#32 Reconcile

42 5 0
                                        

Maaf pada semua reader, chapter 32 terlewat seharusnya ARTEMIS itu chapter 33. Sekali lagi mohon maaf karena kesalahan teknis ini. Selanjutnya chapter berlanjut seperti semula. Maaf atas ketidaknyamanannya...
Terima kasih :)

Happy reading :)

.

Sosok itu keluar dari balik siluetnya. Daehyun tidak sedikitpun bergerak dari tempatnya. Dia masih berbaring disamping Hae Joo meski sekarang sosok itu menampakkan dirinya. Daehyun tahu dia menyegel ingatan Hae Joo hingga Daehyun tidak dapat membaca pikiran Hae Joo untuk beberapa saat ketika gadis itu memikirkan apa yang terjadi malam itu.

"Kau mencurigaiku."

"Apa yang kau katakan padanya?" Daehyun langsung pada tujuannya sementara yeoja itu terdiam. "Apa yang dipikirkannya?"

"Kenapa kau bertanya padaku? Tanyakan padanya." Ujar Krystal.

Apapun itu Daehyun yakin Krystal telah mengatakan sesuatu yang membuat Hae Joo khawatir pada dirinya. Krystal masih berdiri diluar sana, bersender pada pilar di balkon ruangan tersebut. Daehyun mendengar detak jantung Krystal dan hembusan napas gadis itu.

"Artemis," Daehyun telah menahan rasa penasaran cukup lama. "Mereka tidak tahu soal itu?"

"Eum." Daehyun lega mendengarnya. Setidaknya mereka berpikir Daehyun pemilik senjata itu. "Gadis itu, apa kau benar-benar jatuh cinta padanya?"

Daehyun memandang Hae Joo yang berbaring dalam pelukannya. "Melebihi eksistensiku."

Hati Krystal tetap mencelos meski dia sudah memprediksi jawaban Daehyun. "I'm sorry for what I was do." Tidak ada tanggapan dari Daehyun untuk penyataan Krystal lantas dia memutuskan untuk pergi.

"Soojung-ah." Krystal berhenti. "Aku senang kau baik-baik saja."

Usai itu Krystal benar-benar pergi dengan hati yang tersayat namun merasa ringan dari sebelumnya. Dia tahu butuh waktu untuk membiasakan diri namun jika Daehyun bisa maka dirinyapun akan sanggup bertahan.

Daehyun memandang Hae Joo yang tidur dengan tenang dalam pelukannya. Dia tersenyum memandang wajah yeoja itu. Dulu dirinya sanggup bertahan tanpa Krystal meski memerlukan waktu lebih dari satu millenia. Namun jika saat ini dirinya harus kehilangan Hae Joo, Daehyun merasa dirinya tidak akan sanggup untuk bertahan.

"Saranghae," bisiknya dalam tidur Hae Joo.

Hae Joo membantu Daehyun mengenakan jubahnya. Mata Daehyun tidak teralihkan dari wajah yeojanya. Tangan Daehyun merengkuh wajah mungil itu. Tidak ada ketakutan dalam mata Hae Joo. Pikiran Hae Joo yang melontarkan kekhawatiran atas dirinya yang membuat Daehyun merasa sangat bersalah.

"Aku akan menyusul kalian." Sekali lagi Daehyun mengutarakan hal tersebut meski telah diulanginya berkali-kali.

"I know. Be safe." Hae Joo memeluk Daehyun sangat erat.

Daehyun melepaskan pelukan Hae Joo dan kembali meraih wajahnya. Bibirnya menyentuh bibir Hae Joo dengan lembut. Lebih intens dari ciuman-ciuman Daehyun sebelumnya. Daehyun melepaskan tautan bibir mereka. Hembusan napas mereka bersatu di udara.

Ketukan pintu membuat Daehyun mengerang. Waktu yang dihabiskannya masih belum cukup. Tapi untuk menyelamatkan gadis itu Daehyun harus menyerah lebih dulu. Krystal masuk diikuti wujud Hae Joo dibelakangnya.

"Yang lain?"

"Mereka sudah berkumpul." Ujar sosok Hae Joo itu. Bahkan suaranya pun begitu mirip dengan Hae Joo yang ada disampingnya. Jika saja saat ini Daehyun tidak memegang tangan Hae Joo yang asli dia akan mempercayai sosok itu adalah Hae Joo.

Daehyun melepaskan tangan Hae Joo. Posisi kedua Hae Joo itu bertukar. Sebelum pergi Hae Joo memandang Daehyun sekali lagi. Daehyun membalasnya dengan sebuah senyuman. "Take care of her." Bisiknya pada Krystal.

"Apa aku pernah berkata kemampuan replikasimu sangat luar biasa?" Daehyun memuji.

"It's pleasure to hear that." Yoorin tersenyum seraya membungkuk resmi dihadapan Daehyun.

Yunho telah menunggu mereka semua. Krystal membawa Hae Joo menemui mereka. "Aku akan mengantar kalian keluar dari kastil berikutnya kalian hanya perlu mengikuti Krystal. Dia akan membawa kalian ke tempat yang aman. Setelah aku membebaskan Daehyun aku akan membawanya pada kalian. Setelah itu kalian bisa pergi dari sini."

"Kami berhutang padamu." Ujar Yongguk.

"Aku lebih berhutang padamu. Kau telah menemani Daehyun disaat aku tidak dapat menjaganya. Kali ini pun, kuserahkan dia padamu."

"Dia bagian dari kami." Keduanya tersenyum.

Yunho membantu mereka semua keluar dari kastil. Setelah itu Krystal yang membantu mereka menuju kediamannya dulu. Yongguk dan Zelo menggendong Hae Joo secara bergantian. Hari masih sangat gelap. Dalam pandangan Hae Joo pepohonan di hadapan mereka sama sekali tidak begitu terlihat. Namun mereka berlari menerobos pepohonan itu tanpa sedikitpun menyentuh pohon-pohon itu atau semak di sekitarnya. Mereka bergerak semakin ke barat dan sampai disebuah batas hutan pada saat senja yang mulai hilang.

Penjaga dikerahkan untuk menjaga ruangan BAP dan kamar Daehyun. Yonghwa dan Seohyun ditugaskan untuk mengawal Daehyun. Mereka menjemput Daehyun dikamarnya. Hae Joo menahan tangan Daehyun saat Yonghwa meminta Daehyun untuk segera pergi.

"I'll be back." Ujarnya dengan lembut kemudian mengecup singkat kening yeoja itu. "Don't go anywhere. Stay here, okay?"

Hae Joo mengangguk kecil kemudian melepaskan tangan Daehyun. Yonghwa memberi Daehyun waktu untuk melakukan perpisahan. Melihat reaksi kedua saudaranya itu Daehyun merasa lega, mereka tidak menyadari kejanggalan yang terjadi.

"Dimana BAP yang lain?" Daehyun bertanya untuk memastikan mereka benar-benar tidak menyadarinya.

"Mereka akan dibebaskan jika upacara selesai." Ujar Yonghwa. Namun diam-diam Daehyun menghela napas lega. Dia berharap Yunho dapat membawa mereka segera keluar dari Matto.

[Book 1] EverlasthingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang