"Hae Joo-ya," panggil Daehyun membuat Hae Joo kembali menoleh. "Ne yeojachinguga doeojulle?"
"Ye?" ucap Hae Joo spontan merasa tidak yakin dengan pendengarannya.
Daehyun mendekat dan menarik Hae Joo mendekat padanya, "Will you be my girlfriend?" kedua bola mata Hae Joo melebar dia bahkan menahan napasnya saat ini.
~*~#~*~
Hae Joo mengeringkan rambutnya yang basah sambil duduk di tempat tidurnya. Dia memandang pantulan bayangannya di cermin kemudian tersenyum pada dirinya sendiri. Hae Joo mengelus keningnya yang baru beberapa menit yang lalu dicium untuk yang pertama kalinya oleh seorang namja. Hae Joo menutup matanya dan tersenyum bahagia.
Dia meraih ponselnya yang bergetar beberapa kali. Sebelum membaca pesan masuk tersebut Hae Joo menyenderkan punggungnya ke tempat tidur dan membalut diri dengan selimut tebalnya. Karena udara cukup dingin dan dia hanya mengenakan pants dengan kemeja putih panjang.
Kau sudah tidur?
Hae Joo mengetik beberapa huruf membalas pesan tersebut kemudian tak lama dia kembali mendapat balasan.
Kalau begitu boleh aku temani?
Hae Joo terkekeh mendapat balasan tersebut. Bagaimana caranya?
Ponselnya tidak bergetar lagi setelah itu. Hae Joo cemas menunggu balasannya tapi pesan balasan tak kunjung datang. Hae Joo membuka kontak pengirim pesan tersebut kemudian menimbang apakah dia harus menekan tombol dial nya atau tidak.
"Apa kau menungguku?" Hae Joo terkesiap. Dia bahkan menjatuhkan ponselnya.
Daehyun tersenyum puas dihadapan Hae Joo. Yeoja itu menatapnya tak percaya kemudian Hae Joo menyingkap selimutnya dan menghampiri Daehyun.
"Bagaimana kau disini?"
"Kau terkadang tidak mengunci jendelamu."
Hae Joo melihat jendela kamarnya yang terbuka kemudian kembali menatap Daehyun. "Bagaimana kalau appa tahu?"
"Dia sudah tidur, tenang saja. Aku akan tahu kalau dia kemari."
Hae Joo mengangguk. Dia membiarkan Daehyun di kamarnya, kemudian kembali duduk di tempat tidurnya. Hae Joo menatap Daehyun yang sedang tersenyum padanya karena mendengar pemikiran Hae Joo.
"Tunggu! Bagaimana kau tahu aku terkadang tidak mengunci jendelaku?" Hae Joo memandang Daehyun dengan curiga dan namja itu hanya tersenyum tenang. "Kau mengawasiku?"
"Bukan mengawasi," kilah Daehyun.
"Kau pernah masuk kemari?" sergah Hae Joo dengan cepat. Daehyun mendesak Hae Joo hingga yeoja itu tak bisa bergerak di senderan tempat tidurnya.
"Ssst, baby. Kau bisa membangunkan aboji," suara napas Daehyun mengelitik telinga Hae Joo. Wajah Hae Joo blushing saat Daehyun memanggil panggilan sayang tersebut. Tubuh Hae Joo kaku tidak bergerak karena tindakan Daehyun ini sementara namja itu senang dapat mempermainkan yeojachingunya. "Terkadang kau tidur sambil mengigau, aku pernah mendengarmu mengigaukan aku."
Daehyun menarik dirinya dan kembali duduk di pinggir tempat tidur Hae Joo menatap yeoja itu yang masih shock atas tindakan namjachingunya tersebut. Hae Joo berdeham membersihkan tenggorokannya dan kembali pada posisi semula.
"Kapan kau datang? Setelah aku tidur?"
Daehyun menggeleng, "Aku melihatmu di luar jendela sebelum kau tidur."
Hae Joo langsung menyilangkan tangannya di depan dada dengan protektif. Daehyun tertawa ringan melihat aksi Hae Joo tersebut. "I'm not pervert, you know."
Hae Joo masih ragu melepaskan kedua lengannya. "Stop it! Kau terlihat lucu seperti itu, apa kau sedang menggodaku?" Hae Joo cepat-cepat menurunkan kedua lengannya dan wajahnya blushing seketika.
