#11 Falling in Love

66 5 1
                                        

Hae Joo tersenyum lebar mendapati Daehyun telah menunggunya di depan. Lagi-lagi Hae Joo menggigit bibir bawahnya, mengamati sosok namja dihadapannya. Daehyun mengenakan seragam sekolahnya sedang bersender pada motor hitamnya. Dia tersenyum saat melihat Hae Joo menghampirinya.

"Kau tidak perlu tergesa, aku bisa menunggumu."

"Kau mendengarku di dalam sana?"

"Sangat jelas," melihat ekspresi Hae Joo yang menahan malu Daehyun terkekeh geli. Dia memberikan helm pada Hae Joo kemudian memintanya naik.

Hae Joo naik dengan ragu tapi Daehyun menarik lengannya hingga Hae Joo memeluk Daehyun. Puas akan tindakannya Daehyun mulai menyalakan mesin motornya dan melaju. Jantung Hae Joo saat ini melompat-lompat bagaikan diatas trampoline. Aroma tubuh Daehyun selalu menggodanya. Mendengar pikiran-pikiran Hae Joo, Daehyun hanya bisa menarik sudut-sudut bibirnya.

Sampai di area sekolah mereka jadi tontonan semua siswa dan siswi sekolah. Hal itu membuat Hae Joo tidak nyaman. Di pintu masuk BAP yang lain telah menunggu. Mereka bersender pada Mini cooper hitam beratap terbuka, jelas sangat mencolok terparkir rapi di samping mini cooper biru. Dasar pamer, batin Hae Joo dan lagi-lagi mengundang kekekahan kecil dari mulut Daehyun.

"Mereka ingin bicara denganmu," bisik Daehyun dan membawa Hae Joo pada mereka.

"Annyeong," sapa Hae Joo pada mereka semua dan Yoorin serta Zelo yang menjawab paling bersemangat. "Apa yang ingin kalian bicarakan?"

"Hae Joo-ya mianhae. Soal kejadian kemarin, sungguh aku minta maaf."

"Rin Na," yeoja itu telah menggenggam lengan Hae Joo begitu erat. "Maaf untuk apa? Kalian tidak melakukan kesalahan apapun. Kalian bahkan tidak menyakitiku, tidak perlu minta maaf. Kemarin Daehyun hanya bertindak berlebihan."

Semua mata menatap Daehyun dan namja itu tidak bergeming. Zelo mendekati Daehyun dan membisikan sesuatu tapi setelahnya Daehyun memukul perut Zelo. Meski bohongan Zelo tetap meringis seolah kesakitan dan semuanya tertawa.

"Gomawo, Hae Joo-ya." Rin Na mendekatkan wajahnya kearah Hae Joo dan berbisik, "Dia peduli padamu. He's loves you."

Mata Hae Joo sukses membulat tanpa berkedip. Usai membisikan kalimat itu Rin Na tersenyum dan ber-wink pada Hae Joo kemudian merangkul Yoorin, mereka pergi setelah sukses membuat Hae Joo mematung.

"Bye noona," Zelo melambai.

"Rin Na!" baru setelah sadar Hae Joo meneriakan nama itu. Daehyun sendiri mematung di tempatnya. Dia melirik Hae Joo sekilas kemudian mengalihkan pandangannya saat mata Hae Joo juga menatapnya. "Apa yang kau pikirkan?"

"Bukan apa-apa." Ujar Daehyun gugup.

"Pervert!"

"Mwo?" Hae Joo mehrong pada Daehyun dan lari meninggalkan namja itu disana. Masih di tempatnya Daehyun tertawa senang.

Dengan nampan yang penuh makanan Gayeon menatap Hae Joo dengan tatapan curiga. Hal itu menimbulkan tanda tanya di kepala Hae Joo. Tempat duduk mereka tidak begitu jauh dari tempat duduk BAP. Hae Joo sempat menyapa Yoorin dan Zelo saat mereka melambai tadi.

"Kau mencurigakan Yoon Hae Joo." Selidik Gayeon.

"Apa?"

"Apa ada sesuatu yang belum kau ceritakan padaku?" Gayeon menyantap makanannya tapi tetap memandang Hae Joo. Ingin sekali Hae Joo meneriakan 'Memang banyak sekali' tetapi dia hanya terdiam dan menatap Gayeon dengan tatapan bertanya."Kau dan Jung Daehyun!"

Hae Joo menatap meja BAP dan mencari Daehyun. Namja itu tidak disana. "Kenapa denganku?"

Gayeon memutar kedua matanya dan mendesah, "Kau berangkat bersama dengannya, Yoon Hae Joo."

[Book 1] EverlasthingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang