Hae Joo menggeliat dalam pelukan Daehyun. Perlahan dia membuka matanya, mendapati Daehyun terjaga. Namja itu tersenyum menatapnya, khawatir dirinya membangunkan tidur lelap Hae Joo.
"Apa aku membangunkanmu?"
Hae Joo menggeleng, "Ada sesuatu yang mengganggumu? Kau terlihat cukup," Hae Joo menggangtung kalimatnya membuat Daehyun menautkan kedua alisnya. "Lelah." Pemilihan kata Hae Joo membuat Daehyun tersenyum.
"Vampire tidak pernah lelah." Daehyun mengembangkan senyumannya dan mengecup kening Hae Joo dengan lembut.
"You're not an ordinary vampire." Kilah Hae Joo
"Tidurlah lagi, ini masih jauh dari sunrise."
Hae Joo menegakan diri dan bersender pada bahu Daehyun. Jemarinya meraih jemari Daehyun kemudian menggenggamnya. Memberikan sebuah perasaan bahwa namja itu tidak sendirian, entah itu diperlukan atau tidak.
"Aku tidak tahu kau punya Hyung yang lain." Hae Joo mengalihkan kekhawatiran Daehyun.
"Hyung?" Daehyun berpikir sejenak. "Ah, the silver eyes man."
"Uhhum."
"Dia bukan Hyungku, tepatnya dia pamanku." Hae Joo mengangkat wajahnya dan menatap Daehyun. Tidak percaya dengan hal yang baru didengarnya. "Apa dia terlihat sangat muda? Ataukah aku yang terlalu tua?" canda Daehyun.
Hae Joo melayangkan sebuah tinju ringan di lengan Daehyun. "Kami hanya berbeda beberapa tahun, mungkin enam atau tujuh. Aku tidak terlalu ingat." Daehyun menerawang. "Dia tidak suka kupanggil Samchon."
"Kurasa begitu."
"Sudah cukup, kau butuh tidur." Daehyun menarik selimut hingga ke bahu Hae Joo dan menariknya kembali dalam pelukan.
Seorang namja tersenyum padanya dengan mata silver yang jernih. Dia menghampiri tempat Hae Joo. Bukan hanya Hae Joo yang jatuh pada pesona silver eyes itu. Ketiga saudari BAP pun tidak dapat melepaskan pandangan mereka pada kedua mata itu.
"Maafkan sikapku yang tidak sopan tempo hari." Dia tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya. "I'm Jung Yunho. Daehyun's uncle." Kalimat terakhir dia tambahkan setelah melirik Daehyun.
"Annyeonghaseyo. Yoon Hae Joo imnida."
"It's pleasure to meet you" Yunho mengangkat tangan Hae Joo ke bibirnya namun tidak terlalu dekat, "again." Tambahnya dan melepaskan kembali tangan Hae Joo.
"Apa aku perlu mengenalkan mereka?" Daehyun melirik BAP yang lainnya.
"I know them more than your espect." Yunho menjabat tangan Yongguk mewakili semua BAP. "You have a great new family."
"Dia adalah pengganti orang tuaku." Ujar Daehyun menjawab pertanyaan BAP yang tidak terucapkan.
Yunho tersenyum hangat, "Besok King dan Queen akan bertemu dengan kalian. Mereka akan meminta untuk bernegosiasi, lakukan saja seperti yang mereka katakan. Tapi jangan menurunkan kewaspadaan kalian. Daehyun dan aku tahu persis apa yang akan mereka lakukan."
"Mereka tidak akan membiarkan satu diantara kita lolos." Daehyun memperingatkan.
"Jangan membantah perkataan mereka."
Pagi itu Krystal sudah menyaksikan pemandangan yang membuatnya mual – Daehyun menggandeng lengan Hae Joo. Krystal berhenti didepan sebuah pintu besar kemudian pintu itu terbuka dengan sendirinya. Daehyun mendekat dan berbisik di telinga Hae Joo.
"Kau takut?"
"Kau?"
"Tidak." Daehyun mengecup puncak kepala Hae Joo.
KAMU SEDANG MEMBACA
[Book 1] Everlasthing
Fiksi PenggemarSejujurnya aku tidak tahu apa yang kulakukan pada sebagian besar waktu selama eksistensiku. Tetapi kau memberiku satu alasan yang pasti tentang eksistensiku. Kini kutahu waktu selamanya tak akan cukup bersamamu. Even so, Lets Start With FOREVER
![[Book 1] Everlasthing](https://img.wattpad.com/cover/86363865-64-k591404.jpg)