"We need your blood."
BAP menegang dan Hae Joo menggenggam Daehyun semakin erat. Mata Daehyun masih menatap Louis. Daehyun tahu pamannya itu menawarkan negosiasi tapi jelas yang akan menguntungkan pihaknya dan tidak untuk Daehyun.
"Kau tahu kami tidak dapat menjalankan ritual suci itu tanpamu." Daehyun meringis mengingat apa yang terjadi dua ribu tahun yang lalu. "Jadi kami berjanji akan menangguhkan hukumanmu dan tentu saja teman-temanmu untuk hal itu."
"All you need is my blood."
"Benar. Kita bisa bernegosiasi mengenai hukuman kalian." Louis memandang BAP satu persatu. Berempati pada mereka semua. "Kau tentu tidak ingin melibatkan mereka atas kesalahanmu bukan Daehyun?"
"Apa kesepakatannya?" Yongguk menyela. Memberi peringatan pada BAP yang lain. "Daehyun pastinya dapat mempertimbangkan itu, benar bukan Daehyun?"
Daehyun mundur ke samping Yongguk. Dia kemudian mengangguk menjawab pertanyaan Yongguk. Meski dia tahu sedikitpun dia tidak akan pernah mempertimbangkan kesepakan yang ditawarkan.
Louis tersenyum, puas akan jawaban Daehyun. "Well, Daehyun setidaknya dapat hukuman yang panjang atau mungkin saja hukuman mati." Louis tidak main-main tapi caranya mengucapkan hal itu seperti pada anak kecil yang hendak dihukum orang tuanya. "Kau tahu hukum apa saja yang dilanggar Daehyun?"
Daehyun tahu, dia sangat paham. Tapi Daehyun tetap bungkam. "Membongkar eksistensi kaum vampire pada manusia. Bertindak semberono dengan bertarung didekat pemukiman manusia. Melawan the defender yang datang untuk mengadilinya. Terlebih lagi mengekspose Matto pada manusia."
Zelo hampir saja menerjang tubuh Louis jika Jongup dan Yoorin tidak menghentikannya. Mereka tahu Daehyun masuk ke dalam perangkap sejak awal kedatangan para royal family satu persatu. Mereka menyesal tidak dapat mencegah hal-hal itu sejak awal.
"BAP akan menerima hukuman yang sama karena telah membantu dan melindunginya." Tambah Louis.
"Tapi kau bisa menghindarinya jika bekerja sama dengan kami," kali ini Dalrae bersuara. "BAP akan bebas meninggalkan Matto dan kembali ke kehidupan mereka."
Hae Joo mulai merasa kesepakatan ini tidak baik untuk Daehyun. Dia merangkul lengan Daehyun lebih kuat. Kekhawatirannya sampai pada Daehyun. Namun hal yang dikhawatirkannya berbeda, dia takut Hae Joo tidak dapat kembali ke kehidupannya. Lebih parah dari itu dia takut kehilangan yeoja itu.
"Lalu apa yang kalian dapatkan?" Daehyun bertanya dalam sebuah desisan.
"Darahmu."
"Lebih dari itu?" Daehyun tahu ada lebih dari itu yang diinginkan mereka.
"Artemis." Louis mengatakannya.
Daehyun menautkan kedua alisnya. Sedikit bingung dengan ucapan Louis namun lekas Daehyun mengubah ekspresinya saat Dalrae memperhatikannya. Daehyun akan memikirkan itu nanti.
"Kau mengumpulkan senjata legenda?" Daehyun melepaskan pegangan Hae Joo dan menyerahkan yeoja itu pada BAP. "Kalian telah mendapatkan Grandia."
Yongguk terkejut. Dia tidak menyadarinya saat Daehyun dan saudaranya yang lain menghabisi Kai di aula tempo hari bahwa namja itu tidak lagi membawa Grandia. Tujuan utama The Defender datang ke Seoul saat itu adalah memperoleh Grandia dari tangan Kai. Jika Daehyun benar, mereka telah memilikinya maka matto ingin menguasai dunia.
Artemis sama seperti Grandia. Sebuah pusaka negara yang dimiliki oleh keturunan asli dan penguasa negara tersebut. Grandia adalah pusaka miliki XOXO sementara Artemis adalah pusakan milik Matto. Kedua pusaka itu kekuatannya amat luar biasa dan bila disatukan maka pemiliknya dapat menguasai dunia. Orang yang memiliki keduanya dipastikan tidak akan terkalahkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
[Book 1] Everlasthing
FanficSejujurnya aku tidak tahu apa yang kulakukan pada sebagian besar waktu selama eksistensiku. Tetapi kau memberiku satu alasan yang pasti tentang eksistensiku. Kini kutahu waktu selamanya tak akan cukup bersamamu. Even so, Lets Start With FOREVER
![[Book 1] Everlasthing](https://img.wattpad.com/cover/86363865-64-k591404.jpg)