"Kau pernah melihatku..."
"Tidak. Aku bukan orang seperti itu, aku tidak akan melihatmu tanpa pakaian kecuali satu hal."
"Mwo?"
Ekspresi Daehyun berubah serius, "Kau sudah menjadi pendampingku." Hae Joo menunduk malu. "Dan pembicaraanmu dengan Gayeon tempo hari mengusikku." Daehyun kembali membuka topik.
"Kau mendengar semuanya?" Daehyun mengangguk.
"Kau menyangkal perasaanmu."
"Anio," Hae Joo mengambil bantal tidurnya dan memeluknya. "Dia memang gemar menggodaku, dia bahkan mungkin akan tertawa-tawa saat tahu kalau kau sekarang..."
"Apa?"
"Bukan apa-apa," Daehyun menyukainya saat wajah Hae Joo memerah karenanya. "Berapa kali kau masuk kemari?"
"Hmm, beberapa kali. Mungkin lima sampai delapan kali."
"Bayanganmu saat aku bangun, itu benar kau?" Daehyun mengangguk. "Kau mengawasiku selama aku tidur?" Daehyun kembali mengangguk. "Kau tidak tidur?"
"Aku hanya perlu tidur lebih sedikit dari padamu, aku suka melihatmu saat kau tidur. Apalagi saat kau menyebut namaku dalam tidurmu, apa kau sedang memimpikan aku?"
"Kapan aku memanggilmu?"
"Kau bahkan pernah tak bisa tidur karena memikirkan aku." Hae Joo melempar bantalnya membuat Daehyun tergelak.
"Berhenti menggodaku!"
Daehyun ada di kamarnya beberapa kali dan mengawasinya tertidur. Entah kenapa Hae Joo sama sekali tidak bisa marah, sebaliknya dia justru merasa aman mengetahui Daehyun ada disampingnya. Sejak awal namja itu sudah seperti magnet bagi Hae Joo meski dia sendiri tidak tahu apa sebabnya. Sekarang dia punya alasan untuk bersikap sama pada Daehyun, karena dia namjachingunya.
"Kau menyimpan film Gayeon?" Daehyun ada di depan rak kaset Hae Joo. Mengamati deretan koleksi film milik kekasihnya itu. "Aku tidak percaya kau menemukan fakta tentangku dari sebuah film."
"Kau tahu itu?"
Daehyun mengangguk sambil menatap Hae Joo. "Kau menyadari ada hal yang berbeda pada kami, aku tidak mengerti bagaimana kau begitu penasaran akan kami sementara yang lain mengabaikan fakta yang membuatmu sampai pada kesimpulan akhir."
"Aku hanya tidak bisa mengerti kenapa kalian berbeda, itu saja. Tapi sekarang aku tahu, cause I love you."
"Yah sepertinya serigala memang jatuh cinta pada dombanya."
Hae Joo tersenyum mendengar ungkapan tersebut. Dia tahu Daehyun tidak sekalipun berpikir dirinya adalah makanannya. Daehyun kembali duduk di tempat tidur Hae Joo.
"Tidurlah," ujar Daehyun lembut.
"Kau akan pergi?"
"Tergantung padamu."
"Kajjima," Daehyun tersenyum kemudian membantu Hae Joo berbaring dan memberinya selimut.
"I'll stay. Go sleep."
Hae Joo meraih tangan Daehyun yang mengelus puncak kepalanya. Menggenggamnya dengan erat seolah enggan melepaskan tangan tersebut. Daehyun duduk di sampingnya dengan menyenderkan punggungnya ke senderan tempat tidur Hae Joo sementara tangannya menggenggam tangan Hae Joo.
"Good night, my girlfriend." Daehyun mengecup kening Hae Joo dan mengantarnya tertidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
[Book 1] Everlasthing
FanficSejujurnya aku tidak tahu apa yang kulakukan pada sebagian besar waktu selama eksistensiku. Tetapi kau memberiku satu alasan yang pasti tentang eksistensiku. Kini kutahu waktu selamanya tak akan cukup bersamamu. Even so, Lets Start With FOREVER
![[Book 1] Everlasthing](https://img.wattpad.com/cover/86363865-64-k591404.jpg)