Hae Joo baru selesai membersihkan diri. "Apa kau harus pergi sekarang?"
Daehyun meraih handuk Hae Joo dan memintanya duduk. Dia mengeringkan rambut Hae Joo yang basah. Hae Joo menikmati waktu itu, tapi dia tidak dapat menghindari rasa penasarannya. "Apa yang terjadi?"
"Youngjae bilang semuanya baik-baik saja, mungkin visi Jongup bukan hari ini."
Hae Joo mengangguk mengerti. Tapi wajah Daehyun masih mengatakan ada hal lainnya yang mengganggu pikiran namja itu. Daehyun meletakan kembali handuk itu, kemudian merapikan rambut yeojanya dengan tetap membiarkan rambut hitam itu terurai.
"Krystal," Hae Joo berniat mengungkit kembali kejadian itu. "Dia seperti Jongin, dia terlihat menginginkan darahku pada saat itu."
"Tidak ada yang dapat menolakmu, honey."
"Tapi dia berhenti saat Jongin datang."
"Krystal mengendalikan diri agar tidak menyakitimu di sekolah, karena banyak sekali manusia yang menonton. Kami tidak dapat mengungkapkan eksistensi kami pada manusia, itu adalah aturan."
Hae Joo mencoba mengerti hal itu. Daehyun sempat menyinggung hal ini sebelumnya. Namja itu mengatakan hanya ada dua kemungkinan dari hukum itu, punishment untuk vampire atau pembunuhan untuk manusia.
"Ucapan Jongup tadi," Hae Joo meninjau kembali. "Kau tahu maksudnya kan?"
"Mereka mencariku, tepatnya meminta pertanggung jawabanku." Daehyun tidak dapat menghentikan rasa penasaran Hae Joo. Terbuka padanya dapat memberi sedikit membangunkan pertahanan diri yeoja itu. "Aturan untuk tidak mengungkapkan eksistensi kami sudah aku langgar. Mereka hanya perlu menghukumku, tapi tujuan mereka padaku adalah membawaku ke Matto. Hal itu saja tidak dapat menguatkan pendapat mereka, karena The Defender dapat melakukan punishment saat itu juga."
"Mereka tidak menghukummu segera saat tahu aku manusia waktu itu." Hae Joo baru mengerti, mereka memang sengaja tidak melakukan apapun kala itu. "Lalu kali ini apa yang akan mereka lakukan?"
"Mencari bukti dari pertarungan itu," Daehyun mengelus pipi Hae Joo yang memandangnya dengan khawatir. "Aku bertarung dengan Kai dekat dengan pemukiman warga, mereka akan menggunakan alasan itu untuk membawaku kembali."
"Lalu?"
"Mereka akan tahu jika Kai juga memiliki Grandia." Daehyun terlihat tidak baik. "Atau mungkin mereka memang sudah tahu sejak awal."
Hae Joo memeluk Daehyun. Dia tidak takut akan semua hal yang terjadi saat ini tapi dia mulai takut jika Yonghwa atau Seohyun membawa Daehyun darinya. Dia takut kehilangan namja itu. Daehyun sudah melanggar banyak aturan, dari mulai mengungkapkan identitas dan pertarungan dengan Jongin kemarin. Selain itu, seperti yang dikatakan Krystal tempo hari bahwa Daehyun tidak dapat lepas dari hukuman karena hubungannya.
"Kau akan baik-baik saja," bisik Hae Joo saat memeluk Daehyun dan namja itupun tersenyum lembut.
1
KAMU SEDANG MEMBACA
[Book 1] Everlasthing
FanfictionSejujurnya aku tidak tahu apa yang kulakukan pada sebagian besar waktu selama eksistensiku. Tetapi kau memberiku satu alasan yang pasti tentang eksistensiku. Kini kutahu waktu selamanya tak akan cukup bersamamu. Even so, Lets Start With FOREVER
![[Book 1] Everlasthing](https://img.wattpad.com/cover/86363865-64-k591404.jpg)