"Kenapa hanya Daehyun yang makan dan . . ." Hae Joo menatap Daehyun yang duduk di sampingnya. "Kau punya detak jantung."
Semua mata kini tertuju pada Daehyun. Namja itu menatap Hae Joo dengan tatapan tanpa ekspresi. Hae Joo mengulangi pertanyaan itu berkali-kali dalam pikirannya dengan sengaja hanya untuk membuat Daehyun menjawab pertanyaan tersebut.
Keheningan terpecahkan dengan berdirinya Daehyun dan dia berlalu begitu saja tanpa sedikitpun menjawab pertanyaan Hae Joo. Semuanya kembali ke focus masing-masing sementara Hae Joo masih menatap Daehyun yang sekarang duduk diantara Zelo dan Jongup.
"Kau yang memulainya kenapa kau tidak memberinya penjelasan yang lengkap?" pertanyaan Youngjae membuat suasana menjadi hening kembali. Hae Joo terlihat bingung dengan yang dikatakan Youngjae.
"Euhm, oppa bisa bantu aku mengerjakan tugas sekolah? Kau selalu bisa ku andalkan bukan?" Yoorin menarik lengan Youngjae. Dia terlihat memaksakan senyumnya pada Hae Joo. "Palli!"
Yoorin menarik Youngjae lebih keras dan mereka pergi. Hwayeon mendekati para maknae kemudian menyuruh mereka mengerjakan tugas pula. Jongup dan Zelo saling pandang satu sama lain sebelum menyetujui usulan kakak tertua mereka itu. Maka Zelo dan Jongup pun pergi ke ruangan masing-masing. Hwayeon duduk di sebelah Daehyun dia meraih lengan Daehyun dan tersenyum.
"Kau mau menceritakannya?" Daehyun menoleh. Menatap Hwayeon untuk beberapa saat sebelum dia menggeleng kemudian berdiri dan pergi.
Yongguk yang masih di tempatnya tadi menghela napas. Dia membuka pintu kaca yang mengarah ke balkon kemudian berdiri disana cukup lama. Himchan memperhatikannya sama seperti Hae Joo.
"Apa Daehyun bukan salah satu dari kalian?" Rin Na saling pandang satu sama lain dengan Himchan. "Tapi bagaimana dia begitu cepat?"
"Justru dialah yang merubah kami." Mata Hae Joo membulat dia menatap Himchan meminta penjelasan dan namja itu hanya mengangguk mengiyakan pernyataan Rin Na tadi.
"Itulah yang tidak bisa dia terima dan dia maafkan untuk dirinya sendiri." Hwayeon menyela.
Satu persatu Hae Joo menatap penghuni ruangan tersebut. "Aku tidak mengerti arah pembicaraan kalian."
"Tidak semua vampire dapat merubah seseorang menjadi seperti kami," Yongguk angkat bicara tanpa mengalihkan perhatiannya dari hutan di belakang sana. "Racun kami mungkin saja dapat merubah manusia menjadi vampire tapi pengaruhnya tidak sekuat racun sesungguhnya. Kami semua pernah mengalami menjadi manusia tapi Daehyun tidak."
Daehyun tidak pernah mengalami menjadi manusia. Hae Joo semakin bingung dengan yang dibicarakan. Sementara itu di balkon yang lain, Daehyun memandang hutan di depannya – kosong. Pembicaraan di ruang keluarga itu tetap terdengar olehnya. Wajahnya berubah sedih.
Di dua ruangan lain. Youngjae dan Yoorin juga terdiam begitupun Zelo dan Jongup yang sejak awal bermain game sekarang justru terdiam.
***
Yongguk mengatakan bahwa tidak semua vampire dapat merubah manusia menjadi vampire. Memangnya vampire seperti apa yang dapat mengubah manusia menjadi vampire, bukankah mereka sama saja. Tidak, mereka tidak sama. Daehyun tidak seperti mereka yang tidak punya detak jantung. Selain itu, Daehyun juga tidak sepucat mereka semua.
"Yang ingin Yongguk katakan adalah bahwa Daehyun berbeda dengan kami. Kau membuatnya semakin bingung Yongguk-ah." Himchan telah duduk di hadapanku, entah sejak kapan aku tidak menyadarinya. "Daehyun is a pure blood."
Pure blood. Aku menatap satu per satu dari mereka yang ada di ruangan ini. Meski aku belum mengerti sepenuhnya tapi sekarang aku dapat menangkap maksud dari perkataan Yongguk sebelumnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[Book 1] Everlasthing
Fiksi PenggemarSejujurnya aku tidak tahu apa yang kulakukan pada sebagian besar waktu selama eksistensiku. Tetapi kau memberiku satu alasan yang pasti tentang eksistensiku. Kini kutahu waktu selamanya tak akan cukup bersamamu. Even so, Lets Start With FOREVER
![[Book 1] Everlasthing](https://img.wattpad.com/cover/86363865-64-k591404.jpg)