#6 Strange Feeling

49 5 0
                                        


Gayeon pergi ke rumah Hae Joo untuk bermain diakhir pekan karena orang tuanya pergi untuk perjalanan bisnis. Appa terlihat senang saat tahu Hae Joo mengajak temannya main ke rumah mereka. Hae Joo mengajak Gayeon pergi ke kamarnya dan menghabiskan waktu di sana.

"Kau hanya tinggal berdua?" Hae Joo mengangguk dan melemparkan diri ke kursi favoritnya di sudut ruangan menghadap ke jendela luar kemudian kembali mengambil novel favoritnya.

"Sebelum pindah ke Amerika apa kau juga tinggal disini?"

"Kurasa begitu." Ekspresi di wajah Gayeon saat ini terlihat bingung. "Aku tidak begitu ingat masa kecilku disini." tambah Hae Joo.

Gayeon mengambil novel koleksi Hae Joo dan mulai membacanya. Hae Joo beranjak dari duduknya dan memutar music untuk membuat suasana nyaman. Seseorang mengetuk pintu kamar saat dia baru saja akan melanjutkan novelnya.

"Aku membawakan minuman, Agassi."

"Ne, gomawo."

Dua gelas orange juice dan cookies mengisi nampan yang di serahkan maid pada Hae Joo. Dia membawanya masuk dan meletakkan nampan itu di meja belajarnya. Kemudian kembali meneruskan membaca novel.

"Hei, belakangan kau dekat dengan Daehyun."

Hae Joo menghentikan aktifitasnya dan menatap Gayeon. Menunggu yeoja itu melanjutkan kalimatnya yang masih menggantung. Gayeon masih focus pada novel yang tengah di bacanya dengan berbaring di tempat tidur Hae Joo.

"Kau punya hubungan dengan Daehyun?" Hae Joo mengangkat kedua alisnya dan menautkan keduanya.

"Yah, kami berteman." Gayeon menutup novelnya dan menatap Hae Joo dengan seksama. Kedua tangannya menopang dagu. "Seperti kau."

"Tapi tidak terlihat begitu di mataku."

Hae Joo membuang bantal kursi tepat di wajah Gayeon. Yeoja itu tertawa puas telah menggoda Hae Joo. Dua yeoja itu kembali larut dengan novel masing-masing tanpa mereka ketahui seseorang tengah mengawasi mereka di luar sana.

"Bagaimana dengan tugas kelompokmu di rumahnya?" Gayeon kembali membuka topik yang sama. "Bagaimana rumahnya?"

"Yah, seperti rumah."

Gayeon memutar matanya tidak percaya. "Kau tahu bukan itu maksudku!"

Kali ini giliran Hae Joo yang tertawa puas, sementara Gayeon merengut kesal. Gayeon mengambil tempat di samping Hae Joo, siap untuk mendengar detailnya. Rahasia yang tidak seorangpun disekolah mengetahuinya.

"Aku tidak ingat letaknya, rumah itu hampir ada ditengah hutan." Mata Gayeon berbinar mendengar cerita temannya itu seolah mendengar dongeng sewaktu kecil dulu. "Rumahnya cukup mewah menurutku, kurasa kedua kakak tertua mereka benar-benar orang yang sukses."

"Segitu besarnya?" Hae Joo mengangguk singkat. "Lalu apa saja yang kalian lakukan?"

"Daehyun mengenalkanku pada saudaranya, setelah itu kami mengerjakan laporan memangnya apalagi?" Gayeon terlihat kecewa dengan jawaban Hae Joo.

"Dan BAP menyambutmu?"

Hae Joo diam sejenak. Tidak segamblang itu namun mereka orang yang baik. "Eum, jauh dari apa yang pernah kau ceritakan."

Mata yeoja di hadapan Hae Joo melotot sempurna, mulutnya pun terjatuh. Hae Joo mengangkat dagu Gayeon dan menutup mata yeoja itu sebelum kedua bola mata itu menggelinding dari tempatnya.

"Aku tidak percaya ini, BAP menyambutmu." Gayeon bergumam lebih pada dirinya sendiri namun Hae Joo masih dapat mendengarnya dengan jelas seolah itu sengaja diteriakan. "Kau satu-satunya yang pernah datang ke rumah mereka."

[Book 1] EverlasthingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang